
Bab 149
1 bukan kemudian, Resyah sudah di perbolehkan pulang. Karena dia sudah dinyatakan benar-benar sembuh
Reyhan, Delia, Gilang, Leon, dan frislya juga datang untuk mengantarkan Resyah pulang.
"Kalian semua di sini? Terus kantor siapa yang jaga?" Ucap resyah
"Kita bolos kerja satu jam aja kok kak. Buat liat kakak keluar dari rumah sakit dan antarin kakak pulang"
"Kan ada devano"
"Tetap aja kita harus liat kakak. Kakak kan boss kita semua"
Resyah tersenyum kemudian berucap "iya deh. Tapi gaji kalian bulan ini di potong ya"
"Ya, kakak kok gitu sih" ucap Delia cemberut
"Hahaha, kakak becanda"
"Leon, kamu datang sendiri?"
"Aku sama frislya ke sini"
"Maksud aku Lea? Dimana dia? Kenapa selama inu aku nggak pernah lihat dia"
"Dia ada kok" ucap Leon menutupi kebenaran
"Apa dia masih marah sama aku?"
"Seharusnya yang marah itu kamu Syah, kenapa jadi dia yang harus marah" sahut Devano
"Kak Lea nggak bisa lihat kakak, karena kak Lea selama ini di penjara" ucap Delia
"Penjara? Bagaimana bisa?"
"Kak Leon yang ngelaporin dia, atas perlakuan dia sana kakak"
"Kenapa harus menjarain dia sih. Sekarang kita ke kantor polisi, aku mau ketemu sama dia"
"Udahlah Syah. Nggak usah di urusin ornag kayak gitu"
"Nggak bisa gitu Van, bagaimana pun dia tetap sahabat aku satu-satunya"
"Dia itu nggak pantes di temanin Syah"
"VAN!" bentak Resyah
"Oke, kita ke kantor polisi sekarang. Suaranya di pelanin, ntar nalista bangun" ucap devano mencium keyra
---------------
"Lea, ada yang ingin bertemu denganmu" ucap polisi membuka pintu sel
"Itu pasti kak Rey" gumam Lea tersenyum manis.
"Bawa saya masuk ke sel, saya tidak ingin bertemu dengan mereka" ucap Lea beranjak pergi ketika melihat, semua orang datang untuknya.
"Lea, tunggu dulu" ucap Reyhan menahan kepergian Lea
"Kenapa kak Rey datang sama mereka sih"
"Bukannya kamu mau bertemu dengan Leon karena merindukannya, sekarang dia ada di sini. Kamu juga bilang ingin minta maaf ke Resyah kan, dia dan putrinya sudah sembuh dan juga ada di sini"
"Aku nggak mau, aku belum siap ketemu sama mereka" ucap Lea menepis tangan Reyhan hingga terlepas.
"Tunggu Lea, aku ingin berbicara denganmu" ucap Resyah menghadang jalan Lea, sambil menggendong keyra.
"Aku sudah tidak punya muka bertemu dengan kalian, pergilah. Aku juga tidak meminta kalian untuk membebaskanku. Jangan ganggu aku dengan datang ke sini lagi, aku sudah nyaman di sini"
"LEA,DUDUK!" Bentak Leon. Alhasil membuat keyra terjaga dan menangis.
"Ah, maaf. Aku kelepasan" ucap Leon yang sadar suaranya membangunkan keyra.
"Sini biar keyra sama aku aja kak" ucap Delia mengambil alih keyra dan mengajaknya menjauh dari meraka.
"Jaga Delia dan keyra, aku nggak bisa nemanin dia" ucap Leon pada Gilang. Yang hanya di angguki Gilang dan pergi mengikuti Delia.
Lea akhirnya duduk, berhadapan dengan Resyah dan devano.
"Apa kabar?" Ucap Resyah membuka percakapan ingin mengenggam tangan Lea, tapi Lea buru-buru menarik tangannya.
"Seperti yang kalian lihat"
Resyah hanya mengangguk, dia kemudian berucap "aku baru tahu kamu di sini. Itupun jika aku tidak bertanya tidak ada yang akan memberitahuku"
Lea menatap leo, yang mana Leon hanya memasang wajah datar.
"Aku minta maaf, atas semua masalah yang terjadi. Kamu tidak akan ada di sini, jika aku tidak menikah dengan devano"
"Aku sudah memaafkan kamu ya. Jauh sebelum kamu minta maaf. Aku ke sini cuma mau nepatin janjiku sama kamu?"
