
"Kak resyah" ucap Delia membukakan pintu. Lalu duduk disofa begitu juga dengan Reyhan dan Gilang
"Kau sudah datang". Ucap resyah mematikan laptopnya duduk disamping delia
"Kenapa penampilan kakak hari ini sangat buruk. nggak hanya pakaian yang nggak di ganti, rambut juga acak-acakan. Mata lebam kayak udah nangis gitu. Apa kakak ada masalah"
"Nggak kok semuanya baik-baik saja"
"Apa kakak sakit. Muka kakak pucat banget"
"Nggak kok ini mungkin efek mabuk tadi malam"
"Ahh, iya itu benar. Kalian ingat bagaimana resyah mabuk dia langsung mengusir kita tadi malam" ucap Reyhan dengan mengedip-ngedipkan matanya mengode Delia dan Gilang.
"Itu benar itu benar. Maaf ya kak gara-gara party aku kakak jadi mabuk" ucap Delia sok bersalah
"Itu juga bukan salah kamu. Tapi seingat aku, aku hanya minum satu gelas tapi kok bisa mabuk"
"Itu juga tergantung daya tahan tubuh Syah" ucap Gilang mencoba meyakinkan resyah supaya dia tidak curiga
"Lagian nggak devano nggak kak resyah kenapa aneh banget hari ini"
"Ya, devano pagi tadi nelpon aku nanyain kamu.kan aneh kalian kan semalam di apartemen berdua" ucap Reyhan
"Nggak cuma itu. Kak Reyhan juga cuma rebahan doang dirumah" ucap Delia
"Dia dirumah" ucap resyah
"Iya,dan dia juga yang pilihin baju kakak" memberikan Tote bag berisi pakaian kepada resyah.
"Apa dia nggak bekerja" tanya resyah
""Dari pakainya sih rapi, kayak udah siap ke kantor gitu. Tapi nggak tahu juga deh ke kantor apa nggak nantinya. Mukanya juga terlihat pucat"
"Syah ini udah jam istirahat kamu mau makan bareng kita" ucap reyhan
"kalian makanlah duluan aku masih banyak pekerjaan dan harus ganti pakaian juga"
"Kalo gitu boss mau makan apa biar aku yang beliin" ucap gilang
"nggak perlu, nanti aku bisa pesankan sendiri"
"Kalo gitu kita pergi makan dulu, Delia mau ikut"Delia menggangukan kepala.
"Kak aku tinggal dulu ya" ucap Delia.
Delia,resyah dan Gilang pun pergi ke kantin kantor untuk makan.
"Kak resyah benar-benar kacau hari ini. Biasanya tampil rapih,bersih dan berkilau tapi lihat sekarang bahkan rambut aja kayak nggak disisir"
Reyhan dan gilang hanya tertawa mendengar ucapan Delia.
"Kalian kok ketawa, apanya yang lucu"
"Dasar bocah gitu aja nggak ngerti" ucap Gilang
"Maksudnya"
"Jadi gini, kemungkinan resyah itu pagi tadi kabur dari apartemen karena devano nelpon aku tanyain dia" ucap reyhan
"Kenapa kak resyah kabur"
"Ya, rencana yang kalian berdualah. Terus apa lagi selain itu"
"Bearti rencana kita berhasil dong" ucap Delia kesenangan lalu tanpa sadar memeluk reyhan.
Gilang yang melihat itupun langsung berdehem "hemm".
Delia yang sadar karena memeluk reyhan pun langsung melepaskan pelukannya.
"Maaf kak refleks" ucap Delia karena malu.
"Refleks-refleks, bilang aja cari kesempatan dalam kesempitan" ucap Gilang
"Kauuu" ucap Delia kesal. Lalu membuang mukanya kearah lain.reyhan hanya tersenyum melihat tingkah Mereka.
"Gilang, kamu sebenarnya tinggal dimana"
"Aku nge-kos kak,di didekat tempat aku bekerja dulu"
"Kalo begitu jaraknya jauh banget dong dari kantor ini".ucap Delia. Gilang hanya mengangguk.
"Kamu ngekos sama siapa"
"Ya, sendirilah kak, Mau sama siapa lagi emangnya. Kakak udah lupa ya kalo aku ini hidup cuma sebatang kara"
"Nggak bukan begitu, maksud aku. Kalau kamu mau kamu bisa tinggal di apartemen denganku. Jarak apartemen kesini juga lumayan dekat. Lagi pula itu apartemen milik resyah, kakeknya dulu menyuruhku pindah kesana alasannya sih biar aku nggak terlambat kerjanya. Jadi karena kamu juga bekerja dengan resyah, aku pikir kamu juga harus tinggal disana"
"Yang benar kak"
"Ya,tentu saja. Untuk apa juga aku berbohong"
"Kalo begitu aku mau deh kak. Itung-itung hemat uang kost"
"Kakeknya Kaka resyah benar-benar orang yang baik. Kaku bukan karena dia keluargaku sekarang ngak mungkin seperti ini. Aku dan kak devano juga belum tentu hidup sampai sekarang"
"Iya, dia memang orang benar-benar Orang yang baik dengan siapapun".
