
Bab 130
"Ide yang bagus. Tapi, kita harus menyusun rencana sebaik mungkin untuk itu" ucap defra
"Aku ada ide. Bagaimana jika kita membagi tugas saja. Agar permasalahan cepat selesai. Tapi, kita perlu bantuan Leon dan om defra. Apa bisa " ucap resyah
"Maksud kakak, bagaimana?" ucap Gilang
"Aku akan menyelesaikan permasalah di cabang-cabang Perusahaan luar negeri. Gilang dan Delia akan tetap menemani resyah di sini, sekaligus mengurus caffe. Leon akan membantu devano di Perusahaannya, dan om defra akan mengurus Maslah perhotelan bersama frislya. Dengan begini, setiap masalah yang ada akan cepat terselesaikan"
"Ide bagus. Tapi, bisakah kau menyelesaikan masalah di cabang-cabang Perusahaan luar negeri sendirian. Jika tidak, bawa Gilang ikut bersamamu" ucap resyah
"Tidak, Gilang lebih di perlukan di sini. Aku akan berusaha sebaik mungkin di sana" ucap Reyhan.
"Kapan kau akan ke luar negeri?" Ucap devano
"Secepatnya. Karena, lebih cepat, lebih baikkan"
"Kalau begitu, aku yang akan mengantarmu ke bandara nanti" ucap devano
---------
Hari beranjak sore, semua orang pun bergegas pulang. Para wartawan pun sudah tidak pernah lagi menunggu di depan perusahaan Resyah.
"Aku akan mengantar resyah dan Delia pulang dulu. Rey, nanti aku akan menjemputmu di apartemen" ucap devano
"Gimana kalo aku aja yang antarin mereka pulang, biar kamu nggak bolak balik juga Van" ucap Leon
"Baiklah, aku titip mereka sama kamu. Dan kamu Del, jangan ke caffe dulu sebelum kakak kembali"
"Siap kak"
Mereka pun pergi ke tempat tujuan masing-masing.
Devano menunggu Reyhan di dalam mobil, sedangkan Gilang membantu reyhan berkemas-kemas.
"Kakak akan lama di sana"
"Ntahlah, kita lihat saja nanti. Jika masalahnya cepat kelar ngapain juga lama-lama di sana kan"
Gilang menganguk.
"Apapun yang terjadi jangan lupa kasih tahu aku"
"Oke kak"
Setelah selesai berkemas-kemas mereka pun langsung pergi menuju bandara. Sementara Gilang, mengekori mobil devano dari belakang dengan motornya
20 menit kemudian mereka pun sampai di bandara.
"Hem kalian juga" ucap reyhan.
"Terimakasih untuk semuanya"
",Ini sudah semestinya"
"Kak Rey, jaga kesehatan disana" ucap Gilang memeluk reyhan
"Kau juga"
Acara perpisahan itupun selesai, Reyhan sudah memasuki pesawat. Devano pulang ke mansion, sementara Gilang pergi ke caffe Delia, untuk makan.
Leon menunggu devano kembali didalam mobilnya.
"Kau belum pulang?" Ucap devano mengetuk-ngetuk pintu mobil Leon
"Aku menunggumu kembali. Mereka hanya berdua di sini, aku khawatir jika sesuatu terjadi pada mereka sebelum kau kembali"
"Baiklah, terimakasih"
"Aku pergi dulu"
"Tunggu. Delia mungkin akan ke caffe sekalian antarkan dia"
"Tapi aku tidak bisa menemaninya di caffe. Aku harus mencari Lea"
"Tidak masalah. Nanti aku yang akan menjemputnya, tunggu sebentar aku akan memanggilnya"
Devano lalu masuk ke dalam mansion, ternyata resyah dan delia menunggunya di ruang utama.
"Del, Leon akan mengantarmu ke caffe. Cepatlah ke luar"
"Baiklah kak aku pergi dulu"
Devano mengangguk, Delia pun beranjak masuk ke dalam mobil.
Mobil Leon pun meninggalkan halaman mansion resyah.
"Aku tidak bisa menemanimu di caffe, maaf"
"Nggap apa-apa kok kak. Biasanya juga aku sendiri kan"
"Kamu hati-hati di sana, jangan pulang larut malam. Jika devano tidak bisa menjemputmu nanti, hubungi aku. Aku akan mencari Lea, ntah kemana perginya anak itu"
Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️ dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul BAD GIRL dan SILENT DEADLY ya reader's tercinta 🙏🏻☺️