COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Rencana Berhasil



"Masa sih bisa nggak ingat boss" ucap Gilang.Resyah pun teringat kejadiannya dengan Devano tadi malam yang membuatnya semakin gelisah.


"Boss kenapa memangnya? Apa yang terjadi sama boss tadi malam" ucap reyhan pura-pura tidak tahu


"Ngak apa-apa. Kalian pergilah bekerja"


"Baikalh kalau gitu" Reyhan pun pergi dari ruangan resyah


"Terus boss pekerjaan aku apa sekarang" tanya Gilang


"Kamu kerjakan apa saja yang kamu bisa,kalo ada yang nggak ngerti bisa tanya Reyhan"


"Baiklah boss kalau begitu saya permisi dulu" Gilang pun keluar dan di depan pintu sudah ada Reyhan yang menunggunya


"Kak Rey sepertinya rencana kita berhasil"


"Pelankan suaramu. Nanti ada yang dengar. Dan ingat itu rencana kau dan Delia aku nggak ikut-ikutan"


"Iya deh iya, tapi kasihan banget ya resyah pasti sekarang binggung mikirin kejadian tadi malam"


"Udahlah nggak usah dipikirin. Biar itu mereka berdua saja yang mikirin"


----------


Sementara itu di kantornya devano. Dia gelisah memikirkan resyah yang pergi entah kemana tadi pagi. "Kenapa Reyhan belum menelpon juga,apa resyah nggak ke kantor hari ini. Tapi kalo dia nggak ke kantor kenapa dia tidak ada juga dirumah. Apa mungkin dia belum sampai kerumah tadi pagi".


Kemudian Lea masuk keruangannya devano.


"Kenapa terlambat hari ini. Aku tadi mencarimu tapi kau belum datang"


"Mungkin karena pesta tadi malam aku bangunnya kesiangan" ucap devano berbohong


"Hemm, apa kamu yabg mengantarku pulang tadi malam". Devano hanya menggeleng.


"Itu bukan kamu. Kenapa bisa bukan kamu, kemana kamu tadi malam. Apa kamu keasyikan berpesta sehingga nggak ada waktu mengantarku pulang tadi malam" ucap resyah kesal


"Bagaimana aku bisa mengantarmu pulang sedangkan aku sendiri juga mabuk tadi malam. Dan aku nggak ingat apapun yang terjadi tadi malam" ucap devano yang mulai emosi. Lalu beranjak pergi


"Kamu mau kemana"


"Pulang. Aku tidak enak badan"


"Apa kau merasa pusing"


"Hemm"


"Tapi satu jam lagi kita ada meeting, pusing itu mungkin akan hilang setelah satu jam"


"Apakah meeting lebih penting dari kesehatanku. Kau gantikan saja aku untuk meeting jika tidak bisa minta bantuan papaku dan jika dia tidak mau kau batalkan saja meetingnya" lalu pergi


"Apa kau ingin cepat-cepat pulang untuk bertemu resyah, makanya kau buat alasan nggak enak badan"


Devano menghentikan langkahnya mendengar ucapan lea. Berbalik badan menghadap Lea


Lalu berucap"Jam segini resyah itu sudah ada di kantor. Jangan lupakan satu hal bahwa kalo dia itu pekerja keras dan dia adalah CEO perusahaan besar. Dan tanggung jawabnya juga tinggi"


"Karena dia CEO mungkin saja dia tidak bekerja hari ini"


"Aku nggak habis pikir ya sekarang sama kamu. Yang ada dipikiran kamu itu cuma kecemburuan dan kekhawatiran yang nggak bearti" lalu beranjak pergi dan pulang.


"Ada apa sih dengan dia. Biasanya demam tinggi pun masih ikut meeting. Lah ini cuma pusing doang udah mau pulang" ucap Lea kesal.


-----------


Jam istirahat makan siang.


Resyah menelpon Delia untuk membawakan pakaian gantinya kekantor.


"Hallo, Delia. apakah kamu sibuk"


"Nggak kak, kenapa? Tumben nelpon"


"Apa kakak boleh minta bantuan"


"Tentu saja. Kakak mau aku bantu apa"


"Apa kamu bisa,ambil pakaian kakak dirumah dan bawakan ke kantor kakak"


"Bisa kak, tapi apa kakak nggak ganti baju pergi kekantor hari ini"


"Kakak juga nggak tahu kenapa bisa nginap di apartemen semalam. Jadinya dari apartemen kakak langsung ke kantor"


"Sandi rumah kakak hari kematian kakek"


"Baiklah kak aku mengerti"


"Kalo begitu terimakasih" ucap resyah lalu mematikan sambungan telponnya.


