
Bab 56
"Aku disini aja kak. Lagian nanti aku di katain karyawan-karyawan lainnya lagi. Kaki seruangan sama kakak"
"Jadi kalian tetap ingin seruangan". Delia mengangguk.
"Apa pekerjaan kalian sudah selesai"
Mereka bertiga menggeleng.
"Kalau begitu kalian selesaikan pekerjaan kalian di caffe aja. Sambil makan-makan"
"Boleh juga tuh boss" ucap Gilang. Mereka lalu beranjak pergi membawa laptop mereka masing-masing kecuali resyah.
Mereka lalu pergi menuju caffe dengan dua mobil. Resyah dan Delia, dan mobil satunya lagi Gilang dan Reyhan.
Sesampainya di caffe mereka langsung duduk di lantai paling atas menyantap makanan.
"Kau menamakan hotel ini DR.G CAFFE Delia" ucap resyah
"Iya kak, singkatan dari Delia, resyah, Reyhan dan Gilang" resyah hanya mengangguk mengerti.
"Nama devano nggak di sebut Del" ucap Reyhan
"Kakak ku itu tidak ada campur tangannya sedikit pun di caffe ini. Jadi nggak usah bawa-bawa nama dia"
"Perhitungan banget lho sama saudara sendiri" ucap Gilang
"Itu kenyataannya. Tapi nanti kalo dia nanya aku bakal sebutin nama dia juga" ucap Delia nyengir
"Kau tidak membuat acara peresmian caffe mu ini Del" ucap Reyhan
"Ngakk usah kak. Lagian kita udah promosiiin di internet dan bagi-bagiin brosur"
"Itu beda Del, presmian ini untu dirimu sendiri sebagai owner caffe ini"
"Nggak perlu lah kak, hal-hal seperti itu sangat membosankan"
Beberapa saat kemudian merekapun selesai makan.
"Boss pekerjaan ku sudah selesai. Apa kita pergi ke hotel sekarang"
"Baiklah. Delia kakak pergi dulu. Rey bawah Delia pulang nanti"
"Aman. Kamu tenang aja Syah"
25 menit kemudian merekapun sampai di hotel.
Saat menuju keruangannya mereka di saa oleh para karyawan-karyawan dan hanya dibalas senyuman oleh mereka berdua.
"Kau siapa" ucap Gilang yang terkejut melihat seorang wanita duduk di kursi kepemilikannya selama satu Minggu ini.
"Kau kembali" ucap resyah
"Ya, sesuai janjiku pada kakek 2 tahun yang lalu, setelah menyelesaikan pendidikan aku akan kembali dan membantunya mengurus hotel ini"
"Gilang perkenalkan ini frislya. Dia orang-orangnya kakek sama seperti reyhan. Dan frislya perkenalkan dia adalah gilang orang yang mengurus hotel ini Sekarang"
"Frislya" ucapnya mengulurkan tangan kepada Gilang
"Gilang" ucap Gilang menyambut uluran tangan frislya
"Aku sudah mendengar tentangmu dari para karyawan tadi"
"Kalian bisa bekerjasama untuk mengurus hotel ini sekarang"
"Bukankah tuan Jordy memiliki 5 cabang hotel. Aku akan mengurus 2 hotel dan Gilang mengurus 3 lainnya. Dengan begitu pekerjaan akan lebih mudah"
"2 cabang hotel lainnya sudah kakek berikan kepada reyhan"
Frislya mengangguk mengerti. "Reyhan tidak kesini"
"Dia di hotelnya sekarang"
"Aku kerumah sakit kemarin untuk menjenguk tuan Jordy. Tapi dokter bilang tuan Jordy sudah meninggal 3 bulan yang lalu. Kenapa kalian tidak memberitahuku soal kepergian tuan. Aku bisa kembali jika kalian memberitahuku"
"Maaf karena telah melupakanmu. Kepergian kakek sangatlah tiba-tiba waktu itu. Padahal sebelum hari itu keadaannya sudah membaik" ucap resyah kembali sedih.
"Kau sudah disini seharian" ucap resyah tidak ingin berlarut-larut dari kesedihannya lagi
"Aku kesini dari jam makan siang"
"Kalau begitu kau pulanglah dulu. Besok kembalilah bekerja. Kalian akan mengurus hotel ini bergantian. Kau disiang hari dan Gilang di malam hari. Karena Gilang memiliki dua pekerjaan lainnya lagi di perusahaan"
"Tidak, Aku akan pulang sesuai jam pulang. Jadi kita akan bekerjasama di malam hari" ucap frislya tersenyum manis pada Gilang.
"Tidak. Itu tidak adil bagimu"