
Gilang hanya diam.
"Gimana Kakak setuju nggak bantuin aku"
"Aku nggak bisa bantu apa-apa Delia. Kenapa nggak minta bantuan sama kak reyhan aja"
"Kak reyhan itu suka sama kak resyah.tapi walaupun begitu aku rasa dia bukan orang yang bodoh untuk nerusin perasaannya sama kak resyah. Aku juga udah ngomongin ini sama dia"
"Baiklah kalo begitu aku akan bantu kamu"
"Kaka serius" ucap Delia kesenangan.gilang hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.
"Kita harus cepat buat kak devano sama kak resyah punya anak. Karena beberapa hari lagi aku akan berangkat ke London untuk kuliah"
"Kalo begitu kita harus cari cara secepatnya. Aku nggak mungkin bisa membuat devano dan Reyhan punya anak kalo nggak ada kamu rasanya akan sangat aneh"
"Aku punya ide" ucap Delia tersenyum puas
"Apa"
"Gimana kalo kita adakan pesta nanti malam.sebut aja pesta ini sebagai pesta bergabungnya kakak berkerja di perusahaan kak resyah. Nanti kita undang mereka berdua. Terus kita buat kak devano dan kak resyah mabuk . nanti kita kunciin deh mereka berdua didalam kamar.otomatis mereka pasti melakukan hal semestinya sebagai suami istri"
"Nggak semudah itu buat orang mabuk delia.kalo mereka minumnya dikit otomatis nggak akan mabuk. Karena tingkatan mabuk setiap orang itu beda-beda"
"Ya kita masukin aja alkohol yang sekali teguk langsung mabuk gitu"
"Kalo kita cuma ngundang mereka berdua, sama aja bunuh diri. Ketika sadar mereka akan langsung tahu itu perbuatan kita. Lagi pula kalo cuma mabuk belum tentu mereka ngelakuin hal 'itu'. "
"Yaudah kalau gitu kita undang juga kak Lea dan kak Reyhan biar nggak ketahuan"
"Itu bagus"
"Tapi gimana kalo yang kakak bilang tadi benar. Setelah mabuk mereka Ngak ngelakuin apapun. sia-sia dong usaha kita"
"Itu nggak mungkin sia-sia kalo kita masukin obat, aku rasa kamu pasti tahulah obat apa yang ku maksud"
"Kakak benar, ya ya kita harus masukin obat itu keminuman mereka nanti".
"Tapi kakak kok sampai kepikiran sama obat itu, jangan-jangan kakak sering gunain ya"
"Jangan sembarang ngomong kamu. Kamu pikir aku ini lelaki sebejat itu apa."
"Terus kenapa sampai kepikiran sama obat itu"
"Dulu temenku seorang gigolo dan dia sering menggunakan obat itu"
"Yang benar aja kakak temenan sama orang kayak gitu"
"Apa salahnya dari berteman. Baiknya kita ambil buruknya kita jadikan pelajaran,dan jangan sampai kita terpengaruh sifat buruknya."
"Ada benarnya juga. Sekarang udah sore ayo kita jalankan rencanakan kita"
"Memangnya, mau Adain pesta dimana"
"Udah ikut aja,"
"Kemana?"
"Banyak nanya lagi,nurut aja kenapa sih"
------
Sementara itu devano, resyah, Reyhan dan Delia masih berada di restoran.
"Kamu kenapa nggak pernah cerita tentang mantanmu yang tadi itu"
"Memangnya apa yang harus di ceritain. Itu udah masa lalu yang penting itu sekarang aku sama kamu" ucap Lea memegang tangan devano
"Ya tetap aja, apapun itu kamu harus cerita sama aku"
"Iya iya,aku minta maaf.lain kali aku bakal ceritain sama kamu apapun itu"
"Cemburuan banget Van, ingat kamu itu punya istri" ucap Reyhan
"Apaan sih kak Rey, kak Rey tahu kan bagaimana pernikahan itu terjadi"
"bagaimana pun itu terjadi pernikahan tetaplah pernikahan"
"Nggak usah munafik deh kak Rey, kak Rey itu bicara seolah-olah kak Rey itu nggak sakit hati aja sama pernikahan mereka" ucap Delia penuh emosi
"Sudahlah,ngak perlu marah-marah kayak gitu. Malu dilihatin orang, kembalilah duduk" ucap resyah.delia pun kembali duduk.
