
"Lebih baik hpnya kak devano aku bawa aja. Biar kak Lea ngak bisa gangguin kak devano"batin Lea lalu memasukkan hp devano dalam tasnya
"Yaudah mah ayo kita pulang"
Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Lea berada diluar rumah resyah menekan-nekan bel namun tak ada yang membuka pintu. Dia pun juga berkali-kali menelpon devano tapi tidak aktif. Karena hp devano sengaja dimatiin Delia.
"Ihh nyebelin banget sih,ngapain juga devano ngak aktifin nomornya. Mana ointui nggak dibuka lagi. Apa jangan-jangan devano sekarang dirumah mamanya makanya telponnya nggak aktif. Dan kayaknya dirumah ini nggak ada orang deh walaupun ada mereka nggak mungkin tuli kan ngak dengar bunyi bel dari tadi" ucap Lea mencoba untuk berpikiran positif.
"Yaudah deh aku pulang aja, besok baru kesini lagi"
Sementara itu resyah terbangun dari tidurnya. Dia yang melihat wajahnya devano sangat dekat dengan wajahnya pun kaget. Lalu dengan hati-hati melepaskan tangan devano yang melingkar di pinggangnya dan menjauhkan tubuhnya pelan-pelan dari devano supaya tidak membangunkan devano. Setelah berhasil dia pun berdiri dan menempelkan tangannya di dahinya devano.
"Masih panas. Tapi untungnya dia tidak menggigil lagi" gumam resyah.
"Lebih baik aku kedapur masak, devano pasti lapar" lalu pergi kedapur . Dia pun melihat rantang makanan dan buah-buahan yang di letakkan Sarah tadi.
"Jadi, tadi mereka kesini. Kenapa mereka tidak membangunkan ku. Apa jangan-jangan mereka mencariku dikamar dan tidak ada, makanya mereka meninggalkan makanan ini disini. Aku kirim pesan ke Delia bilang kalo devano udah lebih baik. Biar mereka nggak khawatir" lalu mengirimkan pesan Delia. Menghangatkan makanan yang diberikan Sarah dan mengupas beberapa buah.
45 menit kemudian semua pekerjaannya selesai. Resyah kembali ke kamarnya devano membawa nampan yang berisi makanan, buah-buahan, segelas air putih hangat, dan obat. meletakkan nampan diatas meja, dan membangunkan devano
"Devano bangun, makan dulu" devano pun terbangun. Lalu duduk
"Apa sudah merasa lebih baik"
"Sudah lebih baik dari tadi siang"
"Syukurlah kalau begitu, aku pikir aku salah kasih kamu obat tadi. karena kamu menggigil membuatku takut saja"
"Apa kamu khawatir"
"Tentu saja aku khawatir" devano hanya tersenyum mendengar ucapan resyah
"Makan dulu abis itu minum obat biar cepat sembuh"
Memberikan nampan yang berisi berbagai jenis makanan dan buahan kepada devano.
"Apa kamu yang memasak semua ini"
"Aku hanya menghangatkannya saja.semua ini mungkin pemberian Tante. Karena tadi aku kasih tahu Delia kalo kamu sakit. Tapi aku juga nggak tahu kenapa mereka pulang tanpa bertemu dengan kita. Atau mungkin karena mereka melihat kita tidak ada dikamar ku makanya mereka pergi"
"Mungkin saja"
"Tapi aku udah kirim pesan sama Delia kalo kamu udah lebih baik. Biar Tante sama om nggak khawatir"
"Baguslah. Kamu sudah makan" resyah menggelengkan kepala.
"Kau menyuruhku makan tapi kau Sendiri belum makan, ayolah makan bersamaku"
"Aku sehat, aku bisa makan nanti. Yang terpenting sekarang itu kamu yang makan"
"Yasudah kalau begitu kamu letakkan saja lagi ini di dapur,aku tidak akan makan kalo kamu nggak makan"
"Oke, oke aku akan makan tapi berjanjilah untuk menghabiskan makanannya"
"Aku janji, tapi gantian aku yang akan suapin kamu. Karena tadi siang kamu udah suapin aku" ucap devano dengan senyuman manisnya. Resyah pun hanya bisa menuruti keinginan devano. Mereka berdua memakan makanan itu sampai habis.
"Udah habis,sekarang minum obatnya dan habiskan juga air hangatnya" ucap resyah. Devano pun langsung menurut.
