
Delia yang bosan sedari tadi hanya rebahan di kamar akhirnya memutuskan untuk keluar.
"Ahh, sangat bosan. Lapar juga, lebih baik aku keluar jalan-jalan dan cari makan di luar" lalu bergegas mandi tak lupa momeles sedikit make up di wajahnya.saat melewati ruang tamu di bertemu mamanya
"Delia,mau kemana sayang.udah rapi gitu"
"Mau keluar mah jalan-jalan bentar sambil cari makan"
"Kamu lapar,kenapa nggak ngomong biar mama Masakin ya"
"Nggak usah mah, kan seminggu lagi aku udah harus pergi lagi ke London"
"Yasudah kalau gitu hati-hati ya. Kamu pergi pakai mobil mama aja biar supir yang anterin kamu"
"Makasih mama" lalu memeluk Sarah
"Kalau gitu aku pergi dulu ya". Sarah hanya mengangguk. Delia pun pergi memakai mobil mamanya. Di perjalanan tiba-tiba ban mobil bocor sehingga mengganggu kenyaman saat mengendarainya.
"Pak mobinya kok, kayak nggak seimbang gitu"
"Iya non,kayaknya ada ban yang bocor"
"Kalau gitu berhenti aja pak, takutnya bahaya nanti". Ucap delia khawatir karena masih trauma karena kecelakaannya dulu.
"Baik,non" lalu memberhentikan mobil dipinggiran jalan. Merekapun keluar untuk melihat.
"Ternyata benar non, ban mobil belakangnya bocor"
"Apa ada ban ganti pak"
"Ada non, non tunggu saja di dalam mobil sebentar saya akan menggantinya dulu"
Delia melihat-lihat sekitarnya.
"Kayaknya di seberang sana ada restoran, bapak ganti aja dulu bannya nanti susul aku kesana ya"
"Baik non, hati-hatilah saat menyeberang"
"Baiklah". Lalu mulai menyebrangi jalan. Dipertengahan jalanan tiba-tiba ada motor yang kebut-kebutan dan hampir menyerempet Delia.
"Kau tidak apa-apa,apa ada yang terluka"
"Jika kau tidak kebut-kebutan tadi dan tidak mengerem cepat waktu mungkin sekarang aku sudah di larikan di rumah sakit"
"Maafkan aku, maafkan aku.aku sedang buru-buru. Memangnya kau mau kemana biar aku antarkan"
"Bukannya kau bilang tadi buru-buru"
"Anggap saja sebagai ucapan maafku nona,kau juga kelihatannya takut untuk menyeberang"
"Tadinya aku berani, tapi setelah hampir tertabrak olehmu aku jadi ngeri" ucap Delia kesal
Pria itu tertawa mendengar ucapan lea "HAHAHA,,,, kau lucu sekali nona kau benar-benar polos.sudahlah ayo naik,kau tidak lihat begitu banyak pengendaraan berlalu lalang disini". Tanpa menjawab Delia pun langsung naik ke atas motor dan pria itu mengantarnya kerestoran yang jaraknya sangat dekat itu, namun lelaki itu harus memutar balik arah motornya agar bisa kesana.
"Jika kau tidak hampir menabrakku, mungkin aku sudah lebih awal datang kesini.apalagi jarak antara kau yang hampir menabrakku tadi kesini palingan cuma 10 atau 20 langkah doang.kita tadi tidak harus mutar jalan dulu kesini.buat cacing di perutku semakin demo saja"
"Kau lapar?"
"Menurutmu kenapa aku datang kerestoran kalah bukan untuk makan"
"Mungkin dinner dengan pacarmu"
"Omong kosong" lalu masuk kerestoran
"Hey nona, tunggu. biar aku yang traktir sebagai ucapan maaf". Menghalangi jalan Delia
"Baik,itu bukan ide yang buruk"
"Kalau begitu mari kita berkenalan,namaku Gilang" mengulurkannya.
Delia pun menjabat tangan Gilang "delia.sekarang udah kenalkan.ayo kita makan"
"Baiklah Dede kecil" lalu berjalan memilih meja
"Kau bilang apa tadi"
Resyah yang mendengar suara Delia melihat sekelilingnya dan benar saja tak jauh darinya ada Delia,yang kebetulan mereka satu restoran.
"Delia" resyah berteriak
Delia pun menoleh "kak resyah" lalu menghampiri resyah. Gilang pun mengikutinya.
"Pesan makanan dulu" ucap resyah.Delia pun memesan makanan begitu juga dengan gilang
Reyhan yang melihat Gilang pun terkejut.
"Kamu Gilang kan?"
