
"Nggak mau. Aku mau ikutin kamu pokoknya"
"Terserah deh, Lakuin aja sesukamu. kalo dipecat juga bagus aku nggak perlu repot-repot buat surat pengunduran kan"
"Hey Lang, selama dua tahun bekerja disini baru kaki ini gue lihat lho bawah cewek ke kantor. Gue pikir nggak bakalan ada cewek yang mau sama lho karena lho itu miskin" ucap salah satu teman kerja Gilang yang ngak suka Sama Gilang.
Delia yang mendengar ucapan orang itu pun marah "kalo dia miskin kenapa emangnya? Lagi pula dia pintar ganteng dan sopan ngak seperti mulutmu itu"
Semua orang yang ada disana pun mengerumuni mereka
"Hey nona kau buta ala bagaimana. Kau itu cantik mau-maunya sama dia yang miskin dan nggak punya apa-apa itu. Lebih baik kamu sama aku aja derajat orang tua ku jauh di atas dia. Sayangkan kalo cantik-cantik pacaran sama yang model beginian"
"Kurang ajar. Ngak pernah disekolahin apa tuh mulut. Seenak jidat aja ngomong kaya gitu. Kalo aku pacaran sama kak Gilang itu urusanku bukan urusanmu" ucap resyah yang mulai naik pitam
"Sudahlah Delia nggak usah di ladenin dia memang kayak gitu orangnya" ucap Gilang menggenggam tangan Delia
"Ada apa ini ribut-ribut di ruang kerja" ucap manager Gilang
"Ini pak gilang bawah pacarnya kemari, bukannya fokus kerja malah asik-asikkan pacaran. Dia juga nggak datang tadi kan di rapat sampai-sampai kontrak kerja sama kita dibatalkan"
"Kamu benar-benar keterlaluan Gilang. Kamu tahu kan betapa pentingnya kerja sama itu untuk perusahaan. Kamu benar-benar membuat perusahaan rugi. Selama ini kamu tidak pernah buat kesalahan tapi kenapa sekalinya buat masalah yang bakal merugikan perusahaan"
"Saya minta maaf pak itu benar-benar kesalahan saya"
"Tapi kan itu bukan kesalahan" Delia tidak melanjutkan ucapannya karena Gilang menggenggam erat tangannya sebagai kode bahwa dia tidak perlu menjelaskan apapun.
"Saya tidak ada toleransi untukmu Gilang. Hari ini juga kamu saya pecat."
"Baiklah terimakasih. Maaf telah mengecewakan anda. Karena besok sudah gajian anda juga tidak perlu membayar gaji saya bulan ini.anggap saja sebagai permintaan maaf atas kesalahan saya, ayo kita pergi" Gilang dan Delia pun kelaur dari tempat itu di susul teman yang tidak suka dengan Gilang tadi.
"Akhirnya kamu keluar juga dari perusahaan ini. Pegawai rendahan"
"Ya, terimakasih karena telah memudahkan pekerjaanku"
"Maksudmu apa?"
"Sebenarnya hari ini aku memang akan resign,karena telah mendapatkan pekerjaan ditempat lain.tapi karena kamu telah membuat masalah denganku dan aku pun di pecat. Tapi itu malah mempermudahkanku untuk keluar dari perusahaan ini.terima kasih atas bantuannya. ayo Delia kita pergi" Mereka menaiki motor dan pergi
"Sial" umpat lelaki itu.
"Kita mau ngobrol dimana" tanya Gilang yang mengendarai motor
"Terserah kakak" jawab Delia.
Tak lama kemudian merekapun sampai di danau yang begitu indah dan menyejukkan mata.
"Pemandangannya bagus banget".ucap Delia takjub saat melepaskan helmnya.
"Apa bisa kita bicara disini"
"Tentu saja. Disini sangat senjuk dan indah"
"Kalo gitu ayo kita kesana" menunjuk arah pohon Delia pun mengikuti langkah kaki Gilang. Dan akhirnya mereka berdua duduk di bawah pohon besar.
"Kakak sering kesini"
"Ya. Jika mood sedang buruk"
"Disini memang menenangkan" dengan tetap menatap danau yang tenang namun sangatlah indah dan bersih.
"Hemm, disini bisa mendapatkan kenyamanan"
"Oh iya kakak kenaoa tadi nggak ngelawan saat laki-laki itu ngerendahin kakak"
"Buat apa"
"Ya biar dia nggak berani gangguin kakak lagi"
"Apa yang dia omongin itu kenyataan. Jadi kenapa harus marah"
"Ngak bisa gitu dong kak"
"Intinya dia dan kamu mempermudahkan aku resign dari perusahaan itu. Terimakasih" ucap depan dengan senyuman manisnya.
