COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Menjenguk leon



Bab 127


"Bagaimana dengan Delia?" Tanya Gilang


"Ah ya Delia, dia...." Belum sempat menyelesaikan ucapannya Leon sudah kehilangan kesadarannya.


"Kak, kak Leon?" Ucap Gilang menepuk-nepuk bahu Leon


"Sepertinya dia sudah tidak sadarkan diri. Kamu tolong bantu dia keranjang, aku akan membuang semua sampah-sampahnya" ucap Frislya mulai memunguti kaleng-kaleng bekas minum Leon itu.


Gilang membantu Leon membaringkannya di ranjang.


"Sebaiknya kamu bantu dia melepaskan bajunya. Baju yang dia pakai bau alkohol semua" ucap frislya


Gilang mengangguk kemudian berucap "tolong ambilkan bajunya di dalam koper. tapi bukannya dia, ke sini tidak membawa apapun tadi"


"Benar juga. "


"Bagaimana jika di gantikan dengan kimono saja(baju handuk mandi)" usul Gilang


"Ide bagus. Dari pada tidak sama sekali kan" ucap frislya bergegas membuka lemari dan mengambil kimono itu lalu memberikannya pada Gilang.


"Aku akan keluar, kau ganti dulu bajunya"


"Aku hanya Menganti bajunya. Tidak apa-apa tetap lh di sini. Kau berbalik saja saat aku mengantikannya"


Frislya mengangguk kemudian membalikkan tubuhnya. Sementara Gilang mengantj baju Leon.


"Aku pergi dulu, masih banyak dokumen-dokumen yang harus di periksa" ucap Gilang


"Pergilah. Aku juga akan pulang setelah mematikan lampu kamar ini"


Gilang mengangguk, kemudian beranjak pergi. Sementara frislya dia menghidupkan lampu tidur , kemudian menyelimuti tubuh leon. Di saat ingin pergi, tiba-tiba Leon memegang erat tangannya, sambil merancau "aku gagal". Kata-kata itulah yang di sebutnya berkali-kali.


Frislya tidak jadi pergi, dia duduk di lantai memperhatikan wajah Leon lekat-lekat.


"Kau pria yang baik, bertanggungjawab, bijaksana, pengertian dan penyayang. Andai dulu kau tak pergi ke luar negeri, mungkin kita masih bersama Sekarang. Tapi, kau datang di waktu yang salah Yon, kau datang di saat aku mencintai orang lain. Delia adalah wanita yang paling tepat untukmu. Maaf, jika aku termasuk orang yang mengecewakanmu ataupun orang yang menyakitimu" ucap frislya menepuk-nepuk tangan Leon yang menggenggam tangannya.


Keesokan harinya...


Leon terbangun lebih dulu, kepalanya terasa sangat berat.


Frislya yang menemaninya semalaman pun terbangun.


"Kau sudah bangun" ucap frislya


Leon yang melihat frislya di kamarnya pun kaget. Dan langsung menarik tangannya yang semalaman mengenggam tangan sang mantan itu.


"Kenapa kau bisa di sini" ucap Leon beranjak duduk


"Karena kau menarik tanganku. Terpaksa aku harus di sini semalaman"


Leon melihat dirinya yang memakai kimono, mengernyitkan dahinya


"Kemarin malam Gilang yang Menganti bajumu. Lain kali kalo ada masalah jangan minum, kalo mabuk nyusahin orang" ucap frislya kemudian beranjak pergi meninggalkan leon



Delia masuk keruangan kerja Reyhan untuk memberikan laporan.


"Tumben nggak sama Leon? Dia dimana?"ucap Reyhan


"Nggak tahu. Nggak ada kabar juga hari ini"


"Kak Leon di hotel. Tadi malam dia mabuk, kayaknya ada Masalah deh" ucap Gilang


"Di hotel? Ngapain dia di sana bukannya pulang ke rumah"


"Nggak tahu, dia ngeboking kamar dan bawa banyak minuman. Anehnya dia nggak bawa satu pakaian pun. Mungkin dia hanya ingin menginap satu malam" ucap gilang


"Apa dia kehotel dalam keadaan mabuk?"


"Nggak. Tapi dari raut wajahnya kayak lagi marah gitu"


"Pulang dari kerja nanti aku ikut kak Gilang ke hotel ya, buat lihat kak Leon"


Gilang hanya mengangguk.


Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️ dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul BAD GIRL dan SILENT DEADLY ya reader's tercinta 🙏🏻☺️