
Bab 156
"Mama kasih aja papa gendong baby keyra. Mama katanya tadi mau nemanin aku feeting baju" ucap Delia
"Eh, ngebet banget nih ya pengen nikah. Tanya dulu papamu setuju apa nggak dengan pernikahan kalian"
Gilang merasa gugup menunggu jawaban dari defra. Dia takut defra menolaknya, karena dulu dia sempat menolak untuk menikahi Delia
"Pa, dengarin Delia. Delia benar-benar minta restu dari papa, bukannya papa mau Delia buat cepat-cepat menikah. Sekarang, Delia sudah ada calonnya pa, jadi papa nggak perlu repot-repot lagi ngejodohin Delia sama anak rekan bisnisnya papa" ucap Delia mengenggam kedua tangan defra
"Papa pikirkan lagi"
"Pahhh, kalo papa banyak pikiran kayak gini. Mana bisa Delia nikah barengan sama kak devano"
"Papa bukannya nggak setuju. Cuma, waktu 3 hari itu terlalu cepat. Kalian juga harus tunangan dulu"
"Nggak usah tunangan juga nggak apa-apa pah. Kak devano dan kak Resyah dulu juga nggak tunangan kan?"
"Yaudah deh kalo itu mau kamu. Udah ngebet banget kayaknya pengen nikah"
"makasih papa memang yang terbaik" ucap Delia bukannya memeluk defra malah memeluk Gilang.
"Heum, belum mukhrim jangan asal nyosor aja kamu" ucap devano
"Hehehe, kesenangan kak. Lagian, e hari juga udah halal"
"Yaudah ayo devano, resyah dan kamu Delia. Kita feeting baju sekarang"
"Gimana dengan kak Gilang?" Ucap Delia
"Badan Gilang kayaknya nggak terlalu beda dari devano. Kita bisa pilih jas untuk Gilang yang seukuran Dengan devano nanti"
"Om, Tante kita pamit pergi dulu" ucap Leon
Yang hanya di angguki oleh Sarah dan defra. Akhirnya, Leon, Lea dan frislya keluar dari ruangan itu.
"Kak, kakak baik-baik aja kan?" Ucap Lea saat mereka berada di dalam mobil
"Maksud kamu?"
"Kakak kan baru putus sama Delia, tapi dia udah mau nikah aja sama Gilang. Kakak nggak diam-diam sakit hatikan?"
"Ya mua Gimana lagi, bukan jodoh bearti. Yang seharusnya nanya itu kakak, kan Gilang juga mantan kamu"
"Aku mah emang nggak ada perasaan apapun Sama Gilang. Asal bukan....." Ucap Lea menggantungkan ucapannya
"Asal bukan siapa? Apa kamu menyukai seseorang sekarang"
"Heum" Lea berdehem sambil tersenyum manis mengingat betapa baik dan perhatiannya Reyhan kepadanya.
"Siapa"
"Tapi, kakak sama kak frislya jangan ngomong ini ke siapa-siapa ya. Cukup kita aja yang tahu"
"Siapa sih orangnya. Biasanya kamu kalo suka sama orang itu kebaca banget. Ini kok beda"
"Ya, karena orangnya emang beda. Dia baik, perhatian dan segimanapun aku dia nggak pernah ninggalin aku sendirian"
"Apa orang itu Reyhan. Kan cuma dia yang selalu merhatiin kamu selama ini" tebak Leon
"Heum" ucap Lea mengangguk
Frislya yang menyimak pembicaraan mereka merasa sakit hati. Karena orang yang dia suka juga di sukai orang lain, yang menurutnya jauh lebih segala-galanya darinya.
"Kalian jangan omongin ini ke kak Rey ya. Aku bukannya nggak mau dia tahu aku punya perasaan ke dia, aku cuma takut dia ngejauh dari aku karena aku punya rasa sama dia. Aku takut dia nggak nyaman nantinya sama aku. Aku nggak mau jauh sama dia, apalagi sampai kehilangan dia. Aku nggak peduli dia suka balik atau nggak sama aku, yang penting aku selalu ada di dekatnya itu aja udah cukup"
"Ternyata Adek kakak udah bijak ya" ucap Leon mengelus-elus rambut Lea
"Iya dong, ini juga karena kak Rey. Kalo aja aku nggak Ketemu sama dia di Paris aku pasti sekarang masih sembunyi dan hidup dengan tidak tenang. Untung banget waktu itu ketemu sama dia" ucap Lea tersenyum manis
"Baguslah kalau begitu. Reyhan emang orang yang sangat baik, dia bahkan banyak di sukai orang. Namun, jika nanti dia nggak milih kamu sebagai pasangannya, kamu harus rela dan nggak boleh ngelakuin hal konyol lagi"
"Iya kak. Aku janji nggak bakalan berulah lagi"
Sementara itu, di rumah sakit tinggal defra, Gilang dan Reyhan.