"Kak Reyhan"
Delia yang melihat mereka berdua pun heran
"Kalian saling kenal"
"Bukan hanya Reyhan aja yang kenal aku juga kenal sama dia. Dia kakak tingkat aku dulu pas SMA, Diq juga ketua OSIS waktu itu"
"Kau juga mengenalku ternyata"
"Tentu saja aku mengenalmu. Pacarku dulu ingin sekali berteman denganmu"
"Benarkah?"
"Iya,dia selalu menceritakanmu padaku"
"Itu terlalu berlebihan"
"Aku tidak bohong, itu nyata adanya. Kalau tidak percaya nanti kita tanyakan sama orangnya langsung. Tapi sekarang aku tidak tahu dimana keberadaannya"
Makanan yang mereka pesan sudah di tata di atas meja sambil makan mereka melanjutkan pembicaraannya.
"Apa kalian sudah putus"
"Ya dia meninggalkanku karena menyukai lelaki lain"
"Malang sekali nasibmu" ucap Delia
"Kau mengejekku"
"Aku tidak mengejekmu bukankah itu kenyataan"
"Oh iya kak Reyhan, semenjak lulus SMA kita tidak pernah bertemu lagi.dan Kakak juga kelihatan sangat tampan sekarang"
"Kau bisa saja. Bagaimana keadaanmu sekarang apakah sudah bekerja"
"Iya kak aku sudah bekerja paruh waktu semenjak masuk kuliah.karena beasiswa disana juga tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dan setelah sarjana aku bekerja di sebuah perusahaan kecil sebagai karyawan biasa dan ya gajinya juga tidak sepadan dengan pekerjaannya".
"Sekarang kau masih bekerja disana"
"Iya kak mau tidak mau"
"Kenapa tidak mencari pekerjaan di tempat lain"
"Susah kak cari kerjaan zaman sekarang soalnya saingan-saingan lainnya pake orang dalam. Orang kayak kita ngak mungkin lulus"
"Iya juga sih, sayang sekali padahal kau itu sangat pintar dan berbakat dalam berbagai hal. Kau tahu dia sama denganku bisa sekolah karena beasiswa"
"Ahh iya.sewaktu sekolah SMA dulu kak Reyhan selalu mengajari aku banyak hal. Termasuk merekomendasikan aku sebagai ketua OSIS"
"Itu karena aku tahu kamu mampu dan berbakat"
"Ya kamu siswa genius waktu itu.memenangkan banyak perlombaan dan mengharumkan nama sekolah. Bahkan kepala sekolah sangat menyayangi dulu" ucap resyah
"Aku rasa itu terlalu berlebih-lebihan" ucap Gilang malu
"Jika memang benar kau siswa yang genius kenapa tadi kebut-kebutan dan hampir menabrakku.seharusnya kau tahu itu berbahaya"
"Kan aku sudah bilang kalo aku lagi buru-buru"
"Buru-buru kok sekarang malah makan disini"
"Aku disini neraktir kamu makan atas kesalahan aku tadi. Lagian aku takut kamu kenapa-kenapa tadi"
"Alasan"
"Aku benar kalo ngak percaya nih lihat proposal untuk meeting"
"Jadi kami ngak datang ke rapat untuk nemenin aku makan"
"Menurutmu?"
"Gimana kalo kamu di pecat"
"Sudah nasib. Lagi pula aku harus mengutamakan kesehatanmu dulu kebanding pekerjaan.palingan juga nanti kena ocehan"
"Gimana kalo kamu kerja di perusahaan aku aja" ucap Resyah.
"Perusahaan kamu itu perusahaan besar aku sering dengar di acara-acara TV orang sepertiku mana pantas kerja disana"
"Justru orang yang bertanggung-jawab dan kompoten sepertimu yang di cari perusahaan"
"Benarkah?"
"Iya.dan kebetulan fio mulai besok akan resign karena dia mau menikah. Dan kamu yang akan gantiin dia jadi orang kepercayaanku. sebenarnya fio itu jabatannya dulu sebagai sekretaris tapi aku akan mengantikanya denganmu menjadi tangan kananku.bagaimana kamu tertarik dengan tawaranku"
"Apa kau yakin ingin memperkejakan aku.bagaimana kalo nanti aku mengecewakanmu dan perusahaanmu karena sinergi kerjaku tidak seperti yang kamu harapkan"
"Semuanya ada tahapan.dan kamu adalah orang yang pintar.tentu tidak akan memakan waktu lama untukmu beradaptasi"
"Baiklah kalau begitu terimakasih banyak untuk pekerjaan dan kepercayaannya. Aku janji akan melakukan yang terbaik untuk perusahaan"
"Ini kartu namaku, disana juga ada alamat kantorku. Masuklah bekerja mulai besok dan ingat jangan sampai terlambat"
"Baiklah-baiklah aku pasti akan datang besok" lalu mengambil kartu nama itu
"Aku tunggu kedatanganmu diruanganku"
"Terimakasih"