"Janji?" Sahut Devano
",Aku akan bercerai Dengan devano. Dan kamu bisa menikah dengannya, sesuai janji kita dulu"
"Syah, bukankah kamu setuju untuk tidak ada perceraian di antara kita" protes devano
"Jika kalian berpisah, bagaimana Dengan anak kalian?"
"Aku sudah sembuh, dan aku bisa merawatnya sendiri"
"Nggak bisa gitu dong Syah, nalista juga anak aku. Dan aku nggak akan pernah mau cerai sama kamu. Mama papa juga pasti akan marah, jika tahu tentang ini"
"Van, dengarin aku dulu"
"Kamu yang harus dengarin aku Syah"
Lea hanay tersenyum sinis "Apa kalian sudah selesai berdebat, jika belum aku akan kembali ke sel dulu"
Resyah dan devano pun terdiam.
"Kalian ke sini hanya ingin mengatakan itu" Resyah hanya mengangguk
"Aku memang masih sangat cinta sama devano. Tapi, anak kalian lebih butuh devano di bandingkan aku. Jadi, lupakan saja janji itu" ucap Lea
Reyhan tersenyum mendengar ucapan Lea
"Kamu serius?" Tanya devano
"Tentu saja. Sekarang aku sadar, jikapun aku menikah sama kamu, aku nggak akan bahagia. Karena kamu tidak mencintaiku tapi malah membenciku"
"Kamu dengar kan Syah. Jadi, nggak ada perceraian di antara kita"
"Sepertinya, devano sangat cinta dengan kamu Syah. Takut banget kayaknya kamu ninggalin dia"
Hening semua orang larut dalam pemikirannya masing-masing.
"Sepertinya tidak ada lagi yang ingin kalian bicarakan. Aku harus kembali ke sel, sekarang" ucap Lea
"Tunggu dulu" ucap Resyah, saat Lea ingin melangkah pergi.
Lea pun menghentikan langkahnya, tapi tidak kembali duduk.
"Aku akan cari cara buat bebasin kamu, ya."
"Syah" ucap devano yang tidak setuju Dengan keputusan Resyah
"Nggak perlu repot-repot syah. Lagi pula aku sudah nyaman di sini, walaupun awalnya terasa sangat menyiksa. Di juga lebih damai"
"Ayo kita pulang" ucap devano menarik tangan Resyah
"Van, aku belum selesai ngomong"
"Keadaan kamu masih lemah, dan keyra juga nggak bagus berada di lingkungan kayak gini. Jam besuknya juga hampir habis, dia juga mau kembali ke sel. Jadi, buat apa lagi kita di sini" ucap devano menarik Resyah pergi.
Leon dan reyhan pun melangkah pergi. Lea melihat Leon, kemudian dia mengejarnya dan bersujud di hadapan Leon.
"Kak, aku minta maaf karena sudah buat kakak malu dan kecewa sama aku. Tapi please kak, jangan diemin aku kayak gini, aku juga nggak akan minta kakak buat lepasin aku lagi"
Frislya mencoba mengangkat tubuh Lea agar berdiri tapi Lea menolaknya.
"Lea, kamu jangan kayak gini. Ayo berdiri"
"Nggak kak, aku mohon maafkan aku, aku sangat menyesal" ucap Resyah memegang kaki Leon
"Yon, lebih baik kamu maafkan saja Lea, dan bebesin dia" ucap reyhan
"Saudari Lea, ayo kembali ke sel. Jam besuk sudah berakhir" ucap polisi
"Tunggu dulu pak" ucap Lea, namun polisi kembali memborgolnya dan memaksanya kembali ke sel.
"Kakak, tolong maafin aku. Aku nggak bisa tanpa kakak" teriak Lea
Leon mencoba untuk tidak emosi, dia tidak terima adiknya di perlakukan kasar seperti itu. Namun, dia juga merasa belum cukup mengasih pelajaran ke Lea. Akhirnya Leon, memilih untuk pergi.
"Leon, kamu itu harus maafin Lea. Kamu mau dia berubah dan Nyesal kan. Sekarang dia sudah seperti yang kamu inginkan, apalagi yang kamu mau" ucap Frislya mengikuti langkah Leon.
Lea memberontak, dan mengigit polisi itu. Sehingga dia berhasil lepas dan mengejar Leon walaupun tangannya di borgol.
Lea yang melihat Leon masuk ke mobilnya pun, berlari sekuat tenaga untuk bisa mencegah kakaknya itu.
Lea hampir sampai ke mobil Leon. Namun.....
DORRRRRRR