COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Gagal Mendidik



Bab 126


Saat devano membukakan pintu kamar dia terkejut melihat resyah berdiri di hadapan.


"Kenapa kau bangun? Apa kau merasa lapar" ucap devano menutup pintu kamar mereka.


Resyah menggeleng dia lalu memeluk erat devano. Lalu berucap "terimakasih. Telah mempertahankan anak kita" tangisnya pecah dalam dekapan devano


Devano membalas pelukan resyah "hanya itu yang bisa aku lakukan. Demi janjiku padamu. Sekarang bisakah kau berjanji padaku untuk baik-baik saja" ucap devano memegangi wajah resyah dengan kedua tangannya. Tatapannya tak lepas dari wajah resyah


Resyah juga menatap devano lalu berucap "aku akan berusaha sebisa mungkin untuk tetap berada dalam kondisi yang baik"


Devano tersenyum mendengar ucapan resyah, ucapan resyah adalah penyemangat baginya. Karena dengan begitu, resyah pun memiliki semangat hidup. Dia pun menarik resyah dalam pelukannya


"Kita akan melewati semuanya bersama-sama. Kita pasti bisa melewatinya. dan suatu saat, kita akan mengatakan dengan bangga bahwa putra ataupun putri kita nanti adalah anak yang hebat. Karena terlahir dari wanita yang hebat"


"Semoga saja"


"Itu akan terjadi. Aku percaya itu" ucap devano mempererat pelukannya.



Leon memesan kamar di hotel Gilang. Dia membawa banyak sekali minuman ber-alkohol ke dalam kamarnya.


Dia terus meminum minuman alkohol itu sampai mabuk.


Gilang dan frislya yang mendengar Leon terus berbicara pun merasa aneh. Mereka memilih untuk melihat keadaan Leon.


Setelah membuka pintu kamar Leon melalui kartu akses, keduanya terkejut melihat banyaknya botol minuman alkohol yang berceceran di lantai. Karena Leon sesudah menghabiskan minuman itu, langsung membuang kalengnya ke sembarangan arah.


"Kak, apa yang kau lakukan" ucap gilang


"Hehhh, Gilang kemarilah. Temani aku minum. Ada sesuatu yang ingin aku ceritakan"


"Apa"


"Kemari" ucap Leon sambil tangganya memberi kode untuk Gilang mendekat.


Gilang pun duduk di samping Leon "apa yang ingin kakak ceritakan?"


"Aku... Aku gagal menjadi pengganti ayah dan ibuku untuk Lea. Dan aku juga gagal menjadi seorang kakak. Hahahaha" ucap Leon dengan tawa yang terdengar sangat menyedihkan. Dia juga terus meminum minuman alkohol itu.


"Berhentilah minum. Dan ceritakan apa yang terjadi" ucap Gilang merampas kaleng minuman Leon


"Kembali kan dulu minumanku, jika ingin aku ceritakan"


"Jangan biarkan dia minum lagi. Dia sudah mabuk berat" ucap frislya


"Kauu.. ah iya, aku lupa. Aku tidak hanya gagal mendidik adikku tapi aku juga gagal dalam hal percintaan. Bukankah aku benar-benar tidak bisa diandalkan selain urusan Perusahaan. Iya, kan?" Ucap Leon menarik-narik baju Gilang


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Ucap frislya


"Kau meninggalkanku, setalah 10 tahun mencari dan menunggumu kau malah ingin menikahi pria lain. Yang mana orang itu sudah aku anggap sebagai adikku sendiri. Dan adikku, Lea. Dia lebih mengecewakanku. Dia membuat banyak kekacauan dan membuat resyah di ujung kematian" ucap Leon


"Apa? Lea yang melakukan semua itu"


"Ya. Hatiku benar-benar hancur melihat adikku menghancurkan dirinya sendiri. Aku berusaha melakukan yang terbaik dan memenuhi semua keinginannya selama ini. Aku bahkan bekerja keras untuk itu. Tapi dia, sekali pun tidak pernah datang menemuiku. Padahal cuma dia yang aku punya di dunia ini. Hahahaha, tapi kasih sayangku di hancurkan olehnya karena cintanya yang terluka dia malah melukai orang lain sangat dalam"


Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️ dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul BAD GIRL dan SILENT DEADLY ya reader's tercinta 🙏🏻☺️