COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Mantan Pacar



Devano dan Lea memasuki restoran yang sama karena memang restoran itu tempat mereka berkumpul.


Lea yang melihat resyah dari kejauhan berucap "sayang, bukannya itu resyah sama Rey ya"


"Kayaknya sih iya"


"Tapi, mereka lagi ngobrol sama siapa"


"Klien,mungkin"


"Mana mungkin meeting di tempat seperti ini"


"Mungkin saja sayang. Tapi kalo kamu memang penasaran lebih baik kita samperin" Lea mengganguk dan menghampiri mereka.


""Hay kalian disini juga" ucap Lea. Gilang yang merasa familiar dengan suara tersebut akhirnya menoleh untuk melihat orang yang menyapa mereka.


"Lea" ucap Gilang berdiri dari duduknya karena tidak menyangka akan bertemu orang yang mencampakkannya demi orang lain.


"K-kau" ucap Lea kaget melihat Gilang mantan pacarnya yang dia tinggalkan karena menyukai devano.


"Kalian juga saling kenal" ucap Delia


"Lea sudah pasti kenal Gilang. Gilangkan dulunya ketua OSIS di SMA kita dulu dan Lea juga termasuk bagian OSIS waktu itu".


"Kak devano, ambillah kursi dan bergabunglah dengan kami" ucap Delia


"Oh, ngak perlu kalian lanjutkan saja kami ada urusan kantor yang harus dibicarakan" ucap Delia


"Ngomong di depan kita juga ngak apa-apa kali. Lupa kalo kantor itu milik kakeknya kak resyah. papa sama kak devano cuma ngejalani aja"


Devano pun langsung mengambil dua kursi kosong di sampingnya dan bergabung dengan mereka. Dengan terpaksa Lea pun ikut duduk bergabung.karena niat awalnya dia mau makan berduaan dengan devano.


"Nyesal tadi aku pilih restoran ini. Gagal kan jadinya mau berduaan sama devano" batin Lea


"Kak apa kalian ngak mau pesan makanan" ucap Delia yang melihat devano terlihat melamun karena dia canggung berada di dekat Delia dia tidak tahu harus memerankan peran apa sekarang suaminya resyah atau kekasihnya Lea.


"Oh iya, kamu mau pesan apa" nanya ke Lea


"Samain aja"


""Udah lama banget ya Lea kita ngak ketemu. Dan ternyata kamu masih kayak dulu"


"Kalian dulu temenan ya, kayaknya kamu mengenal kak Lea banget " ucap delia


"Kita dulu emang dekat banget dan lebih dari temenan" ucap Gilang sambil menatap Lea dan tersenyum manis.


"Apa kalian dulu pacaran" tanya Delia lagi


"Bisa dibilang begitu"


"Berapa lama kalian bersama" ucap devano kemudian


"5 tahun, kita bersama. dimulai aku kelas dua SMP dan berakhir ketika aku mau lulus SMA"


"Aku nggak nyangka kalo kalian dulu itu pacaran" ucap resyah


"Mana mungkin kamu bisa tahu, kamu itu orang yang sulit banget di deketin. Tapi setiap hari dia selalu nanya ke aku supaya bisa jadi temen kamu"


"Oh iya,aku ingat itu, jadi orang yang kamu cerita ke kita pacar kamu pas sma itu Lea"


"Iya begitulah"


"Kalian kan udah lama bersama kenapa bisa putus" tanya Reyhan yang mulai kepo karena dari tadi dia hanya menyimak pembicaraan mereka.


"Pas aku mau lulus dia minta putus. Katanya dia nggak mau pacaran tanpa ketemu dan dia juga sudah menyukai orang lain"


"Gila! 5 tahun pacaran dilupain gitu aja. Nggak berprasaan banget sih" ucap delia


"Itu hak dia, aku juga nggak mau maksain dia untuk tetap sama aku. asal dia bahagia, itu aja sih" ucap Gilang yang kembali teringat dimana Lea meninggalkannya.


*FLASHBACK ON*


hari itu adalah 3 hari sebelum Gilang mengambil surat kelulusannya. walaupun sudah ujian Nasional Gilang tetap masuk sekolah seperti hari-hari biasanya walaupun dia tidak mempunyai kegiatan. Yang dia lakukan hanyaly mengajar adik-adik kelasnya yang berolahraga bermain basket.


Di saat jam pulang dia menunggu Lea di pangkiran.tak lama kemudian Lea datang dengan raut wajah yang datar.


"Kamu kenapa, mukanya kok murung gitu ngak akyak biasanya. Apa ada masalah di kelas atau ala ada pelajaran yang nggak kamu pahami"


"Aku nggak apa-apa dan semuanya juga baik-baik aja"


"Terus mukanya kenapa murung gitu"


"Ini semua gara-gara kamu"


"Aku?"


