COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
kejadian tak mengenakkan di lagi hari



"Orang yang benar-benar tulus nggak bakalan mudah untuk ngelupain orang Syah" ucap Reyhan


"Kayaknya orang-orang pintar itu setia tapi bodoh karena cinta" ucap Delia


"Apa yang kamu coba untuk bicarakan Syah"


"Ntahlah. Aku pikir aku ketemu dengan tiga laki-laki dengan tiga kisah yang berbeda"


"Oh ya"


"Ya, yang pertama kak devano dia itu kalo dilihat-lihat lebih perhatian ke kak resyah dibandingkan dengan kak Lea. Waktu kak resyah depresi kakeknya meninggal dia sangat panik tapi kalo sama kak Lea cara dia memperlakukannya berbeda. Kayak kak resyah itu prioritasnya gitu. Yang kedua kak Gilang terlalu sayang sama orang sampai nggak bisa ngelupain orang itu walaupun sudah lama berpisah dan disakitin sampai sehancur-hancurnya. Dan yang ketiga kak Rey sendiri, kak Rey justru belum memiliki sama sekali tapi udah nyerah gitu aja"


"Maksud kamu aku harus rebutin resyah dari kakak kamu gitu. Dan kacauin apa yang mereka lakukan sekarang"


"Eh eh eh. Ngak, ngak gitu maksud aku"


"Cinta itu nggak harus memiliki Delia. Jika mengikhlaskan jauh lebih damai kenapa harus memaksakan yang justru membuat luka semakin dalam"


"Kakak benar. Aku setuju sama kakak. Baguslah kalau kakak sudah ikhlas lagi pula kakak nggak pernah berhubungan dengan kakreayah sebelumnya setidaknya itu kan mempermudahkan kakak untuk ngilangin rasa suka kakak sama kak resyah"


"Justru melepaskan sebelum tergenggam itulah hak yang paling menyakitkan. Aku ngak tahu ala yang membuat kak Rey setegar ini" ucap Gilang dengan bersandar di kursi mobil dan mata terpejam


"Maksud dari perkataan kak Gilang apa" Gilang tidak menjawab


"Kak Rey apa Kakak mengerti apa yang di ucapkan kak Gilang barusan"


"Kamu masih kecil, nanti kalo udah jatuh cinta kamu akan ngerti semuanya" ucap Reyhan sedangkan Delia hanya cemberut


"Kalo kisah cinta perempuan bagaimana"


"Kalo kak Lea di itu orangnya kekeh apa yang dia mau harus dia dapetin nggak peduli itu benar atau salah,aku juga nggak tahu apa ini juga termasuk cinta atau ego sendiri. Terus kak resyah dia itu nggak pernah pacaran tapi tiba-tiba menikah dan kalo aku ngak punya cerita apapun"


"Jadi kamu bekum pernah pacaran" Delia menggeleng


"Baguslah kalau begitu. Kamu belajar aja dulu yang benar nanti kalo udah lulus baru deh cinta-cintaan"


"Apa aku nanti bakal dapat pacar yang setia dan pengertian dengan seperti kak Gilang"


"Kalo mau yang sepertiku itu tidak ada. Kalo mau sama aku sorry nggak Nerima bocil" ucap Gilang


"ihh" ucap Delia mendorong kepala Gilang " PD banget sih jadi orang. Lagi pula siapa juga yang mau sama kak Gilang yang nyebelin minta ampun" ucap Delia cemberut .


"Gilang kamu nginap di apartemen Kakak aja,kan kita juga satu kantor sekarang. Ini juga udah larut malam" gilang hanya mengganguk.


Delia pun sampai di depan rumah.


"Makasih ya kak udah di anterin" Reyhan hanya mengganguk.delia pun keluar dari mobil


"Byee hati²" ucap Delia melambaikan tangan


"Masuklah ke dalam rumah ini sudah malam"


Deliapun masuk kerumah, reyhan dan Gilang pun pergi ke apartemennya.


---------


Hari pun pagi resyah dan devano sama-sama terbangun dari tidurnya.mereka sama-sama kaget karena tidur seranjang.


"Aaaaaaaaa" mereka sama-sama berteriak.


"A-apa yang terjadi "ucap devano lalu duduk dan melihat sekelilingnya baju mereka berceceran di lantai"


"Kenapa kau tidak memakai baju" ucap resyah.


Devano pun langsung berbaring lagi dan menutupi tubuhnya pakai selimut.


"Kenapa pakaian kita berceceran di lantai" ucap devano


"Apa" ucap resyah lalu melihat tubuhnya yang ternyata tak memakai sehelai benang pun di balik selimut itu.