"Saya ingin bicara serius sama kamu" ucap defra duduk di kursi samping brankar Gilang.
Gilang hanya mengangguk
"Kalo gitu, saya permisi keluar dulu" ucap Reyhan
"Tidak, tetap lah di sini. Apa yang mau saya sampaikan ini, juga berlaku untukmu nanti"
"Baik om" ucap Reyhan sopan
"Benar-benar menyukai Delia Gilang?" Tanya defra
"Bukan hanya suka om, tapi cinta"
"Sudah berapa lama kamu dekat dengan Delia?"
"Sejak Delia juga kerja di perusahaan om, kami selalu bersama dan saya merasa nyaman bekerja dengannya"
"Saya bertanya seperti itu, bukan bearti saya meragukan ketulusan kamu. Delia itu anak perempuan saya satu-satunya, jika nanti kalian sudah menikah tolong jaga dia dan sayangi dia sebagaimana kamu menyayangi orang tua mu. Jika dia salah tegur dia, jangan pernah gunakan tanganmu untuk menyakitinya, karena dari kecil saya sedikitpun tidak pernah memukulnya. Maka dari itu, dia tubuh menjadi gadis yang manja dan sangat berketegantungan. Jangan sakiti hatinya, dengan perselingkuhan. Jika kamu sudah tidak menyukainya lagi, kembalikan dia ke kami. Kami tidak akan marah dan akan menghormati pilihan kamu. Tidak perlu minder dengan perbedaan sosial, kami bahkan jauh lebih buruk keadaannya jika tidak bertemu dengan kakeknya resyah. Bahkan, devano juga belum tentu bisa menjadi seperti sekarang. Masalah harta, bisa di cari. Jikapun kalian mengalami ke sulitan, kami pasti akan membantu kalian sebisa kami"
"Saya janji om, akan menjadikan Delia satu-satunya wanita yang ada di hidup saya sampai saya berhenti bernafas. Saya akan berusaha menjadi suami yang baik, saya akan memaklumi kekurangannya, dan menerima kelebihannya. Saya akan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya, sehingga om, Tante devano, ataupun boss resyah tidak akan pernah mendengar keluhan tentang saya darinya"
"Baiklah, saya percaya sama kamu. Karena memang dari awal, saya juga pernah menawari kamu kan? Andai aja kamu nggak nolak tawaran saya waktu itu, mungkin sekarang saya sudah mengendong cucu dari kalian" canda defra
"Om bisa aja" ucap Gilang imut tertawa
"Apa yang om Katakan tadi juga berlaku untukmu Rey"
"Insyaallah om. Akan saya ingat nasehat om ini" ucap Reyhan
"Kamu kapan menikah Rey?"
Reyhan menggaruk lehernya bukan akrena gatal tapi karena binggung mau menjawab apa.
"Kak Rey itu nggak pernah pacaran om. Dia sibuk kerja sehingga nggak ada waktu buat itu" ucap Gilang
"Nggak ada waktu atau memang kamu terlalu memilih Rey. Om lihat, banyak anak-anak pebisnis yang suka sama kamu. Kenapa nggak kamu coba dekati aja salah satu dari mereka"
"Belum ketemu jodohnya aja, om"
"Kalo udah ketemu nggak usah pacar-pacaran lagi. Langsung aja nikah. Takutnya, kalo kelamaan di tunda bakal kayak Delia dan Leon. Berakhir tengah jalan"
"Maaf om, tapi Delia nggak pernah pacaran sama kak Leon. Mereka hanya pura-pura agar ngalihin perhatian media waktu itu" jelas gilang
"Mereka hanya pura-pura. Wahh pandai sekali mereka berakting, dan menipu dunia" ucap defra
"Kalian aja yang nggak ngeh. Kali aku sih, udah tahu dari dulu mereka cuma pura-pura. Keliatan banget dari gerak gerik mereka" ucap reyhan
"Kalo begitu bearti kita dong Lang yang bodoh" ucap defra terkekeh, begitupun dengan Reyhan dan Gilang.