COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Perkara Kalung



Bab 117


"Saya tidak memihak pada siapapun. Dan masalah kalung, awalnya aku akan membuat dinner malam ini dan baru akan memberi kalung itu kepada Delia nanti malam. Tapi, Lea dan kalian semua malah merusak rencanaku. Dan kenapa aku tidak membelikan kalung untuk Lea, itu karena apa yang aku berikan padanya selama ini tidak ada bandingnya dengan sebuah kalung yang akan ku berikan pada Delia. Uang bulanannya yang selalu aku kirim pada Lea selama ini, melebihi harga kalung itu. Jadi, aku pikir jika Lea menginginkan kalung itu dia bisa membelinya sendiri. Dan mau membeli dua kalung pun tidak bisa. Karena kalung itu,hanya ada satu di dunia. Antara adik dan calon istri tentu aku akan memberikannya pada calon istri"


"Bisakah kau memperlihatkan pada kami bagaimana bentuk kalung itu" ucap wartawan 4


"Tentu saja" Leon lalu mengambil kalung yang berada di dalam mobilnya. Leon membuang sembarangan kotak dari kalung itu lalu memamerkan pada para wartawan.


"Awalnya aku ingin memberikan kalung ini pada Delia pagi tadi. Tapi, mendengar resyah masuk rumah sakit aku mengurungkan niatku dan berencana membuat dinner dan memberikannya pada Delia nanti malam. Tapi kalian malah merusak semuanya. Del, aku tahu ini bukan waktu yang tepat untuk memberikan kalung ini padamu. Tapi, karena para wartawan sudah mengetahuinya, menunggu nanti malam pun sudah tidak suprise lagi" ucap Leon mengahap ke arah Delia


"Del, tolong terima kalung ini. Aku bingung harus membawakan oleh-oleh apa untukmu, karena aku meninggalkanmu dua Minggu dan tidak memberikan kamu kabar apapun. Jadi terimalah kalung ini sebagai permintaan maaf ku juga" ucap Leon.


Sementara itu, para wartawan merekam atraksi kedua orang itu.


"Tapi kak, hadiah ini terlalu mewah dan mahal. Aku tidak bisa menerimanya, bagaimana jika aku merusak ataupun menghilangkan kalung ini nanti"


Leon hanya tertawa mendengar ucapan Delia. Sementara Delia mengernyitkan dahinya binggung dengan tingkah Leon.


Leon lalu menoyor dahi Delia dengan telunjuknya. "Ekspresinya jangan kayak gitu. Gemesin tahu nggak" ucapnya


"Apaan sih Malah becanda. Ini banyak wartawan lho kak"


"Ya emangnya kenapa kalo ada wartawan. Nggak boleh ketawa gitu. Udah terima aja kalung ini, please jangan turunin harga diri calon Suami sendiri dengan menolak pemberianku di depan para wartawan ini" ucap Leon kembali tertawa


"Terima"


"Terima"


"Aku pasangin ya" ucap Leon membalikkan badan Delia


"Tunggu dulu" ucap Delia kembali mengahadap ke arah Leon


"Apa lagi? Masih mau nolak. Nggak malu apa, jadi pusat perhatian kayak gini. Apalagi mereka udah pada teriak-teriak bilang terima. Masa kamu nolak sih. Benar-benar hancur nanti harga diri seorang Leon argantara yang notabene nya calon suami kamu" ucap Leon dengan sneyum manisnya.


"Kakak tuh yang buat malu tahu nggak"


"Udah, berbalik aja" ucap Leon membalikkan tubuh Delia dan memasang Kalung itu di leher Delia.


Setelah selesai, Leon pun membalikkan tubuh. Manatapnya sejenak kemudian berucap "sangat cantik. Apalagi di pakai oleh orang yang gemesinnya minta ampun kagak kamu gini" ucap Leon mengacak-acak rambut Delia.


"Jangan di acak-acak. Ntar kusut" ucap delia menepis tangan Leon


"Ahhh romantis banget sih kalian. Bikin kita-kita yang jomblo di sini meleleh" ucap salah satu wartawan perempuan


"Makanya cari pasangan" ucap Leon kemudian menarik delia masuk ke perusahaan. Begitu juga dengan Gilang dan Reyhan yang menyaksikan ke mesraan mereka


Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️


Dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "BAD GIRL" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta 🙏🏻☺️