"Baru kali ini lihat orang dipecat senang"
"Ya,kalo aku nggak di pecat,sekarang aku masih disana. pusing mau mikir alasan apa untuk resign"
"Oh iya, kakak kan mulai besok udah bekerja sama kak resyah. Lagi pula kakak memang nggak cocok bekerja disana apalagi rekan-rekan kerjanya kakak pada ngurusin urusan orang doang."
"Emm" ucap Delia gugup
"Kenapa kok tiba-tiba gugup gitu"
Delia pun menarik nafas dalam-dalam lalu dengan ceoat berucap "apa kakak masih menyukai kak Lea"
Gilang tertawa mendengar ucapa Delia lalu berucap "apa ini yang kamu bilang penting hemm"
"Kakak jawab dulu pertanyaan aku"
"Memangnya kenapa?"
"Soalnya kak Lea pacaran sama kakak ku"
"Bagus dong kalau gitu. Dia akan jadi Kakak iparmu. Oh iya, siapa nama kakakmu"
"Kakak ngak tahu siapa kakakku" Gilang menggeleng
"Devano Nalendra"
"Oh" jawab Gilang pelan
"Respond kakak kenapa kayak gitu"
"Mau bagaimana lagi, Lea ninggalin aku dulu karena suka sama devano. Baguslah kalo sekarang mereka udah bersama"
"Apa kakak yakin, kak devano penyebab kalian putus"
"Ya, aku tahu itu dari temanku. Dia sengaja ngedekatin resyah supaya bisa dekat dengan devano karena cewek yang dekat dengan devano hanya resyah. tapi setahu aku resyah nggak pernah menggapnya sebagai teman dulu bahkan dulu resyah juga tidak pernah mau ngomong sama dia. Dia juga ngejauhin teman-temannya yang lain demi bisa berteman sama resyah.Dan ketika ketemu tadi aku juga heran tiba-tiba mereka udah temenan"
"Bearti kak Lea udah suka sama kak devano selama itu. Tapi anehnya mereka baru pacaran satu tahun"
"Baik resyah ataupun devano itu bukan sembarang orang yang bisa dekatin. Wajar saja jika Lea butuh waktu yang lama untuk dekat sama mereka"
"Tapi masalahnya, kak devano sekarang udah nikah sama kak resyah tapi tetap pacaran sama kak Lea"
"Apa? Bagaimana bisa" ucap Gilang yang tak menyangka akan hal itu
"Beneran kak. Makanya aku ajak kakak ngomong sekarang"
"Coba kamu ceritain lebih detailnya"
"Ini berawal dari kakeknya kak resyah meninggal. Dia nyuruh kak Resyah sama kak devano nikah. Tapi di sisi lain kak devano udah pacaran sama kak Lea. Karena itu merupakan keinginan terakhir kakek jadinya mereka berdua menikah. Tapi hubungan kak Lea sama kak devano tetap saja berlanjut.bukankah itu salah"
"Sekarang aku udah ngerti maksud kamu"
"Nggak hanya sampai disitu aja kak. Mereka bertiga membuat kesepakatan setelah satu setengah tahun kak devano dan kak resyah akan bercerai"
"Apa! Mereka udah gila. Ini tuh pernikahan bukan untuk main-main"
"Maka dari itu, aku nggak mau kalo sampai mereka bercerai"
"Terus apa kamu ada ide atau rencana untuk mempererat mereka"
"Ada sih kak cuma ini terlalu sulit"
"Memangnya apa ide kamu"
"Kalo kak devano dan kak resyah punya anak mereka nggak mungkin bercerai karena mama sama papa pasti nggak ngebiarin itu terjadi"
"Terus"
"Masalahnya, kak resyah dan kak devano itu nikah terpaksa bukan karena cinta. Dan mereka juga janji sama kak Lea untuk tidak berhubungan badan. Tidur juga terpisah"
"Kamu tahu dari mana itu semua"
"Aku sendiri yang dengerin mereka bertiga ngomong. Jadi kak bantuin aku ya"
"Memangnya apa yang bisa aku bantuin! Aku ngak bisa apa-apa"
"Kak Gilang masih sayang kan sama kak Lea"
"Aku juga nggak tahu" jawab Gilang ragu
"Tapi setidaknya bantu aku ngejauhin kak Lea sama kak devano. Hubungan mereka itu salah. Dan jika Kakak masih sayang sama kak Lea ini adalah kesempatan yang bagus untuk kakak bisa kembali sama dia"