COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Penjelasan Gilang



Bab 37


Leon lalu melepaskan genggamannya, mencoba mencerna semua yang dikatakan resyah dan devano.


Sementara itu Reyhan dan Gilang baru sampai diruangan Devano.


"Maaf Syah, kami terlambat" ucap Reyhan


"Kalian datang tepat waktu"


"Jika kalian benar-benar sudah menikah kenapa tidak ada berita tentang pernikahan kalian"


"Kenapa kau sangat ingin tahu" ucap resyah


"Karena dia adalah Leon argantara kakaknya Lea argantara" ucap Delia dengan melihat Lea dengan tatapan yang tak suka.


"jadi dia kakakmu, kenapa kau tidak bilang sebelumnya. Apa semua ini rencana kalian untuk menjebak kami" ucap defra


"Saya sudah membawa uangnya, kalian lepaskan dia" ucap resyah kepada dua orang polisi tersebut. Lalu memberikan uang dalam tas itu kepada asisten Leon.


"Baiklah, bearti pekerjaan kami sudah selesai. Kami pergi dulu" ucap salah satu polisi kemudian keduanya beranjak pergi.


"Lea apa benar mereka sudah menikah" ucap Leon penuh penekanan.


"Kenapa kau sangat ingin tahu tentang pernikahan putraku. Baiklah jika kau benar-benar ingin tahu akan ku perlihatkan buku nikah mereka kepadamu" ucap defra lalu mengambil buku nikah devano dan resyah yang berada di dalam tasnya dan menunjukkannya pada Leon.


"Kau bisa lihat sendiri kebanarannya" ucap defra


"Papa, dari mana mendapatkan buku nikah itu"


"Kemarin, orang pengurus KUA menelpon papa untuk menyuruh mereka mengambilnya. Karena papa pikir mereka sibuk jadi sepulang kerja papa yang mengambilnya"


"Papa benar-benar ter-the best" ucap Delia memeluk sang ayah.


"Aku akan membuat perhitungan padamu, karena telah mempermainkan adikku" ucap Leon menatap tajam ke arah devano dan meletakkan buku nikah itu di tangan devano.


"Bawa Lea pulang" ucap Leon pada dua pengawalnya


"Nggak, aku nggak mau. Lepasin aku" ucap Lea meronta-ronta saat dua orang pengawal itu memegang kedua tangannya.


"Kau benar-benar susah di atur Lea" ucap Leon penuh emosi lalu memukul tengkuk Lea sehingga Lea jatuh pingsan.


"Cepat, bawa dia kemobil" perintah Leon kepada pengawalnya.


Dengan cepat pengawalnya pun membawa Lea ke mobil.


"Urusan kita belum selesai" ucap Leon pada devano lalu beranjak pergi.


Gilang yang sedari tadi diam melihat Leon pergi pun mengikutinya. Sementara Delia melihat Gilang beranjak pergi dia pun mengikuti Gilang.


"Kamu ngapain ngikutin aku"


"Gerak gerik kak Gilang mencurigakan"


"Ada sesuatu yang harus kakak bicarakan sama kak Leon"


"Kakak akrab dengannya"


"Dulu" ucap Gilang lalu berlari menghampiri Leon yang sudah memasuki mobil. Gilang mengetuk pintu mobil.


"Tok"


"Tok"


"Tok"


"Kak Leon apa kita bisa bicara sebentar" ucap Gilang


Leon lalu membuka pintu mobil.


"Gilang, ada apa. Jika ini mengenai kejadian tadi saya tidak punya waktu"


"Aku tahu kakak sangat sibuk. Tapi kita harus bicara sekarang kak, ini sangat penting"


"Kalau begitu saya beri waktu 10 menit untuk kamu mencari tempat yang nyaman untuk berbicara"


"Bagaimana kalo di kantin kantor ini aja" ucap Delia. Leon pun turun dari mobil


"Jaga dia jangan sampai kabur, kalau tidak kalian akan menerima konsekuensinya" ucap Leon pada sekretaris dan pengawalnya.


-------


Delia, Leon dan Gilang pun sampai di kantin kantor


"Kita sudah berjalan kemari 3 menit, jadi waktu kalian untuk bicara tinggal 7 menit lagi"


"Berjalan pun dihitung pakai waktu" ucap Delia heran


"Karena waktu sangatlah berharga"


Delia hanya memilih diam dari pada menanggapi perkataan Leon yang sudah dia pastikan akan membutuhkan waktu yang lama untuk berdebat dengannya.


"aku hanya ingin menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya kepada kakak. Aku nggak ingin nanti kakak gegabah dan membuat kesalahan"


"Jadi, apa yang terjadi"


Gilangpun menjelaskan semuanya kepada Leon. Dimulai dari Lea berpacaran dengan devano, yang kemudian menikah dengan resyah, dan tak lupa pula tentang perjanjian pernikahan mereka bertiga, serta usahanya dan Lea untuk menyatukan resyah dan devano selamanya.