
Bab 58
Resyah dan Gilang mengecek dokumen-dokumen hotel. Tiba-tiba perut resyah mual, resyah berlari menuju kamar mandi Gilang yang khawatir pun mengikutinya. Resyah muntah-muntah disana.
"Boss kau baik-baik saja". Resyah hanya mengangguk, kemudian kembali muntah.
Gilang yang melihat resyah pun khawatir lalu mendekati resyah dia memijat-mijat tengkuk resyah.
"Tolong ambilkan aku minum" ucap resyah setelah selesai muntah. Gilang bergegas mengambil air.
"Ini boss" ucap Gilang memberikan segelas air. Resyah meminum air itu.
"Apa sudah tidak mual lagi boss"
"Rasanya sudah agak enakan" tiba-tiba saja badan resyah kembali mengigil dan perutnya terasa sangat sakit.
Resyah memegangi perutnya dengan badan yang bergetar dia berucap "dingin"
"Boss aku akan mengantarmu kerumah sakit"
"Tidak. Jangan bawa aku kesana"
"Tapi boss"
"Aku tidak apa-apa. Kita pulang saja, aku lupa meminum vitamin hari ini" ucap resyah terus memegangi perutnya
"Apa bisa tidak membawanya" resyah mengeleng. Gilang membantu resyah berdiri.
"Boss kuat jalan" resyah hanya mengangguk. Gilang lalu memapah resyah kemobil.
"Hati-hati" ucap Gilang ketika resyah masuk kedalam mobil. Gilang lalu menutup pintu mobil setelah resyah duduk dengan nyaman. Diapun memasuki mobil dan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi menuju mansion.
Sesampainya di mansion Gilang memapah resyah masuk mansion.
"Kau istirahatlah" ucap resyah melepaskan tangannya dari bahu Gilang
"Aku akan membantumu naik keatas boss"
"Tidak apa-apa. Aku akan menaiki lift. Kau pergilah beristirahat"
"Aku akan menemanimu naik lift"
Resyah lalu memasuki lift. Gilang terus memperhatikannya sampai resyah tak terlihat lagi. "Aku harus kasih tahu devano." Ucap Gilang lalu beranjak ke kamar devano.
Gilang mengetuk-ngetuk pintu kamar devano. Tak lama kemudian devano pun keluar
"Kau, ada apa. Apa kau pulang bersama resyah"
"Ya. Kami pulang bersama. Tapi resyah dalam keadaan yang tidak baik sekarang"
"Kenapa? Dimana dia sekarang"
"Dia menaiki lift. Dia bilang dia lupa meminum vitaminnya. Badannya begitu gemetaran"
"Baiklah terimakasih" ucap devano lalu dnegan cepat menuruni tangga dan memasuki lift.
Sementara itu resyah membuka pintu kamar Mendiang orangtuanya. Dia sangat terkejut melihat Lea berbaring disana.
"Leaa" teriak resyah. Resyah lun terbangun dari tidurnya dan kaget melihat resyah.
"Re-resyah. Kamu ngapain disini"
"Seharusnya aku yang nanya sama kamu ngapain kamu disini. Lancang banget kamu masuk ke kamar ini. Bukankah sudah ku peringatkan dari awal kalian hanya menempati lantai satu"
"Apa salahku. Aku hanya penasaran dan tidak sengaja tertidur disini. Aku juga tidak merusak ataupun mencuri apapun disini"
"Ikut aku" ucap resyah menahan emosi dan sakit di perutnya. Resyah menarik tangan Lea keluar dari kamar itu.
Saat berada di depan lift, lift terbuka dan disana ada devano. Resyah lalu menarik Lea masuk ke dalam lift tanpa mempedulikan devano.
Resyah terus menggenggam tangan Lea sampai lift itu terbuka. Mereka telah sampai di lantai satu.
Resyah menarik Lea keluar dari mansion.
"Mulai sekarang kau pergilah dari mansionku." Usir resyah.
"Syah ada apa ini" ucap devano yang mengikuti mereka dari tadi.
"Kau diam. Dan kau jika kau ingin terus bersama dia bawa dia pergi bersamamu".
Reyhan dan Delia baru kembali mereka bingung melihat keributan itu. Begitupun dengan Gilang yang keluar dari kamar mendengar keributan