COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Bab 133



Bab 133


"Tadi seru banget. Boleh naik satu putaran lagi nggak" ucap resyah


"Nggak boleh" ucap devano cepat


"Ayolah Van. Kapan lagi kita bisa ke pasar malam"


"Kamu itu nggak boleh kecepek'an Syah"


"Eh, ada mesin capit. Aku mau main" ucap Delia, menarik Gilang ke arah mesin capit.


"Kamu juga mau main?" Ucap devano


"Emang boleh?"


"Boleh. kan nggak bahaya"


"Uangnya ada"


"Ada Syah ada"


"Ya bukan apa-apa. Takutnya aja, uang cash kamu nggak banyak"


"Kamu mau main apapun. Asal nggak bahaya uangnya cukup Syah. Tenang aja"


"Yaudah ayo" resyah menarik devano menuju mesin capit.


"Kak resyah, mau lomba? Siapa yang paling banyak nangkap bonekanya"


"Boleh"


Perlombaan nangkap boneka pun di mulai.


"Akhhhhhhh" teriak Delia ketika bonekanya terlepas.


Sementara resyah fokus ke mesin capit. Detik-detik bonekanya berhasil di tangkap tapi, malah lepas "ah akhhhhhh. Malah lepas lagi"


Beberapa kali mencoba keduanya Tidak mendapatkan satu boneka pun.


"Sini, biar aku aja" ucap devano


"Ehh, nggak bisa gitu dong. Curang namanya"


"Yaudah kalo gitu suruh Gilang yang gantiin kamu. Gimana Gilang berani" tantang devano


"Siapa takut"


Perlombaan antara devano, Gilang dan mesin capit pun di mulai.


Hasilnya, keduanya berhasil menangkap satu boneka.


"Yeayyy" ucap Delia dan resyah bersamaan.


"Bonekanya udah dapat kan? Sekarang mau main apa lagi?" Ucap devano


"Gimana kalo permainan memanah aja" usul Gilang


"Boleh juga. Kayaknya seru tuh" ucap Delia


Mereka berempat pun memainkan permainan memanah, dan bermacam-macam permainan lainnya di pasar malam itu.


"Bonekanya banyak banget, gimana kalo kita tukar aja dengan yang gede" ucap Gilang


"Boleh. Jadinya bisa di peluk kalo tidur" ucap resyah


"Peluk aku juga bisa Syah" ucap devano.


Setelah mereka menukar boneka kecil-kecil itu dengan boneka besar Doraemon, mereka pun kembali duduk di bangku semula.


"Kalian udah puas kan mainnya. Sekarang, ayo pulang" ucap devano


"Tapi, Van..." ucap resyah mengantungkan ucapannya


"Jangan bilang mau naik roal coaster lagi?"


"Ihh nggak. Aku lapar"


Semua orang yang ada di sana pun tertawa mendengar ucapan mereka. Ntahlah, mendengar ucapan seperti itu dari mulut resyah wanita dingin dan seorang CEO membuat mereka tidak bisa menahan tawanya.


"Kenapa? Kok ketawa?" Ucap resyah binggung


"Ya nggak apa-apa kak. Baru kali ini dengar kakak bilang 'aku lapar'. Biasanya bilang, mau ikut aku ke caffe?" Ucap Delia


"Yaudah mau makan di mana?" Ucap devano


"Mau makan bakso, sate dan martabak"


"Banyak amat kak"


"Lagi pengen aja Del"


"Jangan-jangan, kakak lagi ngidam. Yaudah kak turutin aja, dari pada ponakan ku ileran ntar"


"Amit-amit deh Del. Tapi, kamu nggak ikut"


"Nggak kalian habisin aja waktu berdua. Kami, tungguin di sini sampai kalian Selesai"


"Ini udah larut malam lho Del. Gilang mungkin capek. Kamu ikut kita aja"


"Nggak apa-apa kok. Aku akan temanin dia di sini, sampai kalian kembali" ucap Gilang


"Yaudah deh kalau gitu. Titip dia ya" ucap devano menepuk bahu Gilang, kemudian mengenggam tangan resyah, mencari makanan yang resyah inginkan.


Gilang duduk di samping Delia di bangku.


"Kak Gilang"


"Heum"


"Kapan kakak akan melamar kak frislya?". Tiba-tiba saja, hati Delia sangat ingin tahu tentang hal itu.


"Kenapa?"


"Cuma nanya. Nggak di jawab juga nggak apa-apa"


"Kamu sendiri, kapan menikah dengan kak leon?. Para media sangat menunggu hari itu"


Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️


DAN jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta🙏🏻☺️