COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Pasar malam



Setelah sampai di depan restoran Delia langsung keluar dari mobil, Leon langsung melajukan mobilnya.


Delia masuk ke restoran, di lihatnya Gilang sedang makan di sana dia pun menghampirinya.


"Kak Gilang lagi sarapan"


"Heum"


Keduanya jadi canggung, karena dulu Delia sempat menjauhi Gilang. Di tambah lagi dengan hubungan palsu yang keduanya mainkan.


"Kalo gitu aku tinggal dulu"


"Boleh pinjam laptop? Aku harus mengecek data-data hotel dan memberinya pada frislya"


"Akan aku ambilkan"


Sambil menunggu Delia, Gilang kembali menyantap makanannya.


"Ini kak laptopnya" ucap Delia, dia lalu duduk berhadapan dengan Gilang


Gilang mengambil laptop kemudian di sibukkan dengan pekerjaannya.


"Apa hotel juga dalam masalah"


"Hanya sedikit penurunan di bulan ini"


Delia hanya mengangguk


"Caffe bagaimana perkembangannya? Aku sudah lama tidak ke sini"


"Caffe sih nggak ada Masalah. Kita juga udah punya Beberapa pelanggan tetap"


"Bagus kalau gitu"


"Kak Rey, ke negara mana?"


"Aku juga nggak tahu, dia mungkin akan berpindah-pindah tempat. Karena cabang di luar negeri si boss itu banyak"


"Benar juga. Kak Rey, benar-benar bekerja keras"


Sedetik kemudian tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka, yang ada hanya keheningan.


Setelah selesai mengerjakan pekerjaannya, Gilang langsung mengembalikan laptop delia.


"Selesai, ini laptopnya. Terimakasih"


Delia hanya mengangguk. Gilang beranjak pergi.


"Kakak mau kemana?" Ucap Delia.


Gilang membalikkan badannya lalu berucap "pulang"


Delia hanya diam mendengar Jawaban Gilang.


"E-nggak" ucap Delia gugup. Dia juga tidak tahu, kenapa dia tidak ingin gilang pergi


"Siapa yang akan menjemputmu nanti?"


"Kayaknya naik taksi deh. Soalnya nggak mungkin minta kak devano buat jemput, nanti kak Resyah sendirian di mansion. Kak Leon, dia lagi nyari kak Lea"


"jika ingin pulang sekarang aku akan mengantarmu"


"Apa tidak merepotkan"


Gilang langsung beranjak pergi, Delia pun mengikutinya.


Saat keduanya melewati taman, di sana sedang ada pasar malam.


"Kak Berhenti. Aku mau lihat pasar malam dulu"


"Ini udah malam Del"


"Bentar aja.aku udah lama nggak lihat pasar malam"


Gilang pun memakirkan motornya. Delia langsung turun dari motor.


"Kak gilang kalo mau pulang, pulang aja. Aku mau lihat-lihat pasar malam dulu"


"Yaudah aku temanin. Ntar lho ilang lagi, gue juga yang bakal di amuk devano ntar"


Delia tersenyum senang mendengar Gilang ingin menemaninya. Keduanya pun masuk ke area pasar malam.


Sementara itu, di mansion resyah dan devano sedang berada di kamar.


"Bosan banget" ucap resyah menutup laptopnya setelah menonton drama favoritnya.


"Tadi aku lihat di taman ada pasar malam. Mau kesana?"


"Pasar malam? Boleh. Udah lama banget kan kita nggak lihat pasar malam"


"Iya sih. Tapi kamu nggak boleh jauh-jauh dari aku. Kita cuma lihat-lihat aja. Kamu nggak boleh naik roal coaster, atau permainan-permainan lainnya yang membahayakan. Ingat, kandunganmu itu lemah dan kondisimu juga..."


"Iya aku tahu. Aku bakal jaga diri baik-baik dan bakal ada di samping kamu terus" ucap resyah memotong ucapan devano.


Mereka berduapun pergi menuju pasar malam. Saat berada di pasar malam, mereka bertemu dengan selai dan Gilang yang mana keduanya sedang duduk di bangku dengan Delia yang memakan gulali.


"Delia, gilang kalian juga disini" ucap resyah


"Kakak, kalian ngapain di sini"


"Seharusnya yang nanya itu kita. Ngapain kamu disini, katanya tadi mau ke caffe" ucap devano


"Emang dari caffe kak. Kalo nggak percaya tanya aja sama kak Gilang"


Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️ dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul BAD GIRL dan SILENT DEADLY ya reader's tercinta 🙏🏻☺️