
Bab 75
"Ya. kakak tidak memintaku untuk menjadi pacar pura-pura kakak. Tapi, untuk meyakinkan kak Lea, kau malah menciumku" ucap Delia lalu beranjak pergi.
Delia meneruskan jalannya menuju mansion, sementara Gilang mengikutinya dari kejauhan.
Dilain sisi, devano menunggu Delia di depan gerbang mansion. Beberapa kali dia menelpon Delia tidak dijawab. Diapun semakin khawatir, namun untuk menjemput Delia dia juga tidak tega meninggalkan resyah sendirian di mansion.
"Ini sudah jam 23:15. Dimana delia, kenapa dia belum juga pulang"
Dari kejauhan devano melihat Delia berjalan, diapun berlari menghampiri adik satu-satunya itu.
"Kau berjalan, Kenapa tidak naik taksi dimana tasmu apa kau kecopetan" Delia menggeleng.
Devano menarik nafas kasar dia melihat kaki Delia terluka pun berucap "kakimu terluka, tapi kau tetap jalan kaki. Jika tahu begini kakak akan menjemputmu tadi" Delia hanya diam
"Kenapa? Resyah juga bilang tadi, kau resign dari perusahaan"
Delia lalu memeluk devano.
"Kenapa? Kau tidak ingin cerita pada kakak" ucap devano mengelus-elus rambut delia
"Kakak aku menyesal kembali kesini. Aku benar-benar menyesal. Jika aku tahu papa ingin menjodohkan Ku, aku lebih baik menetap di London saja. Aku tidak mau menikah kak, aku tidak mau dijodohkan" ucap Delia terisak di pelukan devano.
Sementara Gilang yang melihat kejadian itupun beranjak pergi.
KE ESOKKAN PAGINYA, diruang makan. Devano menyiapkan beberapa roti panggang dan susu
"Delia tidak ikut sarapan" ucap resyah
"Dia mungkin belum bangun. Kemarin malam, dia pulang berjalan kaki"
"Mungkin suasana hatinya belum membaik. Awalnya aku ingin membangunkan dia untuk sarapan. Tapi sebaiknya kita biarkan saja dia istirahat"
"Aku akan ke Caffenya jam makan siang nanti. Untuk memastikan keadaannya dan pekerjaannya disana"
"Ajak Gilang ikut bersamamu" resyah hanya mengangguk.
HOTEL REDGREAT
Leon mengikuti kemanapun frislya pergi.
Frislya yang kesal pun berucap "berhentilah mengikuti kemanapun aku pergi"
"Kenapa? Aku sudah bilang padamu aku sangat merindukanmu"
"Berhentilah membicarakan hal-hal aneh seperti itu"
"Hal aneh. Apa bagimu cinta dan ketulusan ku ini aneh"
"Terserah kau saja. Aku capek berbicara padamu. Kenapa kau tidak pergi dari hotel ini, bukankah kau memiliki rumah disini"
"Karena aku ingin selalu di dekatmu"
"Sudahlah Leon lupakan masa lalu. Aku tidak punya perasaan apapun lagi padamu"
"Kenapa"
"Karena di hatiku sudah ada orang lain. Jadi, lebih baik kau pergi dari hotel ini dan please jangan ganggu kehidupanku lagi. Kita sudah lama selesai. Anggap saja kita tidak pernah kenal selama ini"
"Sebegitu mudahnya kau mengantikan ku dengan orang lain"
"Aku sudah berulangkali mengatakan padamu bahwa hubungan kita sudah usai sepuluh tahun yang lalu. Jadi aku tidak pernah menggantikan mu dengan siapapun pas waktu itu. Dan untuk sekarang aku sudah teramat dalam mencintai seseorang. Dan mungkin kami akan segera menikah dalam waktu yang dekat. Jadi please jauhi aku. Dan jangan membuat masalah untuk hubunganku dan tunanganku"
"Baiklah. Bisakah kau pertemukan aku dengan tunanganmu itu. Aku ingin mengucapkan selamat padanya. Setelah itu aku berjanji tidak akan mengaggumu lagi"
"Baiklah akan aku bicarakan padanya nanti" ucap frislya lalu beranjak pergi.
Frislya kebingungan karena telah menyetujui untuk mempertemukan Leon dengan tunangannya. Padahal dia sendiri tidak memiliki seorang kekasih. Dia berbohong agar Leon menjauhinya. dia sudah tidak mencintai Leon lagi karena orang yang dia sukai adalah reyhan