"Iya kamu. Aku udah sebulan ini ngejauhin kamu supaya kamu mutusin aku"


"Kamu salah besar! Aku sengaja jauhin kamu supaya kamu mutusin aku, aku juga udah abaikan pesan,telpon bahkan kehadiran kamu tapi kamu tetap ngak ngerti keinginan aku dan kamu juga terus datang ke sekolah buat temuin aku, aku udah nggak mau lagi ketemu sama kamu"


"Kenapa? Apa aku buat kesalahan"


"Kamu nggak buat kesalahan apa-apa. Hnlanya saja kamu akan lulus dan aku nggak bisa pacaran tanpa bertemu"


"Tapi aku bisa temuin kamu di hari minggu.ini bukanlah alasan untuk berpisah"


"Jika kamu belum puas juga dengan penjelasan aku maka akan aku katakan yang sebenarnya"


"Katakana saja, apa yang sebenarnya"


"Ini mungkin akan buat kamu sakit hati. Tapi udah setahun lamanya aku udah ngak sanggup lagi ngejalani hubungan tanpa perasaan"


"Jadi kamu udah nggak punya perasaan sama aku"


"Iya!"


"Dan itu sudah satu tahun yang lalu. Pantas saja setahun terakhir ini kamu benar-benar berubah"


"Dan aku heran sama kamu, kenapa kamu sebertahan itu sama aku"


"Karena aku benar-benar sayang sama kamu"


"Tapi aku nggak"


"Kenapa? 5 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk di lupain Lea"


"Waktu bisa mengubah apapun Gilang termasuk perasaan" Gilang hanya terdiam mendengar ucapan lea.


"Maaf Lang, tapi aku sudah menyukai orang lain"


"Sudahlah,tidak perlu di bahas lagi. Semoga selalu bahagia. Maaf, jika selama ini aku punya salah sama kamu" laku pergi meninggalkan Lea.


Tiga hari kemudian mereka bertemu lagi di acara kelulusannya Gilang. Gilang juga di umumkan sebagai siswa kelulusan dengan nilai tertinggi. Meskipun bertemu mereka tidak saling sapa. Dan setelah mereka tidak pernah bertemu lagi.


*FLASHBACK OFF*


"Aku pergi dulu, kalian lanjutin aja makannya" ucap Gilang lalu beranjak pergi.


"Eh, tunggu dulu. Aku kesini bareng kamu pulangnya juga harus bareng kamu" ucap Delia


Gilang pun berhenti melangkah dan menoleh kebelakang "tetaplah disini aku masih banyak urusan dan tidak bisa nganterin kamu pulang. Aku juga nggak tahu alamat rumahmu dimana"


"Aku mau ikut kamu pokoknya" ucap Delia kemudian mengandeng tangan Gilang


"Ayo pergi katanya banyak urusan" ucap Delia yang melihat Gilang menatapnya. Gilang hanya mengganguk.


Tak lama kemudian merekapun sampai di parkiran.


"Eh,tunggu dulu kak Gilang"


"Kenapa tiba-tiba memanggil kakak"


"Memang kakak kan lebih tua dari aku"


"Kelihatan sih juga begitu. Terus kamu mau ngapain"


"Aku suruh supir aku pulang dulu,soalnya dia udah nungguin" lalu pergi menghampiri supirnya.


"Pak,bapak pulang aja duluan nanti kalo mama nanya bilang aja aku pergi sama teman"


"Oh baiklah non" supirnya pun pergi dan Delia pun kembali menghampiri Gilang.


"Supir kamu udah ada di sini dan kamu masih mau ikut sama aku. Kamu kurang kerjaan atau apa sih hah"


"Ada sesuatu yang ingin aku bicarain sama kakak"


"Apa? Mau bilang kamu naksir aku pada pandangan pertama"


"Idihh ganteng-ganteng kok narsis"


"Jadi kamu akuin kalo aku ganteng"


"Ihh apaan sih, Ini tuh tentang kak Lea apa kakak ngak tertarik"


"Bicarakan nanti setelah urusanku selesai" Delia hanya mengangguk.


"Ayo naik" ucap Gilang dan Lea pun naik ke atas motor mereka pun pergi ketempat Gilang bekerja.


Setelah sampai di perusahaan tempat Gilang bekerja Lae hanya mengekori Gilang kemanapun dia pergi.


Gilang yang merasa risih pun berucap "kamu tunggu aja aku di restoran samping kantor ini. Semua orang heran lihat kamu disini. Nanti kalo kamu kelihatan sama mananger kamu bakal di omelin aku pun bakalan kena imbasnya juga"