
Bab 36
"Siapa kamu? berani-beraninya orang asing memasuki ruangan ini dan ikut campur urusan saya" ucap leon
"Perkenalkan saya resyah nalista" ucap resyah menghadap ke arah Leon
"Resyah nalista. Apakah kamu resyah nalista pemilik perusahaan G-group utama yang terkenal itu"ucap Leon mencoba mengingat-ingat
"Anda tidak salah mengenali orang"
"Ada urusan apa anda kemari dan mencampuri urusan kami. Oh, atau anda ingin jadi pahlawan kesiangan untuk membantu mereka"
"Saya kesini bukan untuk membantu mereka, tetapi untuk mengatasi permasalah perusahaan saya sendiri"
"Maksud anda"
"Apa kurang jelas perkataan saya tadi"
"Saya tidak mengerti dengan ucapan anda"
"Anda tidak perlu mengerti. Intinya saya untuk membayar uang anda"
"Kalau begitu dimana uangnya"
"Tunggu 15 menit lagi. Asisten saya akan membawakannya kemari"
"Baiklah" ucap Leon kembali duduk.
Hanya ada keheningan disana. Setelah 15 menit berlalu
"Ini sudah 15 menit, kenapa orang-orang anda belum juga datang. Saya tidak ingin membuang-buang waktu saya lebih lama lagi disini" ucap Leon
"Tunggulah sebentar lagi, saya yakin asisten saya akan segera sampai kemari"
"Saya tidak ada waktu untuk itu. Polisi tangkap dia" ucap Leon. Polisi pun menangkap devano kembali
"Tunggu dulu" ucap resyah mengenggam tangan Leon yang ingin beranjak pergi
"Kenapa lagi nona"
"Tunggulah sebentar lagi, mereka pasti datang"
Devano yang terdiam sejak tadi kehilangan kesabaran ketika Leon menghina resyah.
"Jaga ucapanmu" ucap devano mencoba melepaskan diri dari dua orang polisi yang memegangnya.
"Wowww ada apa ini. Kenapa kau begitu marah ketika aku menyinggung nona resyah. Apa karena dia bersedia membantumu makanya kau bersikap seperti anjing peliharaan"
"Jaga ucapanmu" ucap resyah menunjuk ke wajah Leon
"Wowww nona kau begitu berani menunjukku, kau tidak tahu siapa aku Hem" ucap Leon mengenggam erat tangan resyah karena emosi resyah sungguh lancang menunjuk wajahnya. Karena selama ini tak satupun orang yang berani membantah apapun yang dikatakannya.
Resyah meringis kesakitan karena Leon mengenggam erat lengan kecil resyah.
"Lepaskan tanganmu, berani-beraninya kau menyentuh bahkan menyakitinya" ucap devano sudah terbakar emosi
"Kenapa aku tidak boleh menyentuhnya. Lagi pula aku hanya mengenggam tangannya bukan menyakitinya, benar kan nona" ucap Leon tersenyum sinis ke arah resyah.
"Lepaskan tanganmu dari kakakku kalau tidak aku akan melaporkan kau ke polisi karena mencoba melakukan kekerasan" ucap Delia
"Lakukan saja gadis kecil. Jika aku terbukti tidak bersalah maka kau yang akan ku tuntut" ucap Leon. Delia terdiam mendengar ucapan Leon.
"Lepaskan tanganmu" ucap resyah menatap tajam kearah Leon
"Kenapa? Biarkan aku mengenggamnya lebih lama. Bukankah kau ingin aku menunggu sampai orang-orang mu datang hemm"
"Kurang ajar, lepaskan tangannya" ucap devano yang sudah naik pitam
"Kenapa kau begitu marah, lagi pula nona resyah setahuku tidak mempunyai kekasih, benar kan" ucap Leon menatap resyah
"DIA ISTRIKU!" Ucap devano penuh penekanan.
Leon yang tidak percaya dengan perkataan devano tertawa terbahak-bahak.
"Kau pasti bermimpi. Mana mungkin nona resyah menikah dengan orang yang jauh berada di bawahnya" ucap Leon
"Kenapa tidak" ucap resyah menatap tajam Leon
"Jadi, kau benar-benar istrinya"
"Anda orang pintar, saya yakin anda bisa menebaknya"