"Kamu istirahatlah, aku mau cuci piring dulu" devano hanya tersenyum lalu berbaring resyah pun membenarkan selimut devano
"Terimakasih dan maaf sudah merepotkanmu" ucap devano lirih
"Untuk apa berterimakasih"
"Tidak usah berterimakasih. Bukankah dari kecil kau sudah menjagaku. Sekarang giliran ku merawatmu. Dan aku juga tidak merasa direpotkan"
"Tetap saja aku ingin berterimakasih padamu"
"Baiklah-baiklah. Sekarang istirahatlah" devano pun memejamkan matanya. Sedangkan resyah membereskan dapurnya, mencuci piring setelah selesai dia kembali lagi ke kamar devano. Mengecek suhu badan devano yang ternyata masih demam
"Masih panas. Kenapa demamnya belum turun juga". Kemudian dia duduk di ranjang samping devano.
"Jam berapa sekarang" lalu melihat jam di hpnya
"Ternyata sudah jam sebelas malam." Kemudian dia meletakkan hpnya dia tas meja. Dia melihat laptop devano disana, dia pun mencoba membuka password laptopnya devano dan beranjak keluar kamar duduk disofa. Karena dia tidak mau devano terbangun olehnya.
"Kira-kira password-nya apa ya" kemudian dia mulai mengetik tanggal ulang tahun devano namun ternyata salah.
"Bukan tanggal ulang tahunnya. Coba tanggal ulang tahunnya Lea" dan ternyata salah juga
"Salah juga, apa mungkin tanggal ultahnya ok atau Tante" lalu mengetik tanggal ultahnya defra dan Sarah namun tetap juga salah
"Salah juga, apa mungkin tanggal pernikahan om sama Tante" salah juga
"Kok salah semua sih. Apa tanggal pernikahan kita" lalu mengetik tanggal pernikahan mereka yaitu 08 Agustus 2022 dan ternyata benar.
"Akhirnya kebuka juga, Aku mau lihat pekerjaan devano. pasti banyak banget pekerjaan yang numpuk karena udah dua hari dia nggak bekerja"
Lalu membuka email devano dan benar saja banyak email dari klien.
"Tuh kan banyak banget pekerjaannya. Lebih baik aku bantuin selesaiin deh. Kasian banget dia kalo baru sembuh udah di sambut banyak pekerjaan" dia pun kemudian membantu pekerjaan devano.
Jam sudah menunjukkan angka 2 pagi. Resyah ketiduran disofa karena kacapean mengerjakan pekerjaan devano . Sedangkan devano baru bangun dari tidurnya. Dia melihat sekelilingnya tidak ada resyah
"Dia kemana, apa mungkin tidur dikamarnya"
Lalu keluar kamar untuk ke kamar resyah, namun langkahnya terhenti ketika melihat resyah yang ketiduran sofa. Dia pun menghampirinya.
"Ternyata dia mengerjakan pekerjaanku. Padahal dia sendiri kurang istirahat dan hebatnya lagi dia bisa membuka password laptopku". Lalu menyisipkan rambut resyah yang menghalangi wajahnya.
"Wajahnya begitu tenang dan damai. Terimakasih Syah untuk hari ini, aku akan menjaga kamu sampai menutup mata yang terakhir kalinya" tersenyum.
Lalu membaringkan resyah di sofa itu karena posisi resyah tidur sambil duduk. Kemudian mengambil selimut dikamarnya,menyelimuti resyah. Dia pun ikut berbaring di sofa itu karena sempit akhirnya dia menyampingkan tubuhnya menghadap resyah dan memeluknya.
"Aku nggak tahu Syah, kenapa aku ganti password laptopku dengan tanggal pernikahan kita. Sehabis kita nikah seminggu yang lalu. Aku rasa aku menyukai tanggal pernikahan kita Syah" ucap devano sambil terus menatap resyah kemudian terlelap tidur.
Haripun pagi...
Reyhan yang sudah siap pergi ke kantor namun harus direpotkan membangunkan Gilang
"Gilang bangun atau aku siram kamu pakai air"
"5 menit lagi kak"
"Buruan bangun atau aku tinggal kamu"
"Kalo gitu kakak pergilah duluan. Aku akan menyusul secepatnya"
"Secepatnya-secepatnya, kalo sampai kamu terlambat hari ini. Dan keadaan resyah sudah normal kembali, maka jangan menangis nantinya jika di pecat" ucap reyhan kemudian beranjak pergi.
Gilang yang mendengar itupun langsung bangkit dari tidurnya "oke, kak tunggu aku dalam 15 menit" lalu masuk ke kamar mandi
"10 menit atau aku tinggal kamu" ucap Reyhan keluar dari kamar gilang