
Bab 57
"Aku yang menginginkannya. Terlebih lagi kau memiliki banyak pekerjaan. Dulu 5 hotel aku yang handle sendiri. Jadi kau percaya saja padaku. Kalau begitu aku pergi dulu, sampai jumpa besok malam" ucap frislya dengan senyum ramahnya lalu beranjak pergi
--------
MANSION RESYAH,,,
Lea dan devano duduk di sofa ruang utama.
"Sayang, bagaimana kalau kamu temenin aku belanja" ucap Lea menyenderkan kepalanya ke bahu devano dan memegang tangan devano
"Kau pergi saja sendiri aku capek" ucap devano melepaskan tangan lea.
Seketika Lea emosi mendengar ucapan devano "kau benar-benar berubah. Devano"
"Tidak ada yang berubah dariku"
"Kau berubah. Semenjak kau menikah dengan resyah kau benar-benar berubah"
"Itu hanya perasaanmu saja" ucap devano yang malas berdebat.
"Kau bilang capek tapi bukannya istirahat di kamar kau malah duduk disini. Itu pasti karena kau menunggu resyah pulangkan"
"Jika kau sudah tahu. Kenapa masih bertanya" ucap devano acuh
"Kauu"
"Jangan lupakan satu hal, dimana kau Sekarang. Jika kau protes dengan sikapku, itu salah kamu sendiri. Karena kau masih ingin berhubungan denganku" ucap devano beranjak pergi ke kamarnya
"Devano, kau benar-benar membuatku marah. Kau akan menyesali karena telah mengabaikanku. DEVANO" teriak Lea, devano tidak menghiraukannya dia terus menaiki tangga
Lea Sangat kesal dia. Beberapa saat kemudian dia melihat ke arah lift.
"Kenapa lift itu tidak boleh digunakan. Dan kenapa kami tidak boleh menaiki lantai lainnya di mansion ini." Ucap Delia lalu beranjak menuju lift
Setelah sampai pintu lift terbuka. Lea keluar dari lift dan dihadapannya ada sebuah pintu
"Ruangan apa ini" ucap Lea menatap pintu itu
"Apa password ruangan ini. Apa tanggal ulang tahunnya resyah" ucap Lea lalu mengetik password tanggal lahirnya resyah dan ternyata salah
"Salah. Apa mungkin password-nya sama dengan password kamarku. Resyah mengatakan jika semau password di lantai satu sama Saja. Mungkin password-nya juga sama disini" ucap Lea lalu kembali memasukkan password dan kembali salah.
Lea berpikir sejenak "apa passwordnya tanggal pernikahan mereka" ucap Lea kembali memasuki password dan pintu pun terbuka.
"CK, kenapa dia menggunakan tanggal itu sebagai passwordnya" ucap Lea kesal lalu memasukkan ruangan itu.
Lea melihat-lihat ternyata ruangan itu adalah sebuah kamar yang begitu luas.
"Ini kamar" ucap Lea. Matanya lalu tertuju pada sebuah foto besar di dinding yang mana foto itu adalah foto resyah masih kecil di gendong almarhum papa dan almarhumah mamanya.
"Apa Itu foto orangtua resyah. Mungkin, dulu ini adalah kamar orangtuanya resyah"
Lea berjalan ke depan meja rias disana tertata rapi banyak sekali perhiasan. Mata Lea tertuju pada sebuah foto yang ada disana. Itu adalah foto pernikahan mama dan papanya resyah.
"Jadi, Ini benar kamarnya orangtua resyah. Tapi kenapa resyah dan kakeknya malah tinggal dirumah lain dan tidak di mansion ini" ucap Lea kembali meletakkan foto itu ditempatnya semula.
"Kamar ini benar-benar terawat meski tidak dihuni. Mungkin resyah membersihkannya setiap hari"
Lea membuka pintu balkon dia berdiri disana melihat pemandangan disektar sana.
"Ternyata pemandangan disini sangat bagus" ucap Lea yang melihat banyak gedung di depannya. Lea lalu kembali masuk ke kamar.
"Jika aku di kamar ini aku tidak akan bosan" ucap Lea membaringkan tubuhnya di ranjang
"Sebaiknya aku tidur saja disini malam ini. Resyah juga nggak akan tahu kalo aku tidur disini" ucap Lea mulai memejamkan matanya