"Tumben banget kak resyah minta tolong, tapi gimana dengan tadi malam ya berhasil atau nggak. Kak resyah itu ngomong kayak nggak terjadi apa-apa gitu. Aku harus telpon kak Reyhan untuk dan tanyakan itu"


Lalu mencari kontak nomor Reyhan di hpnya dan ternyata dia tidak memilikinya.


"ya ampun. Ternyata aku nggak punya nomor hpnya kak Reyhan. Coba telpon kak Gilang aja deh"


dan ternyata dia juga tidak menyimpan nomor Gilang


"Yahh, aku lupa lagi kemarin minta nomor hpnya kak Gilang. Ya udahlah aku tanya aja sama mereka nanti di kantornya kak resyah"


Lalu pergi kerumah resyah. Sesampainya di rumah resyah Delia terkejut melihat devano yang terbaring di atas sofa.


"Kak devano ngapain tiduran disini bukannya kerja malah malas-malasan. Aku aduin papa baru terasa"


"Kamu yang ngapain disini" ucap devano tanpa membuka matanya


"Di tanya malah balik nanya. Sebagai seorang suami kakak tuh harus bekerja yang giat untuk istri kakak,ya walaupun kak resyah lebih segala-galanya dari pada kakak. Setidaknya Kakak berusahalah menjadi suami yang baik"


"Hemm, kamu sendiri ngapain disini". Delia tidak menjawab dia langsung masuk ke kamar resyah untuk mengambil pakaian resyah, disusulin devano.


"Kamu ngapain buka-buka lemari resyah"


"Mau cari pakaian cocok buat kak resyah. Soalnya dia nyuruh aku bawain pakaiannya ke kantor"


"Kalo gitu sini aku bantu pilihin" lalu melihat-lihat beberapa pakaian formal resyah. Dan pilihannya pun tertuju pada setelan baju berwarna navy.


"Ini dia. Resyah terlihat cantik menggunakan baju ini" memberikan baju pilihannya kepada delia


"Kak resyah mah, mau pakai baju warna apa aja tetap cantik" lalu beranjak pergi memasuki mobil.


"Aku antarin kamu ya ke kantornya resyah" ucap devano di luar mobil


"Nggak usah, aku kesini pakai mobilnya mama nanti juga aku masih ada urusan lain"


"Kayak orang penting aja kamu, sok sibuk. Palingan juga urusan kamu itu ngedrakor doang"


"Dari pada kak devano, bukanya kerja malah malas-malasan dirumah. Udah pak ayo kita pergi" ucap Delia kepada supirnya.


15 menit kemudia Delia pun sampai di kantornya resyah. Dan kebetulan dia berpapasan dengan gilanh dan Reyhan yang mau pergi ke kantin kantor.


"Delia,ngapain kamu kesini" ucap Reyhan


"Aku kesini bawain baju kak resyah. Oh iya, gimana apakah rencana kita berhasil"


"Kelihatannya seperti itu" ucap Gilang


"Tadi kak resyah nelpon aku tapi kelihatannya nggak terjadi apa-apa nada bicaranya juga kedengarannya santai. Terus aku mau tanyain sama kalian tapi aku nggak punya nomor hp kalian. Dan untungnya aku disuruh kak resyah bawain baju dia jadi ada kesempatan deh ketemu sama kalian"


"Kamu nggak punya nomor telponku Delia" ucap Reyhan. Delia hanya menggelengkan kepalanya.


"Wah keterlaluan sekali"


"Memangnya kak Reyhan punya nomor telponku"


"Tentu saja punya"


"Kakak dapat dari mana. Kok aku nggak ngerasa pernah kasih nomor telpon ke kakak"


"apakah nomormu masih yang lama"


"Tentu saja. Aku nggak suka ganti-ganti nomor.katanya dari mana kakak mendapatkannya"


"Kamu itu bukan artis, sehingga harus sudah untuk mendapatkan nomor telponmu. Kamu lupa dulu saat kamu lulus SMA aku yang jemput kamu karena devano ada urusan. Dan dia juga kasih nomor telpon kamu ke aku"


"Kalo gitu kakak udah lama dong punya nomorku.kenapa kakak nggak pernah hubungin aku atau kirim pesan ke aku supaya akh juga punya nomor kakak"


"Belum punya kesempatan" ucap Reyhan cengengesan


"Nyebelin"


"Kamu penasaran kan sama keadaan resyah. Sekarang lebih baik kita keruangannya biar kamu bisa lihat sendiri. Sekalian ajakin dia makan inikan jam istirahat" ucap Gilang. Dan merekapun pergi keruangan resyah