COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
BAB 137



Bab 137


"Gimana aku aku buktiin ke kamu, kalo semua bahan makanan nggak ada"


"Bilang aja kalo nggak bisa masak, nggak usah banyak alasan"


"Eh, siapa sih yang beralasan"


"Ya, lho lah? Sok-sokan bilang bisa masak, padahal nothing"


"Yang nggak bisa masak itu kamu. Lagain siapa suruh, nggak beli bahan-bahan makanan"


"Kalo bisa beli kenapa harus repot-repot masak!"


Reyhan kehabisan kata-kata, dia menggaruk lehernya yang tidak gatal.


"Tunggu apalagi, sana pergi!. Lho paparkan? Sebaiknya pergi ke restoran dan makan. Kalo lho di sini sampai mati pun nggak bakalan dapet tuh makanan" Usir Lea


"Yaudah kalo gitu, kau pesan aja makanannya" ucap reyham memesan makanan dari handphonenya


"Ehz maksudnya apaan nih? Lho mau numpang makan di sini?"


"Numpang makan doang. Bukannya minta di bayarin"


"Dihh"


"Aku mau ngomong serius sama kamu ya"


"Sayangnya, gue nggak mau ngomong sama lho" ucap Lea beranjak pergi, dia tahu Reyhan pasti akan membahas tentang perbuatannya pada resyah.


"Ini tentang Leon"


"Kenapa? Apa dia sudah menikah dengan Delia?" Ucap Lea tersenyum sinis


"Kamu nggak kasihan sama kakak kamu ya? Semenjak kamu pergi di terus nyariin kamu"


"Palingan juga cuma pencitraan di depan media, mana mungkin dia mencariku, sementara waktunya cuma untuk Delia"


"Kamu salah jika berpikiran seperti itu ya"


"Gue tahu gimana kakak gue!"


"Jika kamu tahu kakakmu seperti apa, kenapa melarikan diri seperti ini. Kamu tidak tahu, bagaimana usahanya mencarimu selama ini. Dia bahkan merasa bersalah pada orangtua kalian karena gagal mendidik kamu. Kamu pernah mikir nggak, dari kamu kecil dia selalu berusaha buat menuhin kebutuhan kamu. Apapun yang kamu inginkan dia turuti termasuk bersekolah sampai kerja di Indonesia. Kamu nggak pernah mikir gimana susahnya dia, Gimana sibuknya dia. Dia bahkan kehilangan masa mudanya demi bekerja. Aku yakin dia pasti mendukung semua keputusan kamu, tapi perbuatan kamu kali ini benar-benar nggak bisa di toleransi ya. Kamu bukan hanya mengusik, ataupun merugikan orang. Tapi kamu sudah membahayakan nyawa resyah dan janinnya"


"Aku nggak bermaksud untuk buat nyelakain resyah, aku hanya ingin dia keguguran. Dengan begitu, nggak ada pengikat apapun di antara resyah dan devano"


"Kamu pikir janin dalam perut resyah itu nggak bernyawa ya. Sehingga dnegan entengnya kamu bilang kayak gitu"


"Aku benar-benar cinta sama Devano kak Rey. Aku bahkan rela kerja di kantornya dan tinggal di sini demi bisa terus dekat sama dia" ucap Lea menangis merosot ke lantai


"Aku udah pernah bilang sama kamu, ikhlaskan Devano. Biarkan dia bahagia bersama resyah, ini udah takdir buat mereka berdua. Kamu tahu, devano harus memilih antara menyelamatkan bayi mereka, atau menyelamatkan nyawa resyah"


"Maksdu kakak?"


"Resyah dan bayi dalam kandungannya, hanya satu yang bisa di selamatkan"


"Apa?"