"Kalo boleh tau kak Rey tinggal di apartemennya kak resyah yang mana" ucap Delia
"Kenapa"
"Ya ngak apa-apa cuma nanya doang. Siapa tahu aku lewat jalan sana kan bisa mampir dulu"
"Perempuan nggak boleh kerumah laki-laki. Apalagi kalo laki-laki itu cuma tinggal sendiri"
"Sekarang kan kak Rey udah tinggal berdua
sama kak Gilang. Lagi pula aku udah anggap kalian sebagai kakakku, masa aku nggak boleh kerumah kakak Sendiri".
"Aku mah ogah punya adik kayak kamu" ucap gilang.
"Nyebelin banget sih, aku sumpahin ngak ada satupun cewek yang mau nikah sama kak Gilang, biar kak Gilang jadi om-om tua Bangka"
"Sembarangan aja kalo ngomong. Walaupun nantiny nggak ada satupun yang mau nikah sama kamu, yaudah kamu aja yang aku nikahin gampangkan"
"Siapa juga yang mau punya suami yang super duper nyebelin kayak kakak"
"Emang kamu pikir aku mau punya istri bocil kayak kamu"
"Kalo nggak mau ngapain tadi bilang mau nikahin aku"
"Itu juga terpaksa karena udah nggak ada pilihan lain. Besoknya aku cerain deh kamu biar kamu jadi janda muda"
"Ihhh,, amit-amit deh" ucap resyah mengetuk-ngetuk meja.
"Sudah sudah kalian tuh ada-ada saja bahan ributannya" ucap reyhan
"Dia yang mulai duluan kak" ucap Delia
"Ehh itu fitnah kamu dengar sendiri kan kak dia yang duluan nyumpahin aku jadi bujangan tua"
"Sudah-sudah. Kalian bikin aku pusing saja. Kalo kalian berdua benar-benar menikah, entah akan seperti apa rumah tangga kalian nanti"
"Lagian siapa juga yang mau punya suami kayak dia" ucap resyah
"Ehh bukannya tadi malam kamu mau dapat cowok yang setia dan perhatian kayak aku. Bearti kamu itu mau jadi istri aku" ucap bilang
"Siapa bilang! Kan aku cuma bilang seperti kak Gilang bukan kak Gilang garis bawahi itu"
"Ya intinya itu aku kan"
"ihhh nyebelin banget. tahu ahh bete. Aku mau pulang aja" ucap Delia lalu mengambil tasnya dan beranjak pergi.
"Hati-hati awas nabrak dinding" ucap Gilang
Delia berhenti melihat Gilang, kemudian pergi lagi dengan menghentak-hentakkan kakinya.
Gilang dan Reyhan terkekeh melihat tingkah Delia.
"Kamu suka banget gangguin dia"
"Ya, habisnya dia mancing-mancing keributan terus"
"Awas loh nanti suka"
"Suka sama dia, yang benar saja"
"Kita lihat aja nanti"
"Yang akan kakak lihat nanti tuh aku bakal nikah sama cewek lain, mana mungkin sama dia"
"Cewek lain,Lea maksud kamu"
"Jika bukan ke juga, udah pasti cewek lainnya lagi. Udahlah kak kita cari pembahasan lain saja"
-------
Sementara itu, devano menunggu resyah pulang sampai malam.
"Sudah pukul 22:30 kenapa resyah belum juga pulang. Apa dia lembur" lalu mencoba menelpon resyah dan tidak di angkat.
"Tidak di angkat. Apa dia marah karena kejadian semalam. Tapi aku juga nggak tahu kenapa bisa sampai kejadian kayak ini. Aku tunggu saja sampai dia pulang disini" membaringkan tubuhnya di sofa.
Sedangkan resyah berada di ruangannya di temani Gilang dan Reyhan.
"Kalian ngapain masih disini bukannya pulang"
"Boss sendiri belum pulang masa aku udah pulang" ucap Gilang
"Ini tuh udah 3 jam setelah jam pulang. Lebih baik kalian pulang nggak usah tungguin aku disini. Aku masih banyak pekerjaan, kalian lihat sendiri kan dokumen-dokumen ini"
"Emangnya ada apa dengan dokumen- dokumen itu. Apa ada masalah" ucap reyhan.
"Aku cuma mau periksa semuanya. Karena aku nggak mau ada kesalahan nantinya" ucap resyah berbohong padahal dia hanya ingin menyibukkan dirinya agar tidak pulang bertemu devano.