
Bab 91
"Gilang, kenapa kau diam saja. Bahkan waktu itu sebelum kita terbang dari new York ke sini kau bilang dia hanya rekan kerjamu"
"Itu, karena kami baru resmi berpacaran kemarin" ucap frislya
"Kalian baru berpacaran kemarin?" Ucap Leon tak percaya
"Ya. Sebenarnya kita sudah lama saling mengenal, dan baru resmi berpacaran kemarin"
"Baru berpacaran kemarin tapi sudah merencanakan pernikahan" ucap Leon
"Ya. Kami tidak ingin berlama-lama pacaran. Dan kami juga merasa sangat cocok satu sama lain.ya kan Lang" ucap frislya menatap memohon ke pada Gilang.
Diam hanya terdiam, dia bingung harus bagaimana. Sesaat kemudian dia menganggukan kepala dengan ragu.
"Pantas saja kak Gilang sangat menolak untuk menikahi ku walau hanya berpura-pura menerima ku di depan papa" ucap Delia
"Tidak, bukan. Seperti itu" ucap Gilang yang sedari tadi hanya diam.
"Sudahlah, tidak usah di pikirkan lagi. Jika dia tidak ingin menerima mu secara pura-pura maka aku akan menikahi mu dengan sungguh-sungguh. Aku yang akan datang ke rumah mu untuk melamar mu. Jadi ayahmu tidak perlu meminta orang lain lagi untuk menikahimu. Kau sangat berharga, tidak sepantasnya ayahmu meminta laki-laki untuk menikahimu. Yang benar adalah laki-laki yang datang menemui ayahmu untuk meminangmu. Aku akan menemui ayahmu secepatnya, dan melangsungkan pernikahan kita dnegan mewah, gadis kecilku"ucap Leon mengusap-usap kepala Leon.
"Kak Leon akan melamar Delia" ucap Gilang tak percaya
"Ya. Dan terimakasih karena telah menolaknya. Jadi aku mempunyai kesempatan untuk mempersuntingnya. Kita lihat saja, pasangan mana di antara kita yang akan menikah lebih dulu" ucap Leon tersenyum manis pada mereka. Padahal hatinya sangat hancur.
Gilang mengangguk ragu lalu berucap "maaf, saya tidak bisa berlama-lama di sini. Kami harus kembali ke hotel sekarang" ucap Gilang beranjak pergi.
"Kami pergi dulu" ucap frislya lalu mengejar Gilang ke parkiran.
"Kamu juga nggak nanya. Kenapa? Apa kau menyukai Delia. Maaf, aku tidak bermaksud. Jika tahu begini lebih baik kita tidak datang ke sini tadi" ucap frislya
"Aku tidak menyukainya. Sudahlah, sekarang cepat naik. Aku akan mengantarkanmu pulang. Ini sudah jam mu pulang"
"Kau kembali lah ke hotel. Aku akan pulang naik taksi. Maaf telah merepotkanmu"
Gilang hanya mengangguk, kemudian beranjak pergi dari sana.
Sementara itu, Leon dan Delia malah berdebat di caffe.
"Kak Leon ngapain sih ngomong kayak tadi di Depan mereka". Ucap delia
"Kenapa? Kamu takut menyakiti hati Gilang gitu?" Ucap leon
"Ih bukan gitu. Kak Gilang Sekaranng kan juga udah bersama kak frislya. Lagi pula siapa juga yang menyukai kak Gilang"
"Aku nggak bilang kamu menyukainya. Lagi pula terlihat jelas bahwa mereka itu hanya pura-pura. Makanya aku bilang mau ngelamar kamu tadi. Jika mereka bisa mempermainkan perasaan kita, maka kita harus melakukan hal yang sama. Jika tidak, mereka akan tertawa terbahak-bahak atas luka dan kebodohan kita"
"Bagaimana jika mereka benaran ingin menikah"
"Jika mereka benar-benar menikah, setidaknya kita tidak terlihat menderita di depan mereka. Kau mengerti kan" Delia mengangguk.
"Terus, bagaimana dnegan rencana buat ngejauhin kak Lea dan kak devano"
"Kamu lakukan saja apa yang aku perintah. Selebihnya serahkan semuanya padaku"
BACA TERUS KELANJUTAN CERITANYA YA ☺️ DAN JANGAN LUPA BACA JUGA KARYA BARU AUTHOR YANG BERJUDUL "BAD GIRL" DAN "SILENT DEADLY" YA READER'S TERCINTA ☺️🙏🏻