
Bab 49
"Dizaman sekarang apa sih yang nggak muda Del. Setelah restoran kamu selesai di renovasi kita akan promosiin restoran kamu di internet. Kita juga buat brosur untuk di bagikan dengan orang-orang. Dengan begitu akan banyak yang tahu tentang restoran kamu ini" ucap Reyhan
"Tapi kak, sebelum itu kita harus mencari koki-koki yang bisa memasak semua makanan yang sudah di rencanakan.minimal kita membutuhkan 4 orang, satu orang untuk memasak makanan laut, satu orang memasak makanan lokal, satu orang lagi yang bisa memasak makanan luar, dan satu orang yang bisa membuat berbagai macam minuman, dan kita juga harus membeli mesin kopi agar bisa menjual kopi dengan berbagai rasa. " ucap Gilang
"Itu ide bagus. Tapi jika karyawannya cuma 4 orang. Maka mereka akan kewalahan jika pelanggannya banyak" ucap Delia
"Kita pekerjakan 4 orang dulu, jika nanti restoran ini benar-benar memiliki banyak pelanggan maka kita akan menambahkan 4 karyawan lagi". Ucap resyah
"Terimakasih kak. Kalian benar-benar membantuku. Aku tidak tahu apa jadinya restoran ini nanti kalo nggak ada kalian" ucap Delia.
Dilain sisi Lea dan devano baru memasuki restoran.
"Kenapa harus kesini sih. Kan bisa makan di kantor aja. Aku masih banyak pekerjaan" ucap devano
"Kenapa sih ngomel-ngomel Mulu. Kamu nggak mau nemanin aku makan" ucap Lea yang mengandeng mesra tangan devano
"Yaudah deh kamu"
Lea melihat-lihat orang direstoran itu. Karena dia yakin bahwa resyah akan makan disana. Ketika melihat resyah Lea sangat senang rencananya berjalan dengan lancar. Dia ingin memanas-manasi resyah dengan memamerkan kemesraannya dengan devano.
"Baby, disana ada resyah dan yang lainnya. Kita gabung yuk" ucap Lea lalu menyeret devano menghampiri mereka.
"Eh kalian disini juga" ucap Lea dengan terus menempelkan kepalanya di lengan devano.
"Kalian ngapain gandengan segala" ucap Delia tidak suka
"Lho kenapa. Devano ini pacar aku jadi wajar dong jika kita bermesraan"
"Jadi kalian berdua belum juga putus"
"Bagaimana mungkin devano memutuskanku. Karena kami telah berencana menikah setelah anak mereka lahir, iya kan baby"
"What? Aku nggak salah dengar. Kakak apa-apaan ini, kau mempermainkan pernikahan. Aku akan beritahu mama sama papa semua ini biar kakak di beri pelajaran sama mereka. Kak punya otak tuh di pake" ucap Delia penuh emosi tapi devano hanya diam
"Delia sudahlah. Jangan menganggu pelanggan lain yang lagi makan. Jangan sampai restoranmu ini di nilai buruk nanti" ucap resyah
"Jadi ini restoranmu calon adik ipar"
"Tutup mulutmu. Aku nggak Sudi punya kakak ipar sepertimu"
"Kalian duduklah dan jangan membuat keributan disini" ucap Reyhan. Delia, devano dan Lea pun duduk
"Oh iya Syah aku nggak masalah jika kalian berdua punya anak tapi dengan satu syarat aku ingin tinggal bersama kalian" ucap Lea
"What? Lho udah gila ya. Kak resyah itu nggak bisa tinggal bersama orang asing" ucap Delia
"Oke" ucap resyah langsung menyetujui dan membuat semua orang kaget kecuali Lea yang kesenangan.
"Kakak serius ingin Nerima dia tinggal sama kita"
"Aku serius. Kau akan tinggal di mansionku begitu juga dengan Reyhan dan Gilang"
"Syah. Kamu yakin?" Ucap devano
"Ya, bukankah lebih ramai lebih baik. Anggap saja Lea sebagai tamumu sementara Reyhan dan Gilang adalah tamuku." Devano hanya terdiam
"Delia, Reyhan, Gilang ayo kembali ke kantor. Jam makan siang sudah habis" ucap resyah lalu beranjak pergi begitu pun dengan ketiganya.
"Kamu apa-apaan sih. Kenapa nggak ngasih tau aku dulu jika ingin tinggal bersama"
"Kau lupa? Aku sudah mengatakannya dulu"
"Waktu itu resyah sudah menolakmu"
"Tapi sekarang dia sudah menerimaku"