
Bab 107
"Kenapa kau berpikiran untuk menikah dengannya"
"Karena dia kekasihku sekarang. Bukankah kakak dan papa sangat ingin aku menikah, Sampai-sampai kalian meminta kak Rey dan kak Gilang untuk menikahiku. Aku sudah di tolak mentah-mentah oleh mereka, dan untungnya ada kak Leon yang mau ngelamar aku setelah aku di buang. Aku rasa aku tidak terlalu buruk untuk mendampinginya. Jika kalian merasa dia bukan laki-laki yang baik untukku, maka kalian carilah laki-laki yang lebih darinya dari segala sisi yang mau menerimaku apa adanya seperti kak Leon. Aku selalu menuruti perkataan papa, mama dan kakak untuk tidak pacaran. Terbukti selama aku di luar negeri aku tidak melakukan hal semacam itu, karena aku tahu batasanku. Sekarang, jika kalian tidak menyetujui hubungan ku dan kak Leon Bukankah kalian terlalu egois. Aku juga mau di lamar kayak perempuan lainnya, aku nggak mau papa terus menerus, menanyai laki-laki maukah dia menikah denganku. Aku juga punya harga diri kak, aku juga punya malu. Maluku cukup sampai sama kak Rey dan kak Gilang saja jangan ada orang lain lagi"
"Apa dia pernah berbicara serius padamu" ucap devano masih ragu dengan ucapan Delia
"Kakak bisa tanya sama kak resyah ataupun sama kak Gilang. Kak Leon pernah bilang sama mereka mau nikahin aku. Apa itu belum cukup meyakinkan kakak. Sekarang, Perusahaan kak Leon juga dalam masalah. Dia melakukan perjalanan bisnis selama 1 bulan, setelah urusannya selesai dia berjanji mau nemuin papa dan melamarku"
"Leon memang pernah bilang mau nikahin resyah sama aku. Dan dia juga, yang ngomong sama aku, Kalo Delia mau bekerja di kantor lagi"ucap resyah
"Jika Delia dan Leon bersama, kemungkinan dia tidak akan terpengaruh oleh ucapan lea" batin devano
"Semua keputusan ada di tangan papa dan mama. Kita tunggu saja ke datangan Leon nanti" ucap devano
Gilang yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka, merasa gelisah.
"Kok aku jadi nggak suka ya, dengar Delia mau nikah sama kak Leon. Padahal kak Leon memang lelaki yang cocok untuk Delia" batin Gilang
"Lang, kamu kenapa? Kok ngelamun" ucap reyhan
"Aku hanya memikirkan hotel, kasihan frislya, dia sudah bekerja dari pagi,dan sekarang masih harus bekerja selama aku belum datang, menggantikannya"
"Ya mau gimana lagi? Kita harus tunggu para wartawan itu pergi"
"Kamu nggak mungkin di kasih lewat sama mereka. Jadi tunggu aja disini sebentar lagi" ucap Reyhan
"Kayaknya kak Gilang ngebet banget ya pengen ketemu sama kak frislya. Takut banget kayaknya kalo nggak ketemu sama dia" ucap delia
"Bukan seperti itu, hanya saja..."
"Sudahlah Lang, kamu nggak usah jelasin apapun sama Delia. Dia juga nggak bakalan ngerti" ucap devano
"Aku ngerti, makanya aku ngomong kayak gitu. Yang nggak ngerti itu kalian, kak frislya sama kak Gilang itu pacaran sebentar lagi mau tunangan dan menikah"
"Kau ingin menikah dengan frislya?" Ucap devano. Gilang hanya diam binggung harus menjawab apa.
"Kenapa kakak nggak percaya? Kak frislya dan kak Gilang sendiri yang bilang sama aku dan kak Leon. Sekarang, siapa yang tidak mengerti?" Ucap Delia ngengas
"Aku tidak tahu kalo kamu punya hubungan dengan frislya. Jika aku tahu, beberapa waktu lalu kami tidak akan memintamu untuk menikahi Delia. Mungkin, saat itu kamu merasa tidak nyaman"ucap devano
"Tidak. Bukan seperti itu hanya saja"
"Hanya saja, mereka belum menemukan waktu libur yang panjang untuk melaksanakan pertunangan dan pernikahan mereka"
BACA TERUS KELANJUTAN CERITANYA YA ☺️ DAN JANGAN LUPA BACA JUGA KARYA BARU AUTHOR YANG BERJUDUL "BAD GIRL" DAN "SILENT DEADLY" YA READER'S TERCINTA ☺️🙏🏻