
Bab 96
"Benar juga . Aku mau beresin barang-barang dulu, kakak nggak pulang?"
"Aku akan menunggumu di sini. Sesuai janjiku aku akan mengantarmu ke kampus nanti"
"Tidak usah repot-repot. Aku bisa sendiri"
"Tidak repot" final Leon duduk di kursi yang berhadapan dengan kursi kerja Delia.
Delia mulai menyusun barang-barangnya, sesuai dengan keinginannya.
Gilang masuk ke ruangan Delia "ini laporan yang harus kau susun. Sebelum jam makan siang harus sudah selesai. Laporan ini, untuk meeting nanti siang" ucapnya
Delia mengambil beberapa dokumen itu "baiklah" ucapnya.
Tanpa sepatah kata pun, Gilang beranjak pergi dari sana.
Di lain sisi, di ruangannya devano. Lea yang melihat vitamin di atas meja devano pun berucap "vitamin. Apa kau sakit?"
"Itu untuk resyah"
"Kenapa dia harus memakan vitamin"
"Dia kan lagi hamil" ucap devano yang tidak ingin menjelaskan lebih jauh lagi.
"Benar juga. Apa dia mengkonsumsi vitamin ini setiap hari"
"Hemm" devano berdehem dengan matanya yang sibuk melihat layar monitor
Jam istirahat makan siang....
Delia dan Leon masuk ke ruangan resyah. Dimana di sana, sudah ada tiga orang yang bersiap-siap untuk meeting
"Kak, ini laporannya" ucap Delia memberikan laporan yang sudah dia susun.
Resyah mengambil dokumen itu, membacanya sekilas "tepat waktu" ucapnya
"Kak, aku boleh pergi sekarang. Soalnya ada ujian di kampus"
"Pergilah. Pekerjaan mu nanti, biar kakak yang bawa pulang. Kamu bisa mengerjakannya di rumah"
"Terimakasih banyak kak" ucap Delia beranjak pergi. Sementara Leon hanya mengekori kemanapun Delia pergi.
Di lain sisi, Lea mengendap-endap masuk ke ruangan devano. Setelah memastikan di ruangan itu tidak ada orang, Lea buru-buru menukar vitamin dengan obat penggugur kehamilan yang dia beli mirip dengan vitamin yang devano beli.
"Tidak terlalu terburu-buru. Aku akan mengugurkan kehamilan resyah secara perlahan-lahan" batin Lea tersenyum semirk.
SORE HARI...
Delia baru menyelesaikan ujiannya. Sementara Leon menunggunya di dalam mobil. Delia mengetuk pintu mobil Leon.
"Sudah selesai" ucap Leon. Delia mengangguk
"Masuklah. Pintunya juga tidak di kunci"Delia langsung masuk ke dalam mobil
"Kakak tidak bosan, menunggu lama di sini"
"Very boring"
"Kalo gitu kenapa nggak pulang aja"
"Aku sudah mengatakan akan menemanimu seharian bukan"
"Itu hanya sandiwara saja"
"Tapi apa yang aku ucapkan padamu, harus untukku menempatinya"
"Ya ya ya terserah kakak saja deh. Kakak itu Sekarang udah kayak pengangguran aja tahu nggak"
"Hanya di sini aku bisa tidak bekerja. Setelah lulus SMA aku tidak memiliki satu hari liburpun"
"Kakak mengurus kantor semenjak lulus SMA"
Leon hanya mengangguk
"Bearti sama dengan kak resyah"
"Temanin aku ke hotel, untuk mengembalikan kartu akses ini" ucap Leon menunjukkan kartu akses hotel.
"Ternyata tertinggal di sini" ucap Delia
"Aku juga baru melihatnya tadi"
"Kenapa nggak di kembalikan tadi saja"
"Di sana sudah pasti ad frislya. Aku tidak mau bertemu dengannya jika tidak ada kamu"
Resyah baru selesai meeting, dia kembali ke ruangannya. Sementara Gilang dan Reyhan sudah pulang lebih dulu. Mereka sengaja meninggalkan resyah karena akan ada devano yang menjemput resyah nanti.
Di saat mendekati mejanya resyah terpeleset, sehingga perutnya membentur sudut meja.
BACA TERUS KELANJUTAN CERITANYA YA ☺️ DAN JANGAN LUPA BACA JUGA KARYA BARU AUTHOR YANG BERJUDUL "BAD GIRL" DAN "SILENT DEADLY" YA READER'S TERCINTA ☺️🙏🏻