COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
PINDAH



Bab 50


Di perjalanan menuju perusahaan resyah, Delia, Gilang dan Reyhan bercakap-cakap.


"Aku nggak mau Syah tinggal dimansionmu. Ini benar-benar hal gila dan teraneh "Ucap Reyhan


"Iya boss, aku juga nggak mau tinggal bersama kalian. Kalian pasangan suami istri. Lagi pula kami ini masih lajang Delia dan Lea seorang gadis tidak baik rasanya tinggal satu atap" ucap Gilang


"Anggap saja ini sebagai tugas pekerjaan kalian. Dan Gilang kau asistenku di kantor mulai hari ini kau akan menjadi asisten pribadiku. Aku akan membayarmu dua kali lipat"


"Ya, nggak gini caranya boss"


"Dan kamu Rey, jika kamu tinggal bersama kami. kamu mempunyai banyak waktu untuk mengajari Delia. Dan kita bisa mendiskusikan apapun dirumah"


"Tapi kak, bukankah kakak tidak ingin jika ada orang lain dimansion ataupun dirumah Kakak" ucap Delia


"Ya, tapi sekarang aku benar-benar butuh kalian untuk berada di sekitarku. Aku tidak mempercayai orang lain selain kalian. Dan aku tidak mau mendengar penolakan dari kalian"


"Tapi Syah" ucap Reyhan


"Ngak ada tapi-tapian. Sekarang kalian pulanglah ke apartemen untuk mengemasi barang-barang kalian. Delia bantu mereka membawa barang-barang. Karena Mulai malam ini kalian akan tinggal bersama kami"


"Tapi boss inikan masih jam kerja"


"Tidak apa-apa. Aku yang akan mengurus pekerjaan kalian diperusahaan. sebentar lagi juga sudah jam pulang kalian bertiga berkemaslah. Dan Gilang, hentikan mobilnya aku turun disini saja."


"Turun disini, yang benar saja boss. Cuaca sangat panas disini juga susah cari taksi ataupun ojek. Biar aku antar saja boss keperusahaan jika bos benar-benar ingin kami pindah kemansion boss"


"Baiklah" ucap resyah


Beberapa saat kemudian merekapun sampai diperusahaan.


Sementara Delia Gilang dan Reyhan pergi menuju apartemen. Sesampainya di apartemen Gilang dan Reyhan memasukkan pakaian mereka masing-masing ke koper. Sedangkan Delia hanya duduk diruang tamu.


Beberapa saat kemudian Reyhan keluar dari kamar di susul dengan Gilang yang keluar dari kamar sebelahnya.


"Sudah selesai" ucap Delia. Reyhan dan Gilang mengangguk


"Kalian hanya bawa koper dan laptop saja"


"Terus mau bawa apalagi Delia. Apa harus bawa apartemen ini sekalian"


"Iya nggak gitu juga maksud aku"


"Lagi pula apartemen ini lebih dekat ke kantor dari pada mansionnya resyah. Jika ada keperluan kita bisa kesini nanti. Lagian kita nggak mungkin kan,tinggal selamanya di mansionnya resyah" ucap gilang


"Benar juga. Sini laptop-laptop kalian biar aku yang bawa" ucap Delia lalu mengambil laptop Reyhan dan Gilang.


DI MANSIONNYA RESYAH


Delia, Reyhan dan Gilang memasuki mansion resyah.


"Ini dia mansion kak resyah. Sangat besarkan" ucap Delia


"Pantas saja resyah meminta kita untuk tinggal disini, jika hanya dua orang yang tinggal disini rasanya pasti sangat kesepian" ucap Gilang.


"Kak Gilang benar banget. Aku yang baru tinggal dua hati disini benar-benar merasa bosan. Walaupun dirumah ini di penuhi dengan fasilitas-fasilitas yang mewah tapi jika tidak ada teman rasanya akan hampa. Apalagi kak resyah nggak mau ada pembantu atau penjaga apapun disini"


"Terus kamar kita yang mana nih. Aku kau cepat-cepat mandi udah gatal rasanya"


"Aku juga nggak tahu kamar kalian yang mana. Kita tunggu kak resyah pulang aja. Soalnya semua kartu-kartu akses kamar disini kak resyah yang simpan. Tapi kalo kalian mau mandi di kamar aku aja ngak apa-apa kok"