"Reyhan, kamu nggak usah mengkhawatirkan tentang pernikahan kami. Kami akan mengurusnya dengan cara kami sendiri"
"Dengarin tuh" ucap Lea
"Aku hanya menyampaikan pendapatku. Terlebih lagi kalian ini orang-orang yang selalu berada di sekelilingku. Namun jika kalian tidak menyukainya aku minta maaf. terlebih lagi ini memang bukan urusanku"
"Udah ngak apa-apa kok santai aja" ucap devano
"Rey ayo balik ke kantor" Reyhan hanya meny
"Tunggu dulu masih ada yang ingin kita bicarakan" ucap lea
"Apa"
"Duduklah dulu" ucap devano
"Cepatlah bicara. Kami sudah dari tadi meninggalkan kantor"
"Santai lah Syah. Kamu itu CEO nya. Dan kantor itu milikmu. Tidak akan ada yang marah jika terlambat ataupun tidak masuk ke kantor" ucap devano
"Ini soal kedisiplinan waktu dan tanggung jawab bukan kepemilikan"
"Baiklah kalau memang kalian terburu-buru,Aku akan to the point"
"Bicaralah cepat"
"Lea ingin ikut tinggal bersama kita"
Deg
"Apa?"
"Boleh ya Syah. Aku nggak tenang kalo kalian cuma tinggal berdua di rumah itu. Kamu juga bisa ajak Reyhan biar rame"ucap lea
"Nggak usah bawa-bawa aku kedalam masalah kalian. Aku nggak mungkin tinggal di rumah satu atap sama perempuan apalagi istri orang"
"Ihhh,nggak usah munafik deh kak Rey ini tuh buat kebaikan kita semua"
"Itu namanya demi kebaikan kamu sendiri. Aku nggak mau, Dan masih punya harga diri"
"Lagi pula rumah aku tuh bukan kos-kosan yang siapa aja bisa tinggal di sana. Kamu tau kan Van kalo aku nggak suka ada orang asing di rumah aku"
"Tapi kita kan udah lama berteman masa kamu masih anggap aku sebagai orang asing"
"Jika kalian memang ingin tinggal bersama,Silahkan. Tapi rumah aku bukan tempatnya"
"Kamu nggak mau ngajak aku karena kamu cuma mau tinggal berduakan sama devano, kamu pasti mau rebut devano dari kamu"
"Aku bisa pinjamkan apartemen untuk kalian jika kamu benar-benar ingin tinggal bersama devano tapi tidak dengan rumahku. Dan aku nggak pernah sedikitpun ingin merebut devanomu itu"
Lea hanya terdiam
"Aku rasa itu sudah jelas. Jika kalian ingin tinggal bersama kabari aku, aku akan mempersiapkan apartmentnya. Ayo Rey kita pergi" merekapun pergi
"Resyah itu benar-benar nggak ngertiin kita banget sih, apa dia sengaja"
"Resyah nggak Lea. Memang permintaan kamu ini keterlaluan. Saking nggak maunya resyah ada orang luar masuk rumahnya satupun nggak ada pembantu atau penjaga dirumahnya"
"Tapi aku bukan orang asing devano"
"Itu menurutmu"
"Kita udah berteman lama dan dia masih anggap aku orang asing"
"Bukankah itu sudah jadi sifat aslinya"
"Yaudah kalo gitu kita tinggal aja di apartemen resyah atau kalo nggak tinggal di rumah aku juga nggak apa-apa"
"Lea mana mungkin kita tinggal cuma berdua.kita itu belum menikah"
"Ya nggak apa-apa"
"Jangan gila dong"
"Terus kamu mau tinggal sama resyah berdua gitu dan kamu hanya mau tinggal dirumahnya"
"Bukan gitu Lea. Gini yah mama sama papa akan marah kalo aku nggak tinggal sama resyah. Tadinya aku pikir kalo resyah akan ngebolehin kamu tinggal disana kita akan beralasan kemama papaku kalo kamu itu temannya resyah yang numpang menginap dari luar negeri. Tapi resyah nggak mau, dan sebenarnya aku juga sudah menduga itu. Tapi aku tetap nanya walaupun sudah tau jawabannya karena kamu, aku nggak mau kamu kecewa. Tapi, untuk hanya tinggal berdua sama kamu itu benar-benar nggak mungkin.itu hanya akan nambah masalah saja. Bukan tentang masalah tempat tinggalnya.jadi aku benar-benar minta maaf sama kamu tolong banget ngertiin keadaan aku sekarang"
Sementara itu resyah dan Reyhan berada di perjalanan menuju kantor.
"Syah apa aku boleh ngomong"
"Hemm"
"Sebelumnya aku benar-benar minta maaf karena harus ikut campur urusan kalian. Tapi apa yang kamu katakan tentang Lea dan reyhan tinggal bersama aku sama sekali nggak setuju. Itu terlalu beresiko"
"Maksud kamu"