
Bab 112
"Terus kita bakalan nikah tanpa cinta gitu"
"Ya mau gimana lagi"
"Kak, kita ini lagi bantuin untuk mempertahankan rumah tangga kakakku. Bukan bearti kita harus mempertaruhkan masa depan kita. Gini ya kak, aku tuh maunya menikah sekali seumur hidup dan pernikahan bukanlah untuk di permainkan kak. Itu adalah ikatan yang sakral"
"Adu adu adu. Gadis kecilku ini rupanya sudah dewasa" ucap Leon mengelus-elus kepala Delia.
Semua atraksi kedua orang tersebut tak luput dari penglihatan Gilang yang berada di parkiran, dan terus memandang ke rooftop. Tanpa berniat masuk ke dalam caffe ataupun Menghampiri Delia dan Leon.
"Kenapa juga aku malah ngikutin mereka ke sini. Sebenarnya, apa yang aku inginkan. Sudah semestinya kan mereka begitu, mereka juga sebentar lagi akan menikah" ucap Gilang kemudian pergi beranjak ke hotel.
Sesampainya di hotel, Gilang di sibukkan dengan pemikirannya sendiri. Frislya yang sedang berbicara pun tidak di tanggapi.
"Lang, kamu dengar nggak sih apa yang aku omongin barusan". Gilang hanya diam, dia tidak mendengarkan ucapan frislya dia masih sibuk dengan pemikirannya.
"Gilang, ada apa" ucap frislya menyikut lengan Gilang
"Hah, apa?"
"Kamu nggak dengar apa yang aku ucapin tadi"
"Ahh, maaf fris, gue nggak konsen tadi"
"Ada masalah ya"
"Nggak kok"
"Nggak biasanya kamu kayak gini"
"Hanya kecapek'an aja. Oh iya, kak Leon sama Delia bentar lagi akan nikah"
"Apa itu penyebab kamu nggak konsen kerja kayak gini"
"Nggak lah. Aku bilang itu ke kamu, agar kamu nggak terkejut aja mendengar berita pernikahan mereka nanti"
"Kabar dari hubungan mereka sudah tersebar di internet"
"Oh"
"Ya nggak lah. Masa iya, suka sama calon istri orang"
"Tapi kayaknya kamu benaran suka deh sama dia. Gimana kalo kita bilang sama mereka kalo kita udah nggak ada hubungan dan mengakhiri Kepura-puraan kita. Dengan begitu, kamu bisa dekatin Delia"
"Kamu ngomong apaan sih. Mereka tuh bentar lagi menikah, kalo kita hentikan Kepura-puraan kita sekarang di hari pernikahan mereka nanti kita yang akan malu"
"Ya, nggak apa-apa dong. Sebelum jalur kuning melengkung Lang, kamu bisa perjuangin cinta kamu"
"Aku nggak cinta ataupun suka sama Delia, fris"
------
Leon pulang ke rumah Lea, yang mana Lea seharian nggak bisa keluar dari rumah karena orang-orang Leon yang menjaga rumah itu.
"Kakak! Kakak apa-apaan sih ngurung aku di sini. Terus ngapain kakak datang ke perusahaan Resyah dan parahnya lagi kakak bilang Delia itu calon istri kakak"
"Delia memang calon calon istriku"
"Hahaha... Udah deh kak nggak usah becanda. Kakak membuat berita yang besar, kakak nggak takut dampaknya apa nanti jika para netizen tahu kebohongan dari hubungan kalian"
"Itu jika kami membuat hubungan dalam kebohongan. Nyatanya, kami benar-benar akan menikah"
"What! Tapi, beberapa Minggu yang lalu Delia itu pacaran sama Gilang"
"Mereka sudah putus. Dan aku mengunakan kesempatan itu untuk mendapatkan Delia"
"Nggak ini nggak benar, kak. Delia itu gadis kecil yang nggak ngerti apa-apa"
"Oh ya. Terus apa yang kamu lakuin selama ini benar gitu. Sadar ya, kamu itu udah di perbudak cinta tahu nggak"
"Kakak ngomong kayak gitu. Apa kakak lupa ngaca hah, kalo selama ini Kakak juga di perbudak cinta dengan mencari-cari keberadaan mantan kakak yang ntah pergi kemana itu"
"Itu dulu! Tapi sekarang, semuanya sudah berbeda, setelah aku bertemu dengan Delia. Dan sebaiknya, kau lupakan devano sebentar lagi dia kan menjadi seorang ayah. Kakak yakin, pasti ada orang yang akan mencintai kamu dengan tulus. Apa kamu tidak mau di cintai dan lebih mencintai seseorang orang yang sudah pasti tidak akan menjadi milik kamu"
Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️
Dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "BAD GIRL" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta 🙏🏻☺️