
Gilang terburu-buru memasang dasi,jas dan sepatunya. Kemudian dia mengambil hpnya dan melihat jam masih jam delapan pagi. Diapun protes kepada reyhan karena jam masuk kerja masih satu jam lagi.
"Kak Rey, Kakak keterlaluan banget sih, jam masuk kerja itu masih satu jam lagi. Kenapa kakak suruh aku buru-buru. Pantas aja aku masih ngantuk"
Reyhan yang sedang sarapan hanya diam tidak merespond ucapan gilang. Membuat Gilang kesal.
"Kak Rey, aku tuh lagi ngomong sama kakak" lalu duduk disamping Reyhan.
"Sudah jangan banyak bicara, makanlah, itu makananmu sudah ku beli. Biasakan sarapan sebelum berangkat kerja"
"Kita kan bisa makan di kantin kantor kak Rey. Ini adalah hari ketiga bekerja, dua hari yang lalu kak Rey santai-santai aja tuh nggak kayak gini amat"
"Karena dua hari belakangan keadaan resyah lebih tepatnya sih pikirannya itu sedang kacau. Jadi dia tidak terlalu memperhatikan kantor. Kalo hari ini kita telat, habis kita!"
"Apakah gaji kita akan dipotong kalo telat"
"Tidak hanya itu, dia bisa saja tidak ngomong sama kita selama satu bulan, atau dia akan menurunkan jabatan kita dan yang lebih parahnya lagi kita bisa saja dipecat"
"Sampai sebegitunya"
"Ya. Itu adalah perusahaan besar, jadi peraturannya juga ketat. Resyah juga wanita yang pekerja keras, tujuan hidupnya adalah untuk terus memajukan perusahaannya" Gilang hanya mengangguk-angguk mendengar cerita Reyhan sambil makan.
"Dan aku selalu mempunyai kebiasaan bangun pagi, sarapan dirumah sebelum berangkat ke kantor dan pergi bekerja 30 menit lebih awal, karena kalo pergi tepat waktu jalanan akan padat bahkan tak jarang terjadi kemacetan. Bukankah lebih baik datang lebih awal dari pada terlambat.belum lagi jika kita banyak pekerjaan tidak ada waktu untuk makan siang bahkan tak jarang juga lembur"
Gilang mengganguk lalu berucap "tapi kan kak, jarak apartemen ini sama kantor tidak terlalu jauh"
"Memang. Tapi, kita harus mengerjakan pekerjaan sepenuh hati. Dengan begitu tidak ada yang terasa berat. Kakak kasih saran sama kamu bekerjalah dengan giat, jujur, dan bertanggungjawab atas semua pekerjaanmu"
"Pasti kak aku janji nggak bakalan ngecewain kakak. Dan resyah kak ngak bakalan punya kesempatan untuk kecewa apalagi ngeluhin aku sama kakak"
"Kakak percaya sama kamu"
"Dan aku juga bakalan nerapin pergi ke kantor lebih awal, dan selalu sarapan dirumah di pagi hari"
"Baguslah kalau begitu. Cepat habiskan makananmu, kita akan segera berangkat" hilang mengganguk dan dengan cepat menghabiskan makanannya.
"Kita berangkat kerja naik motor aku aja kak" Reyhan mengganguk dan mereka pun pergi menuju kantor.
--------
Sementara itu. Delia, Sarah dan defra datang kembali kerumah resyah . Namun lagi-lagi mereka melihat resyah dan devano tidur namun kali ini di sofa.
"Ini orang berdua emang benar-benar ya. Sofa pun dijadikan tempat tidur, padahal dirumah ini banyak sekali kamar. Nggak takut jatoh apa tidur di lantai" ucap Delia
"Udahlah kamu bangunin dulu kakak-kakakmu. Mama mau nyiapin makanan di atas meja." Ucap Sarah lalu beranjak ke meja makan.
"Biar papa bantu" ucap defra kemudian menyusul istrinya.
Sedangkan Delia membangunkan devano dan resyah
"Kak devano, kak resyah bangun ini udah pagi" ucap Delia agak berteriak.
Resyah dan devano pun terbangun. Resyah terkejut melihat devano memeluknya, kemudian dia langsung berdiri karena malu.
"Kamu ngapain sih disini pagi-pagi. Gangguin orang tidur aja" ucap devano
"Gangguin orang tidur gangguin orang tidur. Cepat bangun mama sama papa udah nungguin di meja makan"
"Ada mama sama papa juga" ucap resyah
"Iya kak. kita kesini buat lihat kondisi kak devano. Tapi kayaknya dia udah sembuh deh".
"Apa demamnya sudah turun" ucap resyah kemudian menempelkan tangannya di dahi devano.
"Syukurlah, demammu sudah turun" devano hanya mengganguk.
"Del, cepat. bangunin kakak dan kakak iparmu, untuk segera sarapan" teriak Sarah di dapur
"Iya, mah. Ini mereka juga udah bangun. Kalian dengarkan" devano dan resyah hanya mengangguk lalu mereka bertiga pergi ke meja makan.
