
Bab 43
Gilang lalu mengoleskan salep ke luka bakarnya Lea.
"Ternyata dia tidak berubah masih perhatian sama seperti dulu" batin Lea Simanjuntak
"Apa kau terpaksa menjagaku"
"Menurut, bagaimana? Sudahlah, ayo bawa makanan itu pada mereka"
Gilang lalu beranjak mengambil jagung-jagung yang sudah di bakar sedangkan Lea membawa piring berisi sosis.
"Ini dia, makanannya sudah siap" ucap Gilang.
Mereka lalu menyantap makanan itu, bernyanyi, bermain dan bercanda ria.
KEESOKAN HARINYA
Resyah terbangun dari tidurnya karena perutnya terasa sakit. Dia melihat jam di ponselnya menunjukkan jam 8;13 pagi. Dia melihat Lea dan Delia masih sangat terlelap tidur.
Resyah lalu keluar dari tenda dia juga melihat Gilang yang tidur di luar tenda.
"Ternyata belum ada yang bangun" gumam resyah.
Karena mereka sangat bersenang-senang mereka baru tidur pukul 4 shubuh.
Resyah beranjak masuk ke villa untuk mencuci wajahnya. Setelah selesai mencuci wajahnya, resyah memegang perutnya yang terasa makin sakit, dan tubuhnya pun mulai menggigit kedinginan.
"Kenapa akhir-akhir ini aku selalu merasakan seperti ini. Apa aku mengidap penyakit" uccap resyah.
Resyah lalu berjalan dengan kaki yang gemetaran, beberapa langkah resyah berjalan dia jatuh pingsan karena kedinginan. Ditambah lagi udara disana ketika pagi benar-benar dingin.
Haripun semakin siang Reyhan terbangun dan mengecek di ponselnya pukul 2;30 siang. Dia lalu membangunkan devano.
"Devano, hey bangun. Ini udah siang". Ucap Reyhan mengoyang-goyangkan tubuh Devano. Devano pun terbangun
"Jam berapa sekarang"
"Dua siang. Cepatlah bangun dan berkemas kalau tidak nanti kita akan pulang kemalaman" devano hanya mengangguk.
Reyhan lalu keluar dari tenda dan membangunkan Gilang.
"Cewek-cewek belum pada bangun" ucap Gilang beranjak duduk
"Tendanya sih terbuka. Mungkin udah pada bangun, coba kamu cek" ucap Reyhan yang melihat tenda di sebelahnya terbuka
"Kakak ajalah nggak enak rasanya lihat-lihat tenda cewek. Ntar dikirain mau ngapa-ngapain lagi"
Reyhan lalu berteriak memanggil nama cewek-cewek itu.
"Resyah, Delia, Lea. Udah pada bangun belum" teriak Reyhan.
Tak ada jawaban apapun. Reyhan pun kembali berteriak memanggil nama mereka
"Delia"
"Lea"
"Cepat bangun kita mau pulang".
Delia dan Lea pun akhirnya bangun dan keluar dari tenda.
"Apaan sih kak Rey teriak-teriak gangguin orang tidur aja. Masih pagi juga" ucap Delia yang masih sangat mengantuk
"Masih pagi apanya, sekarang tuh udah hampir jam 3 sore. Resyah mana? Kok kalian cuma berdua" ucap Reyhan
"Nggak tahu kan kita baru bangun. Mungkin dia udah bangun duluan dan berada di villa" ucap Lea
"Biar aku lihat di villa sekalian mau cuci muka" ucap Delia lalu beranjak pergi.
Setalah sampai di dalam villa delia melihat-lihat setiap ruangan yang dia lewati.
"Kak resyah nggak ada disini. Mungkin di toilet atau lagi mandi kali ya" gumamnya
Dan betapa terkejutnya Delia ketika memasuki kamar mandi, dia melihat resyah tergeletak tak berdaya.
"Ya, ampun. kak resyah" pekik Delia
"Kak, kakak kenapa" ucap Delia
Namun tak ada jawaban. Delia lalu berteriak meminta tolong
"Tolonggggg, kak devano, tolong"
"Kak Rey"
"Kak Gilang"
"Kak leaa"
"Tolongg"
Gilang yang mendengar teriakkan Delia pun berucap "kayak suara Delia yang minta tolong" lalu bergegas berlari menuju villa diikuti oleh devano, Reyhan dan Lea.
Setelah sampai di villa mereka semua sama terkejutnya dengan Delia ketika melihat resyah tak sadarkan diri.
"Delia, boss kenapa" ucap gilang
"Aku juga nggak tahu"
Devano tanpa mengatakan apapun langsung mengendong resyah ala bridge style.
"Aku akan bawa resyah ke rumah sakit. Delia ikut kakak dan kabari mama sama papa. Gilang kamu juga ikut, untuk mengurus segala urusan dirumah sakit" lalu beranjak pergi, memasuki mobil menuju rumah sakit. meninggalkan Reyhan dan Delia.