
"Hari ini kita akan berpesta hingga larut malam" ucap Delia penuh kesenangan
"Ini party dalam rangka apa sih Delia" ucap devano
"Party ini di adakan dalam 3 rangka, yang pertama hari bertemannya aku sama kak Gilang, ya kan?" menyenggol lengan Gilang. Sedangkan Gilang hanya mengerutkan dahi tidak mengerti apa yang dimaksud Delia.
"Di iya in aja kenapa sih" ucap Delia berbisik pada Gilang yang disampingnya.
"Akh iya, tapi aku rasa lebih tepatnya sih kamu jadi adekku. Malu aku kalo temanan sama orang di bawah umur" ucap Gilang menggoda Delia
"What di bawah umur. Usia ku sudah 20 tahun ya itu sudah memasuki usia dewasa"
"Hemm" ucap Gilang
"Terus yang keduanya apa" tanya Lea
"Yang kedua dalam rangka bergabungnya kak Gilang di kantor kak resyah,yey" ucap Delia bertepuk tangan sendiri.
"Ini namanya kamu buat malu" bisik Gilang ke Delia.
"Apaan sih, bekerja samalah dengan baik" balas Delia berbisik.
"Kalo party ini semuanya tentang Gilang,kenapa ngak di rayain aja di tempat Gilang kenapa malah kamu yang repot-repot buat party" ucap devano
"Eits jangan salah, semua ini,dari kue dan persiapan-persiapan lainnya di beli pakai uang kak Gilang. Cuma tempatnya aja aku yang minta disini karena tadi dia maunya di hotel.aku pikir ke hotel terlalu banyak ngeluarin uang jadi aku bawa kak Gilang kesini aja. Orang party ini ide aku"
"Terus yang ketiga apa"
"Yang ketiga party karean beberapa hari lagi aku akan balik kelondon"
"Itu namanya kamu nebeng party bukannya party kamu"
"Kak devano rese' banget deh. Aku ini adik kandungnya kakak adek mau pergi nggak ada sedih-sedihnya senag banget kayaknya"
"Itu kan masih beberapa hari lagi. Ngapai juga di Adain hari ini party nya"
"Kalo aku maunya hari ini ya hari ini"
"Bilang aja supaya bisa nebeng party" ucap devano
"Nih ya, Rasain ini" karena kesal Delia lalu melempar sepatunya kearah devano karena Devano menghindar sepatu itu malah mengenai Lea.
"Hah kak Lea sorry-sorry, aku benar-benar nggak sengaja. Aku tadi mau pukul kak devano" Delia lalu menghampiri lea dan mengambil sepatunya
"Nggak apa-apa, santay aja"
"Sakit nggak"
"Iya sakitlah. Loh kira badan gue besi apa, tapi nggak apa-apa gue akan berlapang hati hari ini.karena loh mau pergi dan nggak ada lagi yang bakalan gangguin gue sama devano nanti" batin Lea
"Nggak kok nggak apa-apa" ucal Lea dengan senyum palsunya
"Ini semua gara-gara Kakak" ucap Delia lalu menginjak kaki devano.
"Durhaka banget loh ya jadi adek, ngak ada takut-takutnya" Delia hanya mengeluarkan lidahnya mengejek sang kakak.
"Sudah-sudah jadi party hari ini kita ngapain aja" ucap resyah.
"Seperti party biasanya, potong kue, bermain game dan karaoke hingga larut malam" semua orang bertepuk tangan.
"Oke baiklah saatnya potong kue, kak Gilang ayo potong kue bersama"
"Hah" Gilang terkejut
"Iya, ini kan party untuk kita berdua seharusnya potong kue bersama dong" lalu sekali lagi menyenggol lengan Gilang
"B-baiklah" ucap Gilang yang menuruti keinginan Delia
"Kan ada lilinnya apa nggak tiup lilin dulu" ucap Lea
"Ini bukan acara ulang tahun" ucap Delia lalu menyopot lilin tersebut dan membuangnya kesembarang arah
"Jangan di buang kesembarang tempat Delia. Kalo kebakar gimana"ucap gilang
"Lihat sendiri tuh apinya udah mati, lagian kalo kebakar juga ngak apa-apa ini tuh apartemennya kak devano"
"Ngak apa-apa otakmu" ucap devano
"Sudah sudah kalo kalian ribut terus kapan kalian akan potong kuenya"
"Kak devano sih buang-buang waktu orang aja"
"Aku?" Ucap devano kesal
Delia dan Gilang pun memotong kue.