"Kamu kenapa bisa sakit devano, kamu harus jaga tubuh kamu baik-baik, sekarang bukan hanya dirimu saja yang harus di jaga tapi resyah juga" ucap Sarah.
"Siapa juga sih mah yang mau sakit. mungkin, karena makan nggak teratur" ucap devano
"Selama ini kita nggak pernah makan bareng mah, kita hanya makan di kantor. Lagian,kami sama-sama sibuk kerja ma. Resyah selalu pergi ke kantor lebih dulu dan pulangnya juga ngak pernah bareng, akhir-akhir ini resyah juga sering lembur".
"Kalau begitu kalian pergi ke kantor satu mobil aja. Kak devano anterin kak resyah dulu kekantorya, kantor kalian kan juga searah. Pulangnya nanti kak devano jemput kak resyah. Dengan begitu kalian akan pergi dan pulang kerja bersama, iya kan pah" ucap Delia
"Itu benar,Devano. mulai hari ini, kamu antar dan jemput resyah bekerja. Papa nggak mau dengar penolakan dari kalian berdua. Kamu setuju kan resyah" resyah hanya mengangguk dak memaksakan senyum.
"Baiklah kalo begitu, mobil devano akan papa bawah pulang nanti. Papa nggak mau kalian hanya mengiyakan saja perkataan papa tapi tidak kalian lakukan".
"Terserah papa saja" ucap devano.
"Resyah kenapa diam saja ayo makan ucap Sarah"
"Ngak apa-apa kok mah. semenjak kakek sakit, aku biasanya hanya makan roti saat perjalanan ke kantor. Tiba-tiba sekarang makan bersama kalian rasanya mengembalikan kenangan 5 tahun lalu bersama kakek saat makan di meja ini" ucap resyah
"sekarang kan udah ada devano, mulai hari ini dan seterusnya kamu tidak akan sendirian lagi" ucap Sarah
"Ya, kamu tenang saja. Aku akan selalu nemenin kamu makan disini. Pagi dan malam. Kalo kamu juga mau makan disini disiang hari saat jam istirahat kita akan pulang untuk makan. Oke" ucap devano sambil mengelus-elus rambut resyah yang duduk menunduk.
"Sekarang makanlah, habis itu kita berangkat kerja"
"Kamu akan pergi bekerja hari ini". Devano mengganguk.
"Istirahatlah dulu dirumah. Besok baru pergi bekerja. Bagaimana jika nanti kamu sakit lagi di kantor, Demammu saja baru turun. Aku bisa ke kantor sendiri"
"Aku sudah sembuh Syah, lagian itu hanya demam. Bukan penyakit parah, setiap orang juga pasti ngerasain demam Syah"
"Resyah benar devano, kau beristirahatlah dirumah. Pekerjaan dikantor biar papa yang handle"
"Aku akan bosan jika hanya dirumah sendirian"
"Kalo gitu kak resyah temenin kak devano aja hari ini di rumah. Kalian kan, juga bisa bekerja dari dirumah" ucap Delia
" apa kamu setuju untuk nemenin devano hari ini syah. kalo dia ditinggal sendirian dirumah bagaimana kalo dia sakit lagi. Mama sama resyah nggak bisa nungguin kakakmu karena mama mau beli bahan makanan dirumah sekalian nanti mama belikan bahan makanan kalian."
"Baiklah mah, terimakasih"
" papa berangkat bekerja dulu. Devano mana kunci mobilmu" ucap defra yang sudah menghabiskan makanannya
"Di atas meja di ruang utama pa"
"Papa berangkat dulu, mah". Sarah pun langsung mencium tangan defra dan defra mencium keningnya Sarah. Resyah yang melihat keromantisan mertuanya itu tersenyum
"Hati-hati" ucap Sarah kemudian defra pun beranjak pergi
"Mama sama papa tiap hari nunjukin mesra terus nggak kasian apa sama aku yang tiap hari harus ngeliatin ke uwuan kalian"
"Makanya cepat-cepat nyusul kakak menikah"
"Umurku baru 20 tahun ma. Masa udah di suruh nikah aja. Lagian aku juga belum lulus kuliah"
"Lebih baik kamu menikah dari pada pacaran. Emangnya kenapa kalo kamu masih kuliah, bukannya tidak di permasalahkan jika sudah menikah atau belum"
"Pacaran aja aku nggak pernah"
"Bagus kalo begitu, mama juga udah punya calon untukmu"
"Apa? Mah aku nggak mau yah di jodoh-jodohin"
"Kamu nggak usah nolak dulu. Lagian dianya yang belum tentu mau sama kamu"
"What" ucap Delia agak berteriak
"Memangnya siapa sih mah orangnya"
"Kalian semua sudah mengenalnya jauh lebih baik dari pada mama" ucap Sarah
"Apa yang mama maksud itu Reyhan" tanya resyah
"Menantu mama pintar banget. Langsung bisa nebak"