
Delia lalu mengambil hp dan card-nya devano.
"nanti malam aku balikin. aku juga harus ke caffe nanti siang"
"hari ini kamu tunggu saja dimansion. dan jangan kemana-mana"
"tapi bosen kalo nggak ada teman"
"ya udah kalau kamu mau ke caffe Sekarang aja. kakak antarin. ingat jangan keluyuran"
"iya" ucap Delia
mereka bertiga lalu berangkat menuju caffe. sesampainya di caffe, Delia turun dari mobil.
"ingat jangan keluyuran" ucap devano
"iya. nih hp sama debit kakak. aku nggak butuh, orang udah disini juga" ucap Delia mengembalikan uang dan debit devano.
"aku masuk dulu" ucap Delia setelah devano mengambil uang dan debit dari tangannya.
dilain sisi, Leon pulang kerumahnya bersama Lea.
"kakak baru kesini. kemana aja Kakak kemarin"
"hotel"
"di hotel ngapain"
"melayani klien minum, dan mabuk Disana"
"ya udah. aku mau berangkat kerja dulu. kalo kakak mau makan pesan aja makanannya"
"kamu nggak ada niatan buat Masakin makanan buat kakak"
"kakak lupa atau gimana? aku nggak bisa masak"
"tinggal di sini bertahun-tahun kakak pikir kamu udah bisa masak"
"kakak pesan aja makanannya. aku berangkat kerja dulu" ucap Lea lalu beranjak pergi.
hanya mengangguk, dia lalu memasukkan kopernya ke dalam kamar.
"aku harus ketemu sama Delia. dia mungkin ada di caffe sekarang". ucap Leon beranjak pergi ke caffe menggunakan taksi.
Leon sampai di caffe, dia mencari-cari keberadaan Delia. akhirnya dia memesan makanan.
"mau pesan apa kak" ucap pelayan
"hamburger, pizza dan jus tomat"
"baiklah, tunggu sebentar ya kak"
Leon mengganguk lalu berucap "apa Delia ada di sini"
"iya kak, kebetulan Nina ada disini"
"dia ada di dapur saya akan panggilkan kak" ucap pelayan itu lalu beranjak pergi.
"nona, ada seseorang mencari nona di meja no 17" ucap pelayan itu setelah berada di dapur
"siapa"
"laki-laki yang bersama nona kemarin"
"dia memesan makanan"
"iya nona"
"cepat siapkan, aku akan membawanya kesana"
setelah pelayan itu menyiapkan makanan, Delia pun membawanya ke meja Leon.
"ternyata kakak, ini pesananmu" ucap Delia meletakkan makanan di atas meja lalu duduk.
"kau terluka, tadi malam"
"hanya luka kecil"
"biar ku lihat, yang mana lukanya
ala aku memukulmu tadi malam" ucap Leon menarik tangan Delia
"kak Leon, lukanya di kaki bukan di tangan" ucap Delia menarik tangannya.
"dikaki?"
"he'em. nih lihat" ucap Delia memperlihatkan kakinya yang berperban
"bagaimana kamu bisa terluka. apa itu karena ulah ku. aku tidak mengingat apapun tentang tadi malam"
"nggak apa-apa kok, kak. ini juga bukan salah kakak. lagian lukanya dikit doang kok"
"emangnya apa yang aku lakukan tadi malam"
"kakak mabok, terus tidur. aku coba bangunin, setelah kakak bangun, kakak bawa sebotol alkohol berjalan keluar. terus botol itu jatuh dan pecahannya mengenai kakiku"
"seharusnya aku tidak minum kemarin"
"kalo kakak nggak minum. kakak nggak mungkin bisa cerita"
"aku menceritakan semuanya"
Delia menganggukan kepalanya lalu berucap "Sepertinya kita mempunyai nasib yang sama. kakak tenang aja aku akan bantuin kakak buat lupain kak frislya. Dan ya, foto kak frislya yang ada di dompet kakak udah aku buang"
"kau membuangnya" ucap Leon memeriksa dompetnya.
"ya. memangnya kenapa? kakak masih mau menyimpan foto dari tunangan orang lain"