
Bab 157
Resyah sudah berkali-kali mencoba gaun pengantin. Namun, tak satupun yang cocok untuknya.
"Coba pake yang ini deh Syah. Ini terlihat sanagt sederhana namun, sangat elegan" ucap devano menunjukkan gaun pengantin yang sangat mewah dan elegan
"Kebetulan sekali nyonya, tuan. Gaun ini baru di ekspor dari luar negeri, dan ini gaun keluaran terbaru" ucap pelayan toko
"Ya Syah, itu pasti sangat cocok untuk kamu sayang" ucap Sarah yang mengendong keyra
"Aku coba dulu" ucap resyah.
Setelah Mengganti gaunnya, resyah keluar, dia bak seorang ratu dari kerajaan-kerajaan saking cantiknya pakai gaun itu. Devano bahkan menatapnya tanpa mengerjap-ngerjapkan mata
"Gimana mah? Bagus nggak?" Tanya resyah
"Ya ampun sayang, kamu cantik banget. Mama sampe pangling liatnya. Belum di make up aja udah secantik ini apalagi nanti pas hari pesta kalian. Benar nggak Van" ucap Sarah menyikut devano, tapi devano masih tetap memandang resyah tanpa henti.
"Udah kak liatnya nggak usah segitunya. Iya tahu, istri kakak cantik" ketus Delia yang kesal karena dia dari tadi belum menemukan gaun yang cocok untuknya
"Apaan sih Del. Bilang aja kamu iri kan? Karena nggak di temanin sama Gilang ke sini" ucap devano
"Nyebelin!" Ucap Delia menghentakkan kakinya ke lantai
"Mah liat tuh anaknya, udah mau nikah tapi masih kayak bocah tingkahnya"
"Udah-udah devano, berhenti usulin adekmu" ucap Sarah
"Syah, kamu mau gaun itu atau mau nyoba gaun yang mama pesan untuk kamu waktu itu?"
"Kayaknya yang ini lebih bagus deh ma sama resyah. Udah Syah, yang ini aja, lebih cocok dan pas banget sama kamu" ucap devano
"Iya mah yang ini aja. Gaun yang mama pesa waktu itu kasih ke Delia aja. Siapa tahu cocok"
"Tolong bawakan gaun yang saya pesan tempo hari ke sini" ucap Sarah ke pelayanan toko
Pelayan tokoh itu pun mengambil gaun itu "ini nyonya gaunnya"
"Wahhh, gaunnya bagus banget" ucap Delia yang melihat gaun warna biru yang desainnya terlihat sederhana namun sangat anggun
"Kamu suka Del?" Tanya Sarah
"Suka mah"
"Yaudah sana cepat cobain"
Delia langsung masuk ke ruang ganti dan memakai gaun itu.
"Gimana mah, cocok nggak?" Ucap Delia yang keluar dari ruang ganti
"Benar-benar bagus di badan kamu sayang. Nggak nyangka, ternyata gaun yang mama pilih malah di pake sama kamu"
"Benaran bagus mah?" Tanya Delia memastikan
"Iya, sayang. Masa mama bohong sih"
"Kak cantik nggak aku pake gaun ini?"
"Cantik, cantik banget malahan. Kalo Gilang ada di sini, dia pasti nggak bakalan bisa ngalihin pandangannya dari kamu"
"Kayak Kakak tadi maksudnya?" Jahil Delia
"Nyesal gue muji lho"
---------------
HARI PERNIKAHAN.....
Gilang selesai mengucapkan ijab Kabulnya. Mereka tengah berfoto-foto dengan tamu undangan.
Sementara resyah dan devano tengah asik berfoto-foto bareng keyra.
Pesta yang di hadiri ribuan orang itu tentu saja kaget dengan pernikahan Delia dan Gilang. Karena yang mereka tahu hanya pesta resyah dan devano.
"Wah, senang ya pak. Sekarang anak-anaknya udah pada nikah. Bahkan devano sudah punya anak sekarang" ucap rekan bisnis defra
"Alhamdulillah. Walaupun pernikahan putri saya ini agak mendadak tapi saya sangat bahagia karena dia bisa menikah Dengan pilihannya sendiri"
"Sangat di sayangkan. Jika saja putri bapak masih sendiri, saya pasti akan menjodohkan anak saya dengan anak bapak"
"Hahaha, bapak bisa aja"
"Tapi, saya pikir Delia akan menikah dengan pengusaha muda itu. Siapa namanya itu, ah Leon"
"Ya, namanya juga jodoh pak, nggak ada yang tahu"
Frislya terus menatap ke arah reyhan dan Lea yang tengah asik bercanda. Mimik kecewa dan sedih tak bisa dia sembunyikan.