"Potongan pertama aku kasih ke kak Gilang, semoga sukses selalu" lalu menyuapi gilang
"Terima kasih" ucap Gilang
"Dan semoga rencana kita berjalan lancar" bisik Delia
"Sepertinya sudah setengah berhasil" ucap Gilang membalas berbisik.
"Oke, selanjutnya kak resyah dan kak Lea potong kuenya kasih ke orang yang kalian mau kasih dengan mengucapkan sesuatu"
"Siapa yang mau dulu"
"Biar resyah aja dulu " ucap Lea
"Aku mau lihat siapa yang bakal dia kasih" batin Lea.
"Ini benar untukku"
"Menurutmu" lalu menyuapi Reyhan
"Semoga selalu bersama kedepannya menangani perusahaan"
"Tentu saja"
"Terima kasih" Reyhan hanya mengacak-acak rambut resyah sebagai jawaban.
Lalu kembali menyuapi resyah
"Semoga bahagia selalu wanita kuat dingin dan berwajah datar"
"Itu do'a atau mengejek"
"Aku pikir itu keduanya" mereka berdua pun tersenyum.
Devano yang melihat kedekatan mereka pun kesal "kok gue nggak suka ya lihat kedekatan mereka" batin devano.
"Sekarang giliran kak Lea bearti" ucap Delia
Delia pun dengan semangat memotong kue dan menyuapi devano. "Semoga tambah ganteng"
"Terima kasih"
"Dan semoga cepat bercerai dengan resyah" bisik Lea devano yang mendengarnya pun memalingkan wajahnya.
"Oke kalau sudah sekarang kita mau main permainan apa" ucap Reyhan
"Gimana kalo truth or dare, yang kalah harus minum.setuju" ucap Gilang mereka semua pun mengganguk. Dan kemudian beralih duduk kesofa.
"Kalian duduk dulu disini.aku sama kak Gilang ambil gelas sama minumannya dulu" lalu menyeret Gilang untuk ikut dengannya.
Mereka berdua pun sampai di dapur.
"Mana mana obatnya cepat taburin di dua gelas ini"
"Gimana kalo ketukar kan bisa bahaya"
"Nggak bakal aku akan handle semua itu"
Mereka berduapun menyampurkan obat ke minuman devano dan resyah. Lalu kemudian membagi-bagikan minuman tersebut.
Delia lalu memberika tanda oke dengan jarinya kearah Gilang kode bahwa rencana mereka berjalan lancar.
"Ini alkohol" tanya devano
"Ya,kenapa kakak nggak berani minum alkohol" ucap Delia cepat takut yang lainnya ikut protes
"Siapa juga yang takut"
"Kalo berani kenapa nanya"
"Yang aku takutkan itu kamu, ntar mabuk lagi"
"Aku cukup percaya diri kalo aku ngak bakalan mabuk. Dan aku juga belum tentu kalah dalam permainan itu.jadi simpan saja rasa khawatirmu itu untuk diri Kaka sendiri"
"Awas aja kalo sampai mabuk gue tinggalin di tengah jalan"
"Apa ini nggak terlalu beresiko. Besok kan kita kerja kalo mabuk gimana" ucap resyah
"Kakak nggak perlu khawatir,lihat kak Lea tadi malam dia mabok buktinya tadi tetap kerjakan"
"ayo kita mulai saja permainannya, ini sudah aku siapin beberapa kertas yang sama harus memilih truth or dare"
Merekapun memulai permainan dengan memilih kertas yang sudah mereka acak-acak.
Dan yang mendapat no yang sama adalah Gilang dan Lea
"Oke, pertanyaan adalah momen apa yang paling bearti saat kalian bersama dulu truth or dare" setelah mendengar pertay itu Lea langsung meminum, minumannya.
"Kak Gilang truth or dare"
"Truth"
"Woww cukup berani" ucap Delia
"Momen yang paling bearti adalah dihari perpisahan bagiku itulah yang sangat bearti karena hanya itu kenangan yang selalu ku ingat mengenai dia"
"Oke,sekarang kita lanjut permainannya"
Merekapun melanjutkan permainan dan yang mendapatkan nomor yang sama adalah Gilang dan Reyhan.
"Wow kak Gilang sepertinya ini hari kesialanmu"
"Jadi truth or dare ada orang yang kalian sukai disini" mereka berdua hanya memilih dare yang bearti minum.
"Oke.kita lanjutkan permainannya"
Dan yang mendapatkan nomor yang sama adalah resyah dan Lea.
"Truth or dare,kalo kalian berdua itu pernah nembak cowok duluan" sekali lagi Delia minum.
"Kak resyah pilih truth or dare"
"Nggak pernah" ucap resyah santai