COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Membeli Kembali



Bab 51


Disaat ketiganya sudah mandi secara bergantian mereka duduk di ruang utama mansion menunggu resyah.


Beberapa saat kemudian devano dan Lea datang.


"Jadi, kamar aku yang mana baby. Aku mau kamar aku sebelahan dengan kamar kamu" ucap Lea mengandeng mesra tangan devano. Tapi devano acuh tak acuh padanya.


"Eh, itu tu mansion kak resyah. Jadi terserah kak resyah mau ngasih kamu kamar yang mana. Tapi lebih bagus kamar pembantu sih" ucap Delia tak suka melihat Lea bermesraan dengan kakaknya


"Baby, adik kamu kurang ajar banget sih sama aku" ucap Lea manja


"Lea, stop. Benar yang dikatakan Delia ini mansion resyah jadi kamu tunggu sampai resyah pulang. Lagi pula semua kartu akses dirumah ini resyah yang simpan" ucap devano


"Tapi aku mau mandi. Badan aku udah gatal-gatal. Aku mandi di kamar kamu aja ya. Bolehkan"


"Nggak boleh. Kak devano itu satu kamar sama kak devano. Kamu orang asing ngga bisa masuk ke kamar mereka" ucap Delia


"What? Kalian tinggal satu kamar"


"Udah deh Lea, nggak usah cari-cari masalah. Kamu juga nggak bisa mandi di kamar resyah itu privasinya resyah"


"Tapi itu kan juga kamar kamu"


"Lebih baik tahu diri deh kak. Sebelum Kakak diusir kak resyah nantinya"


"Kalo gitu aku mandi di kamar kamu aja"


"Nggak bisa"


"Lho kenapa"


"Salah sendiri kenapa nggak mandi dari rumah Kakak sendiri tadi"


"Kau benar-benar ya"


"Sudahlah kalian nggak usah ribut. Aku ke kamar dulu. Dan kau tetap disini sampai resyah pulang" ucap devano lalu beranjak pergi ke kamarnya


"Ta-tapikan"


"Udah duduk aja disini. Sampai kak resyah pulang. Jadi tamu tuh harus sopan" ucap delia kembali duduk disofa.


Setengah jam kemudian devano yang baru selesai mandi menghampiri mereka di ruang utama.


"Resyah belum pulanh juga"


"Kenapa kalian tidak pulang bersama dengannya"


"Kak resyah yang menyuruh kami pulang duluan. Dan memaksa kak Rey dan kak Gilang untuk pindah kesini"


"Kita tunggu saja. mungkin sebentar lagi resyah pulang"ucap Reyhan.


Sementara itu resyah berada di cafe dengan seorang laki-laki yang membeli mobil dan apartemen-apartemen devano.


"Saya akan membayar uang bapak dua kali lipat jika bapak mau memberikan kepada saya mobil dan apartemen yang bapak beli kepada reyhan"


"Aku baru membelinya 3 hari yang lalu pada pak Reyhan"


"Jika bapak menerima tawaran saya. Bapak bisa membeli apartemen dan mobil yang lebih bagus. Bagaimana"


"Baiklah, jika kau benar-benar, memaksa. Ini kunci dan kartu aksesnya"


"Dan ini cek sudah saya tulis dengan harga dua kali lipat. Silahkan bapak lihat" ucap resyah memberikan cek kepada pembeli itu


Pembeli itu lalu mengambil dan melihat cek itu. "Bagaimana saya bisa memastikan jika cek ini tidak palsu"


"Ini kartu nama saya. Jika ada permasalahan tentang mencairkan uangnya. Bapak bisa datang keperusahaan saya" ucap resyah memberi kartu namanya


"Baiklah, saya percaya kalo begitu"


"Saya pergi dulu" ucap resyah lalu beranjak pergi dan lulang kerumahnya.


DI MANSION RESYAH


"Kenapa resyah belum juga pulang. Ini sudah jam sepuluh malam. Aku tidak bisa menunggu lagi, aku akan menjemputnya di perusahaan" ucap devano


"Aku ikut" ucap Lea


"Tidak perlu repot-repot aku sudah kembali" ucap resyah.


"Kamu baru pulang. Kamu dari mana saja jam segini baru pulang" ucap devano


"Ini kunci mobil dan karti akses apartemen-apartemenmu" ucap resyah meletakkan kunci dan kartu akses itu di tangan devano


"Kau membelinya kembali"


"Jaga baik-baik apa yang kakekku berikan padamu. Dan jangan berpikiran untuk menjualnya kembali"


"Maafkan aku.aku nggak bermaksud" ucap devano