
Bab 62
Kedua Bodyguard itu lalu melepaskan Delia.
"Kalian menyakiti pergelangan tanganku" ucap Delia kesal.
"Gadis kecil ada urusan apa kau kemari"
"Aku ingin membicarakan perihal kak Lea padamu"
"Ada apa dengannya"
"Tidak bisakah kita membicarakan ini di sebuah caffe. Aku kelaparan karena dari tadi siang menunggumu disini. Bahkan satpam pun tidak membiarkanku masuk" ucap Delia.
"Masuklah ke mobil" ucap Leon. Tanpa menunggu lama Delia lalu masuk kemobil.
Sementara itu Leon mengirimkan pesan kepada Gilang yang isinya "gadis kecil yang bersamamu kemarin datang kesini menemuiku"
Setelah mengirimkan pesan itu Leon lalu masuk kedalam mobil.
15 menit kemudian merekapun sampai di sebuah caffe. Delia buru-buru memesan makanan.
"Sajikan dengan cepat" ucap Delia pada pelayan
"Sepertinya kau sangat kelaparan"
"Aku belum makan seharian ini. Ini bahkan sudah malam wajar saja jika aku kelaparan"
"Kenapa tidak makan sebelum berangkat kesini"
"Aku terburu-buru. Karena aku berbohong kepada kakakku demi untuk menemuimu"
"Memangnya kau berbohong apa"
"Bukan itu yang ingin aku ceritakan. Tetapi tentang adikmu itu"
"Jadi apa yang terjadi"
"Apa? Terus bagaimana Dengan Gilang apa dia tidak menjaga Lea selama ini"
"Bahkan kak resyah pun meminta kak Gilang dan kak Rey tinggal bersama kami, karena kak Lea"
"Jika begitu, tidak ada yang perlu di permasalahkan"
"Ini benar-benar masalah. Kak Lea lancang memasuki kamar Mendiang kedua orangtuanya kak resyah. Padahal kak resyah sangat tidak suka barang-barangnya disentuh oleh orang lain apalagi menyentuh barang peninggalan oarang tuanya"
"Jika begitu dia bisa menolak Lea untuk tinggal disana"
"Awalnya kak resyah memang menolaknya. Tapi sekarang kak resyah sedang hamil dia takut kak Lea nekad mencelakainya, lebih tepatnya mencelakai anak dalam kandungannya. Maka dari itu kak resyah menerimanya untuk tinggal bersama"
"Terus"
"Dan nggak hanya itu. Kak Lea bahkan membuat kedua kakak ku itu bertengkar hebat. Kak Lea membuat kak resyah berjanji untuk menceraikan kakakku karena kak Lea ingin mengugurkan kandungan kak resyah"
"What! Lea benar-benar sudah gila"
"Maka dari itu aku menceritakan ini pada kakak. Aku tidak ingin nantinya kak Lea menceritakan yang tidak-tidak kepada kakak. Dan kakak mempercayai itu laku menyakiti kedua kakakku itu. Karena kak Gilang pernah cerita kalo kakak itu orang yang kejam dan kakak sangat menyanyangi kak Lea dan menurut penuturannya kakak Selalu memenuhi keinginannya"
"Kenapa Gilang tidak pernah menceritakan apapun selama ini"
"Aku sudah pernah menyuruh kak Gilang menceritakan ini semua kepada kakak. Tapi kak Gilang menolaknya dia bilang terlaku beresiko. Maka dari itu aku yang datang kesini untuk memberitahu kakak"
"Kau bisa menelponku mengenai hal ini. Kenapa malah jauh-jauh datang kemari sendirian. Ini terlalu berbahaya bagimu apalagi kau seorang perempuan. Kau tidak mengenal kita new York ini"
"Mau bagaimana lagi, aku tidak memiliki nomor kakak. Dan jika aku memintanya pada kak Gilang dia akan curiga kalo aku berniat menemui kakak"
"Berikan hpmu padaku" ucap leon
"Untuk apa"
"Memberikan nomorku. Agar kau tidak perlu repot-repot datang kesini lagi". Delia menghidupkan ponselnya yang sedari tadi belum dia nyalakan. Lalu memberikan ponselnya kepada Leon. Leon pun mengetik nomornya