
Bab 73
"Kak, berhentilah omong kosong. Itu semua tidak mungkin terjadi, bocil tengil itu ahh sudahlah. Kaka tinggalkan aku sendirian" ucap Gilang frustasi
"Kau tidak boleh Seperti ini. Situasinya sudah begini, sebagai seorang pria kau tidak harus bersembunyi dari masalah . kau harus menemui orang tua Delia, dan jika kau benar-benar tidak ingin menikah dengan delia kau bisa mengatakan itu kepada mereka dan menjelaskan bahwa kalian tidak ada hubungan. Lagi pula devano juga mengetahui kalau kalian tidak memiliki hubungan, dia pasti memihak padamu nanti"
"Tapi Delia itu adiknya dia pasti memihak pada Delia nanti. Kakak juga tahu aku tidak ada hubungan dengan Delia, jadi kakak harus ikut denganku kesana dan menjelaskan semuanya. Kakak tidak bisa menolakku karena masalah ini terjadi karena kakak"
Dilain sisi di mansionnya resyah semua orang sedang menunggu kedatangan Gilang.
"Pa, jika Gilang tidak ingin menikahi Delia jangan paksa dia nanti"
"Biar papa yang menentukannya nanti" devano hanya mengangguk.
Beberapa saat kemudian Gilang dan Reyhan pun datang.
"Rey, kau juga datang" ucap Sarah
"Kak Rey datang menemaniku Tante. Selama ini aku tinggal bersamanya. Dan hanya dia orang terdekatku"
"Baiklah. Silahkan duduk" ucap Sarah Gilang dan Reyhan pun ikut bergabung duduk bersama mereka.
"Jadi, apa yang ingin om bicarakan. Jika ini mengenai pernikahan yang kalian inginkan itu maaf saya tidak bisa" ucap Gilang to the point.
"dengarkan dulu, apa yang ingin om bicarakan" ucap Reyhan menatap Gilang sebagai isyarat
"Jadi kau benar-benar tidak ingin menikahi putriku"
"Maaf om. Tapi saya memang tidak pernah pacaran dengan Delia, om bisa tanyakan sendiri pada devano, boss resyah dan kak Rey"
"Cukup pa. Sudah cukup pembicaraan perjodohan-perjodohan ini. Aku muak mendengarnya. Kesalahan ku pergi kelondon hanyalah alasan untuk kalian bisa segera menikahkanku kan.kenapa kalian ingin sekali aku menikah kenapa " ucap Delia berteriak
"Papa sudah tua Delia. Papa takut tidak bisa menjagamu dengan baik. Karena kau perempuan semakin kau dewasa semakin khawatir papa padamu"
"Aku bisa jaga diri pa. Lima tahun aku di London aku bisa menjaga diriku dengan baik. Apalagi disini, dan disini juga ada kalian bersamaku"
"Papa selama ini selalu menuruti kemauanmu. Jadi papa mohon sekali ini saja, kau turuti kemauan papa. Terimalah perjodohanmu dengan anak rekan papa"
"Ya ya. Jika bisa Carikan sepuluh anak rekan kerja papa itu untuk menikahiku" ucap Delia lalu beranjak pergi
KE ESOKKAN HARINYA
Delia membuat surat resign kerja setelah mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai kemarin.
Dia lalu beranjak mengambil tasnya.
Reyhan yang melihat Delia pun berucap "kau mau kemana Del membawa tas segala"
"Aku akan menyerahkan pekerjaanku yang belum selesai kemarin. Dan aku juga ada ujian di kampus" Reyhan hanya mengangguk Delia lalu beranjak pergi keruangan resyah.
"Kak, ini pekerjaan ku yang kemarin. Dan ini surat resign ku. Kakak tidak perlu memberiku gaji karena aku belum genap satu bulan bekerja disini. Dan terimakasih banyak untuk semuanya kak"
"Kau resign, kenapa"
"Aku hanya ingin fokus pada caffe kak. Aku juga terlalu capek jika harus bekerja di dua tempat terlebih lagi aku masih harus kuliah"
"Baiklah, jika itu mau kamu" Delia mengangguk lalu beranjak pergi ke Caffenya.