COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Pingsan



Bab 83


Gilang menahan emosinya. Dia menatap Delia dengan tatapan yang mengerikan. Seketika membuat Delia takut.


Gilang menarik napas kasar sebisa mungkin dia mengendalikan emosinya. Sesaat kemudian dia kembali masuk ke dalam hotel meninggalkan Delia


Delia pun beranjak pergi dari sana. Delia menunggu taksi di pinggiran jalan.


Delia melihat kakinya yang terluka semakin banyak mengeluarkan darah. Apalagi pecahan beling itu masih menempel di kakinya. Dia tidak berani mencabut nya.


Gilang kembali ke parkiran membawa kotak p3k. Dia tidak melihat Delia disana.


"Dia pasti belum jauh dari sini" ucap Gilang dia lalu mencari Delia.


Tak lama kemudian diapun melihat Delia duduk di pinggir jalan. Gilang langsung menghampirinya.


Tanpa basa basi lagi Gilang langsung mengobati luka Delia.


"Belingnya belum lepas. Kau tahan aku akan mencabutnya. Jika kau takut melihatnya kau pejamkan matamu" Delia tidak menjawab apapun tubuhnya sudah lemas karena mengeluarkan banyak darah dari tadi, namun dia mencoba untuk tetap sadar.


Gilang yang melihat Delia pun langsung khawatir. "Hey, kau kenapa" ucap Gilang yang melihat wajah Delia memucat dan sudah kehilangan kesadaran.


----------


Devano dan resyah menunggu resyah di ruang utama mansion. Mereka sangat khawatir dengan Delia, karena jam sudah menunjukkan pukul 01:05 pagi. Sementara Delia belum juga pulang.


"Kemana sebenarnya Delia. Ini sudah jam satu pagi tapi dia belum juga pulang. Padahal caffenya tutup jam dua belas malam"


"Coba hubungi caffe, mungkin dia masih disana sekarang" ucap resyah


"Aku sudah mencarinya kesana tapi tidak ada. Karyawannya juga bilang Delia tidak kembali setelah pergi saat bersama kita. Dan aku juga sudah mengeceknya di kampus. Dan tidak ada pelajaran malam di sana"


Sementara itu, Gilang membawa delia kerumah sakit. Delia langsung di masukkan kedalam ruangan sementara Gilang menunggu di luar.


"Aku harus kasih tahu boss Delia ada disini. Jangan sampai Delia terkana masalah lagi nanti" ucap gilang lalu menelpon resyah.


Tanpa menunggu lama resyah pun menkawab panggilannya.


"Hallo, Gilang ada apa. Kau sudah pulang dari hotel"


"Aku di rumah sakit boss"


"Kau di rumah sakit. Siapa yang sakit"


"Baiklah. Kami segera kesana. Kalian berada di rumah sakit mana"


"Rumah sakit terdekat dari hotel"


"Baiklah"ucap resyah mematikan sambungan telpon.


"Kenapa Gilang nelpon malam-malam begini" ucap devano


"Delia. Delia masuk kerumah sakit"


"Apa. Tapi kenapa"


"Udah jangan banyak tanya. Lebih baik sekarang kita kesana"


"Biar aku saja yang ke sana. Kau tunggulah disini "


"Apa maksud. Aku ingin melihat keadaan Delia"


"Kau sedang hamil. Tidak baik keluar malam-malam begini"


"Kalau begitu kita ke rumah sakit pisah mobil saja"


"Oke-oke. Kau ikut". Mereka lalu beranjak menuju rumah sakit


Sementara itu, di rumah sakit. Gilang bertanya keadaan Delia pada dokter.


"Dokter, bagaimana keadaannya"


"Dia pingsan karena terlalu mengeluarkan banyak darah. Dan mungkin, karena stress saja. Kita tunggu saja, sampai dia sadar besok pagi"


"Baiklah dokter terimakasih"


"Kalau begitu saya tinggal dulu" ucap dokter diangguki oleh Gilang.


Gilang kemudian masuk keruangan Delia, dia duduk di kursi samping Delia berbaring. Gilang menatap intens wajah Delia yang pucat itu.


Beberapa saat kemudian, resyah dan devano datang.


"Bagaimana keadaan Delia. Kenapa dia bisa masuk rumah sakit" ucap devano


"Dokter bilang, Delia pingsan karena terlalu banyak ngeluarin darah dan stress"