"K-kau pergilah ke kamar mandi dan pakai pakaianmu" ucap resyah lalu membalikkan badannya. Devano pun mengambil baju-bajunya dilantai dan masuk ke kamar mandi.


"Apa kau sudah pergi" ucap resyah memastikan bahwa devano sudah tidak ada disana.


"Sepertinya dia sudah pergi" resyah pun mengambil pakaiannya dengan berjalan tertatih-tatih karena merasa perih dibawah sana.


"Ini nggak mungkin terjadi " lalu pergi meninggalkan kamar tersebut dengan tubuh dibaluti selimut dan masuk ke kamar lain untuk memakai pakaian dan dengan cepat keluar dari apartemen itu tanpa sepengetahuan devano


Sementara devano baru keluar dari kamar mandi dan tidak melihat resyah disana.


"Kemana dia pergi, dan apa yang terjadi" devano duduk di ranjang kemudian mengingat-ingat kembali apa yang terjadi.


Tak lama kemudian diapun teringat kejadian semalam.


"Jadi,ini benar-benar terjadi" kemudian terdiam seperti patung


"Resyah" ucap devano kemudian berlari keluar mencari resyah. Berteriak-teriak memangil namanya.


"Resyah"


"Resyah"


"Resyah"


Devano pun mencari resyah disekitar apartemen namun tidak menemukannya. Akhirnya dia kembali lagi ke apartemen mengambil kunci mobil mencari resyah di sepanjang jalan.


"Apa mungkin dia kembali kerumah" ucap devano lalu melajukan mobilnya pulang kerumah.


Sesampainya dirumah dia tidak menemukan resyah. "Jika tidak ada dirumah apakah dia tetap pergi kekantor" lalu mengambil hpnya didalam celana dan menelpon reyhan


"Hallo Rey, apa resyah ada dikantor"


"Belum. Dia belum sampai dikantor"


"Oh baiklah.jika dia sudah ada dikantor beritahu aku"


"Kenapa? Ada masalah"


"Tidak. Pokoknya nanti hubungi aku setelah dia dikantor" lalu mematikan sambungan telpon


"Siapa" tanya Gilang


"Devano, kayaknya rencana kalian kemarin malam berhasil deh"


"Oh ya"


"Hemm, kihatan banget nih anak panik dan ketakutan mencari resyah"


"Aku rasa setelah bangun resyah langsung melarikan diri"


"Aku juga berpikiran seperti itu"


"Pasangan yang aneh" mereka berduapun tertawa.


Sementara itu resyah berjalan kaki ke kantornya sambil menangis.


"Kenapa ini bisa terjadi. Apa yang sebenarnya terjadi tadi malam" setelah sampai di depan kantornya resyah menghapus air matanya lalu masuk ke ruangannya tanpa membalas sapaan para karyawan yang menyapanya.


"Ada apa dengan siboss kenapa penampilannya sangat buruk hari ini. Baju itu juga baju yang kemarin dia kenakan" ucap karyawan yang menyapanya tadi


"Entahlah mungkin siboss lagi banyak pikiran" ucap karyawan yang satunya lagi.


Sementara itu resyah masuk keruangannya yang dimana sudah ada Reyhan dan Gilang yang menunggunya.


"Boss" ucap Reyhan


"Ngapain kalian diruanganku"


"Bukannya boss yang menyuruhku untuk menghadap boss hari ini" resyah hanya terdiam.


"Boss apa kau sakit, kau terlihat tidak sehat hari ini"


"Aku,aku baik-baik saja"


"Boss tidak berganti pakaian. Apa bisa tidak pulang kerumah dulu sebelum berangkat kekantor"


"Oh ya, apa yang terjadi semalam. Kenapa aku bisa nginap di apartemen itu"


"Boss ini bagaimana sih, masa lupa. itukan apartemen suaminya boss jadi nggak apa-apa dong nginap disana" ucap Gilang


"Bukan itu yang ku maksud"


"Boss apa kau lupa, tadi malam kau mengusir kami dari apartemen devano"


"Apa? Ma-mana mungkin itu terjadi"


"Itulah kenyataannya boss. Boss melempar kunci mobil kepadaku dan menyuruh kami semua pulang. Dan kami berempat pun pulang dengan manbawa Lea yang sudah mabuk. Setelah pergi kami juga tidak tahu lagi apa yang boss dan devano lakukan tadi malam"


"Apa benar seperti itu"


"Ya, boss bisa bertanya pada Gilang kalo nggak percaya"


"Iya iya boss itulah yang terjadi" ucap Gilang memastikan.


"Kenapa aku tidak ingat apapun" ucap resyah