
Bab 116
"Resyah, sayang. Apa yang Devano bicarakan itu benar sayang. Ini demi kebaikan kamu" ucap Sarah mengelus-elus rambut resyah.
"Jika ini demi kebaikanku maka selamatkan bayi ini. Karena percuma juga aku hidup jika dia tidak hidup. Atau kalian ingin aku hidup dalam kegilaan hah" ucap resyah dengan tangisan pilunya
Devano langsung memeluk resyah erat "oke. Kita akan selamatkan bayi kita" ucap devano tanpa terasa air matanya dari tadi menetes.
Begitu juga dengan orang-orang yang berada di sana, hanya terdiam dan merasakan kesedihan juga.
"Kamu nggak bohong kan Van" ucap resyah menatap wajah devano melihat keseriusan ucapan devano.
"Aku janji akan menyelamatkan anak kita" ucap devano lalu mengecup kening resyah
"Devano" teriak Sarah
"Ini keputusan yang terbaik mah"
"Ayo kita pulang" ucap resyah. Devano hanya mengangguk.
"Aku akan membawanya pulang. Kalian kembali lah kekantor" ucap devano, lalu mengendong resyah ala bridge style keluar dari rumah sakit itu.
Sementara itu Lea memposting videonya lagi di media sosialnya.
"Apa kalian tahu, kakakku Leon argantara memarahiku karena aku membuat pengakuan dari video yang kemarin. Bahkan kakakku berada di pihak mereka, karena Delia adik iparnya resyah. Kakakku bahkan membelikannya kalung keluaran terbaru dari Jepang, yang harganya setara dengan dua mobil sport, sedangkan aku dia tidka membelikan hadiah apapun untukku. Aku sangat sedih, tidak satupun orang yang mendukungku. Padahal di sini aku yang tersakiti, aku yang terhianati. Dan kakakku juga, seharusnya dia membelikan dua kalung. Satu untukku dan satunya lagi untuk Delia. Tapi, Sepertinya dia melupakan aku sebagai adik kandungnya" ucap Lea mengeluarkan air mata palsunya. Itu isi dari video postingan lea.
Sementara itu di mansion, devano membaringkan resyah di ranjangnya. Resyah sudah tertidur sejak di dalam mobil.
Devano mengecek ponselnya yang menerima bukti. Devano menyuruh orang di kantornya mengirim CCTV dua Minggu yang lalu. Dan benar saja, di sana tampak Lea yang menukar vitamin resyah.
"Benar-benar keterlaluan! Lihatlah, aku akan membuat perhitungan denganmu" ucap devano tersalur emosi.
"Jadi ini maksud dari ancamanmu tempo hari, Lea" ucap devano
Sementara itu, 2 mobil baru sampai di parkiran perusahaan utama. Mobil pertama ada Reyhan dan Gilang sementara mobil kedua ada Delia dan Leon.
Saat mereka berempat keluar dari mobil, wartawan dengan cepat mengerumunin mereka. Bahkan para wartawan itu bertambah banyak dari tadi pagi.
"Leon apakah benar, kau memberikan kalung mahal untuk Delia, sebagai oleh-oleh sepulang dari Jepang" ucap wartawan satu
"Kalung apa yang kalian bicarakan" ucap Delia yang kebingungan. Padahal dia, tidak menerima hadiah apapun dari Leon.
"Kau tidak tahu, atau berpura-pura tidak tahu" ucap wartawan 2
"Kami melihat postingan Lea argantara yang mengatakan dia tidak di belikan Kakung oleh Leon argantara. Tapi leoan argantara membelikan kalung yang seharga dua mobil sport"
"Apa" teriak Delia.
Gilang membuka internet, dan memperlihatkan video postingan Lea kepada reyhan, Leon dan Gilang.
"Kalian benar-benar mengacaukan rencanaku. Aku bahkan belum memberikan kalung itu pada Delia" ucap Leon setelah menonton postingan lea
"Jadi benar kau membelikan kaluang untuk delia dan tidak membelikan untuk Lea juga"
"Banar"
"Kenapa kau tidak membelikan untuk Lea juga. Apa benar kau marah karena Lea mengklarifikasi hubungannya dengan devano. Dan kau berpihak pada mereka karena Delia calon istrimu ini adiknya devano"
Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️
Dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "BAD GIRL" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta 🙏🏻☺️