"Heum, ini pilihan yang sangat sulit buat devano. Awalnya dia ingin menyelamatkan resyah, tapi resyah bersih keras ingin melahirkan anak mereka. Walaupun dia tahu, sangat kecil kemungkinannya buat dia bisa bertahan hidup setelah Melahirkan"


"Aku benar-benar nggak tahu tentang masalah ini"


"Nggak, aku nggak mau bertemu sama mereka lagi. Hati aku benar-benar hancur jika melihat mereka"


"Berdamailah dengan masa lalu ya. Dengan begitu, hidup akan lebih tenang"


"Aku akan pulang, tapi nggak sekarang, aku belum siap ketemu mereka"


"Terserah kamu saja. Tapi, kehamilan resyah sekarang sudah tujuh bulan, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di hari esok. Aku mengatakan ini, agar kamu tidak menyesal seumur hidup"


Lea hanya diam, mencerna setiap perkataan Reyhan.


"Kamu itu gadis baik, cinta kamu memang benar-benar tulus, tapi sayangnya cinta kamu sudah berubah menjadi dendam dan benci, hanya itu kesalahan kamu. Aku pergi dulu, masih ada kerjaan" ucap reyhan


"Kak Rey..." Teriak Lea ketika Reyhan sudah berada di ambang pintu


Reyhan membalikkan tubuhnya, Lea langsung berlari dan memeluk Reyhan.


"Sekarang, aku harus bagaimana, aku takut. Jika bukan resyah atupun devano yang akan melaporkan ku pada kepolisian, maka kak Leon yang akan melakukannya"


"Kita tidak tahu, apa yang bakalan terjadi. Tapi, kamu harus bertanggung jawab atas semua yang kamu lakukan. Dewasalah dan mandiri, tanggung semua resikonya"


"Aku takut...kak Leon pasti akan sanagt marah jika aku bertemu dengannya. Aku juga takut di penjara"


Reyhan membalas pelukan Lea, dan mengelus-elus punggungnya, agar Lea tenang


"Nggak apa-apa. Jika kamu ingin bertemu sama mereka, meminta maaf, mengikhlaskan apa yang terjadi dan melupakan masa lalu. Aku akan menemanimu dan selalu berada di samping kamu"


"Tapi... Aku nggak siap"


"Kalo begitu, persiapkan diri baik-baik. Aku masih setahun lagi di sini. Tapi, kapanpun kamu siap untuk menemui mereka, aku akan menemanimu ke sana. Ingat, kandungan resyah sudah 7 bulan, tinggal 2 bulan lagi melahirkan. Kita tidak tahu, apa yang akan terjadi, berharap keduanya selamat"


-----------------------


Di bagian lain negara, Resyah dan devano sedang mengikuti kelas bayi.


Di saat kelas berlanggsung, resyah merasa perutnya sangat sakit. Dia selalu menahan rasa sakitnya seorang diri, tanpa memberitahu seseorang pun termasuk devano.


Resyah tidak ingin, jika orang tahu keadaannya sangat lemah, maka mereka pasti akan mengambil janinnya.


Selama kehamilannya, saat dinyatakan lemah. Resyah tak pernah sekalipun ingin memeriksa kandungannya. Karena dia takut, dan tidak ingin mendengar hal-hal buruk tentang kandungannya.


Kelas bayi pun, dia ikuti karena tidak ingin mengecewakan orang tua devano, atau membuat mereka curiga dengan keadaannya yang sangat lemah itu.


Alasan lain dari resyah mengikuti kelas bayi, karena dia ingin merasakan merawat seorang bayi.


Resyah sangat tahu, kecil kemungkinannya dia bisa bertahan. Terlebih lagi, selama ini perutnya, sering kali terasa sakit yang teramat, dia bahkan menutupi rasa sakitnya dengan terus bekerja seolah-olah tak terjadi apa-apa padanya.


Sering kali devano melihatnya kesakitan, tapi resyah selalu beralasan jika perutnya sakit menginginkan sesuatu.


Ya, itu adalah alasan resyah agar tidak di curigai bahwa dia dalam keadaan yang jauh dari kata baik-baik Saja.


Devano sebagai suami yang baik pun, selalu siap siaga membawa resyah kemanapun.


Dia bahkan tertipu dengan senyuman yang selalu resyah tampilkan. Dan beranggapan bahwa resyah dalam keadaan baik-baik saja.


"Syah, kamu kenapa?" Ucap devano yang melihat resyah memegang perutnya


Baca terus kelanjutan ceritanya ya, ☺️


dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul BAD GIRL dan SILENY DEADLY ya reader's tercinta ☺️🙏🏻