
Bab 88
Setelah makan, Reyhan dan Gilang pergi dari restoran itu.
Karyawan Delia memberikan kunci-kunci yang di berikan Gilang padanya.
"Nona, ini kunci yang di titipkan kak gilang untuk nona"
"Dia di sini" ucap Delia mengambil kunci itu.
" Ya nona, kak Reyhan dan kak Gilang ke sini untuk makan dan baru saja pergi"
"Baiklah terimakasih. Kau kembalilah bekerja"
Karyawannya itupun pergi.
"Kenapa? Wajahmu terlihat kecewa. Apa karena Gilang di sini tapi tidak menemuimu"
"Nggak kok kak. Tapi aneh saja, mereka di sini tapi tidak menyapaku"
"Oh ya. Apa kau bisa menemani ku bertemu dengan frislya dan tunangannya malam ini"
"Kakak ingin bertemu dengan mereka"
"Ya. Jika sudah bertemu dengan Tunangannya aku akan ikhlas untuk melepaskan frislya. Dan akan kembali ke new York besok"
"Kalian mau bertemu dimana"
"Aku mengatakan pada frislya untuk membawa tunangannya ke sini. Karena aku tahu kau mungkin tidak bisa pergi ke tempat lain"
"Kali tempatnya sudah di sini. Maka nggak ada alasan lagi dong buat nolak kakak" ucap Delia tersenyum manis.
Sementara itu, Lea masuk ke perusahaan resyah, karena semua orang tahu dia temannya resyah jadi Lea bisa dengan mudah masuk ke sana.
Saat melewati toilet dia mendengar percakapan antara dua orang office girl.
"Kamu kenapa kok murung gitu" ucap office girl1
"Aku pusing harus cari uang dimana. Ibuku masuk rumah sakit. Dan pengobatannya sangat mahal. Ibu ku juga harus secepatnya di operasi" ucap office girl2
"Kau pinjam saja uang sama boss. Dia orang yang sangat baik, dia mungkin bisa membantumu" ucap office girl 1
"Aku belum sampai satu bulan bekerja di sini. Boss tidak mungkin meminjamkan uangnya padaku dari pada di hina nantinya" ucap office girl 2
"Boss nggak seperti itu kok. Kau cobalah dulu. Aku pergi dulu ya. Harus beresin gudang" ucap office girl 1 lalu beranjak pergi.
"Kau butuh uang" ucap Lea
"Maaf, anda siapa ya"
"Kamu tidak perlu tahu siapa saya. Saya akan membantu pengobatan ibumu. Asalkan kamu mau membantu saya"
"Membantu seperti apa"
"Masukkan obat ini ke dalam minuman atau makanannya resyah. Bagaimana kau setuju"
"Itu, obat apa"
"Kau tidak perlu tahu ini obat apa. Kerjakan saja apa yang aku perintahkan"
"Tapi"
Lea memasukkan uang ke dalam kantong office girl itu lalu berucap "ambil saja uangnya. Apa kau tidak sayang pada ibumu yang kesakitan di rumah sakit"
Office girl itu hanya diam
"Ingat, jangan sampai ketahuan. uang yang ku berikan cukup untukmu sampai mendapatkan pekerjaan baru. Dan pastikan resyah memakan atau meminum, makanan yang sudah di campuri dengan obat ini. Setelah itu pergilah dari kantor ini. Dan jika kau ke susahan mencari pekerjaan kau bisa menemui ku nanti"
"Bagaimana dengan pengobatan ibuku"
"Di rumah sakit mana ibumu di rawat. Aku akan segeralah kesana dan membayar semau pengobatannya"
"Kau tidak berbohong"
"Kau lihat siapa aku. Apa aku seperti orang pembohong"
"Baiklah. Aku akan melakukan apa yang kau minta"
"Bagus. Sekarang pergilah" ucap Lea. Office girl itu pun pergi.
"Bagus. dengan begini rencana ku akan berjalan dengan lancar. Dan aku tidak perlu mengotori tanganku untuk menghancurkan resyah" batin Lea.
Office girl itu memasukkan obat yang di beri Lea ke dalam susu. Lalu pergi keruangan resyah untuk memberikan susu itu.
Baca terus kelanjutan ceritanya ya βΊοΈ
Jangan lupa baca juga karya kedua author yang berjudul "BAD GIRL" dan karya baru author yang berjudul "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta βΊοΈππ»ππ»ππ»