Frislya mengangguk kemudian berucap "dari lama. Bahkan hanya Dengan melihatnya bisa menghapus nama kamu di hati aku selama ini"
Leon nampak kecewa Dengan ucapan frislya
"Nggak heran sih jika kamu suka sama Reyhan. Selain pekerja keras dia juga orang yang baik dan penuh perhatian. Aku akan bilang ke Lea buat nggak dekatin Reyhan lagi, biar kamu bisa dekat sama dia" ucap Leon ingin beranjak pergi. Namun langkahnya terhenti karena frislya menahan pergelangan tangannya
"Jangan. Mereka berdua terlihat sangat cocok. Lea sudah mendapatkan semangat barunya, jangan buat dia down lagi. Dia sudah mengalami banyak hal selama ini"
"Terus? Kamu maunya bagaimana?"
"Bukankah cinta itu nggak harus memiliki"
"Ikut aku" ucap Leon menarik frislya ke atas panggung dan merebut mic dari MC.
"Perhantian semuanya, ada yang ingin saya sampaikan. Tolong, semua kamera berfokuskan ke saya" ucap Leon
Semua mata pun tertuju ke Leon dan frislya.
"Apa kak Leon mau ngelamar kak frislya di sini" bisik Delia
"Mungkin saja" sahut gilang
"Yon, kamu mau ngapain" ucap frislya yang malu di perhatiin banyak orang
Leon berlutut di hadapan frislya dia mengeluarkan cincin dari saku jasnya.
"Frislya maukah kamu menikah denganku. Aku janji akan menjaga kamu Dnegan segenap hati. Mencukupi segala kebutuhan kamu, dan orang pertama yang akan menghapus air mata kamu di saat kamu sedih"
"Terima"
"Terima"
"Terima" ucap semua tamu undangan yang ada di sana
"Yon, Yon. Bangkit. Malu ih, di lihat orang kayak gini" ucap frislya menarik Leon agar berdiri
"Kamu mau kan fris? Aku mohon, kasih aku satu kesempatan lagi untuk bahagiain kamu. Walaupun cinta kamu bukan untuk aku sekarang, tapi aku janji akan buat kamu cinta lagi sama aku" ucap Leon dengan tatapan penuh permohonan
"Yonnn..."
"Pleasee frislya. Aku tahu kamu sayang sama Reyhan. Sebagaimana kamu sayang dan cinta sama dia. Begitu juga perasaan aku ke kamu.jika kamu ngagk mau perjuangin cinta kamu ke Reyhan maka izinkanlah aku memperjuangkan cinta aku"
Leon kembali berlutut di hadapan frislya kemudian berucap "ambil dan pakai cincin ini jika kamu menerima aku. Tapi, buang cincin ini jika kamu menolak" ucapnya
Semua orang yang ada di sana ikutan tegang.
Frislya mengambil cincin itu, tapi dia tidak membuang ataupun memakainya.
Hal itu membuat Leon dan yang lainnya deg-degan.
"Kira-kira di terima nggak yah" ucap devano
"Semoga aja"sahut resyah
Dan benar saja, frislya memakaikan cincin itu ke jari manisnya.
Leon langsung memeluk frislya sambil mengucapkan ribuan kata terima kasih.
Semua orang pun bertepuk tangan
Lea langsung berlari dan memeluk Leon.
"Selamat kak, aku turut bahagia"
"Terimakasih" ucap Leon mengacak-acak rambut Lea.
Lea berdiri di tengah-tengah Leon dan frislya dia memeluk kedua orang itu
Para wartawan langsung mengerumuni mereka.
"Leon kapan kau akan melangsungkan pernikahan kalian?" Wartawan 1
"Apa kami akan di undang?" Wartawan2
"Minggu depan. Saya akan mengadakan pernikahan Minggu depan" ucap Leon mengenggam dan menatap lekat frislya
"Tentu saja saya akan mengundang kalian semua" sambungnya
"Ini sangat luar biasa. Di hari pernikahan mantanmu, kamu malah melamar gadis lain di sini" wartawan3
"Benar. Ini sungguh berita yang menghebohkan" wartawan4
"Padahal kau dan Delia, belum genap satu Minggu mengumumkan berakhirnya hubungan kalian. Tapi, Delia tiba-tiba hari ini emnikqh Dnegan pria lain dan kau pun melamar gadis lain"wartawan5
"Namanya jodoh, tidak ada yang tahu. Saya do'a kan agar Delia dan Gilang bahagia sampai dunia dan akhirat. Saya juga minta do'a dari kalian agar acara pernikahan saya berjalan Dnegan lancar" jelas Leon