COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Menolak Dinikahkan



Bab 72


"Lebih baik aku dinikahkan sama kak Gilang dari pada dinikahkan dnegan orang yang nggak di kenal" batin Delia


"Kak Rey benar pa. Nikahkan saja aku dengan kak Gilang. Lagian selama ini kita berdua juga sudah menjalin hubungan" ucap Delia mengenggam tangan Gilang.


Gilang terkejut mendengar ucapan Delia dia lalu melepaskan tangannya lalu berucap "itu semua nggak benar. Jangan dengarkan apa yang dikatakan Delia" ucap Gilang


"Kau memacari putriku tapi tidak ingin menikahinya" ucap defra


"Tidak, bukan seperti itu om"


"Karena kalian sudah pacaran maka secepatnya saya akan mengatur pernikahan kalian. Saya tidak ingin kalian terjerumus dalam perzinahan"


"saya tidak pantas bersama Delia, om. Saya dan kalian sangatlah berbeda. Saya tidak memiliki apapun"


"Kau sudah memacari putriku, jadi kau harus menikahinya. Dan saya tidak ingin mendengar penolakan apapun dari kamu" ucap defra


Gilang hanya terdiam tidak tahu lagi harus berkata apa.


"Nanti malam datanglah ke mansion bersama orangtuamu. Kita akan membahas soal pernikahan kalian"


"Saya sudah tidak memiliki orangtua" ucap Gilang tertunduk


"Jika begitu kau carilah orang untuk menemanimu nanti malam" ucap defra beranjak pergi diikuti sarah.


Sedangkan Lea yang menyimak dari luar pintu buru-buru pergi. "Aku harus ke kantor sekarang. Jangan sampai om defra sampai lebih dulu di kantor"


Tinggallah Gilang, Delia, resyah, Reyhan dan devano di ruangan itu.


"Kau benar-benar membuat masalah besar. Devano aku tidak memacari adikmu sama sekali" ucap Gilang


"Kau juga tidak mengenalku"


"Aku memang tidak terlalu mengenal kakak. Tapi setidaknya aku tahu sedikit tentang kakak"


"Kau tidak tahu apapun tentangku"


"Jika kakak ingin marah, salahkan kak Rey. Dia yang memberi usulan ini kepada papa. Sementara aku hanya menyetujuinya"


"Semua ini nggak akan terjadi jika kau tidak berbohong dengan mengatakan bahwa kita akan menikah" ucap gilang


"Sudahlah, kalian jangan berdebat lagi. Kita bicarakan ini nanti malam" ucap devano lalu berjalan menghampiri resyah, mencium keningnya seperti tadi pagi lalu berucap "aku harus pergi meeting sekarang. Biar Gilang yang mengantarmu ke perusahaan" ucap devano mengelus-elus kepala resyah. Sengaja memamerkan kemesraan karena berfikir Reyhan masih mengharapkan resyah.


MALAM HARI


Reyhan masuk ke kamar Gilang dia melihat Gilang mengusap-usap kasar wajahnya


"kau tidak bersiap-siap untuk menemui calon mertuamu" ucap reyhan. Berdiri disamping Gilang yang duduk disofa


Gilang menatap kesal Reyhan lalu berucap "ini semua gara-gara kakak. Biarkan saja mereka menunggu sampai bosan. Aku tidak akan datang. Lagi pula aku tidak ingin mempertanggung jawabkan Yang tidak aku perbuat sama sekali. Kakak saja tidak mau di nikahkan dengan Delia dengan dalih tidak ingin menikah tanpa cinta. Begitupun denganku, kenapa kakak malah mengkambing hitamkan aku"


"Itu karena aku melihat kalian berdua cocok. Tapi aku juga tidak menyangka kalau Delia akan menyetujuinya dan mengatakan kalau kalian sudah pacaran" Gilang hanya terdiam


"Aku lihat kau juga sangat peduli padanya, terbukti kau langsung pergi ke London untuk menjemputnya"


"Dia tidak pergi ke London kak, dia ke new York menemui kak Leon. Makanya aku susul dia kesana. Terlalu beresiko berhadapan dengan orang seperti kak leon"


"Itu Sudah membuktikan kalau kau mengkhawatirkannya. Mungkin saja kau menyukai Delia tapi kau tidak menyadarinya"