COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
DI Tangkap Polisi



Bab 35


"Reyhan Gilang kalian cairkan uang perusahaan ke bank dan bawa kesana"


"Maaf Syah, tapi kita nggak bisa memakai uang perusahaan di luar dari kebutuhan perusahaan" ucap Reyhan.


"Jika begitu kalian cairkan uang di dalam ATM ini" memberikan black card nya kepada reyhan.


"Baiklah, kalian berdua pergilah kesana dulu. Kami akan mencairkan uangnya dengan cepat" ucap reyhan


" jangan datang terlambat, waktu kita tidak banyak"


"Tenang boss aku akan mengendarai motorku dengan kecepatan penuh dan aku pastikan 30 dari sekarang kami akan sampai di perusahaan G-group"


"Bagus kalau begitu. Ayo delia kita pergi"


Mereka berempat pun keluar dari kantor dengan tujuan yang berbeda.


-------


Diruangan Devano suasananya sudah menegang karena Leon tidak ingin mentoleransi apapun.


"Saya ingin uang 5 triliun itu hari ini juga. Jika kalian tidak mampu membayarnya terpaksa saya akan memanggil polisi kemari untuk menangkap kalian" ucap Leon yang duduk di sofa yang berada di ruangan devano dengan sekretarisnya yang berdiri di samping kanannya dan dua pengawal di belakangnya.


"Beri kamu waktu sedikit lagi. Kami baru mengumpulkan setengah dari uang itu" ucap devano


"Saya sudah memberikan waktu satu Minggu, dan saya tidak ingin mentoleransi apapun lagi"


" saya mohon, beri kami sedikit waktu lagi. Kami berjanji akan membayarnya"


"Jika tidak kalian berikan saja perusahaan ini padaku, anggap saja sebagai pembayaran hutang kalian"


"Kau gila!" ucap Lea yang mulai emosi dengan kakaknya.


Devano hanya menggelengkan kepala memberi isyarat kepada Lea supaya tidak membuat kesalahan.


"Bagaimana, kalian setuju"


"Beri kami waktu 3 hari lagi, saya benar-benar berjanji akan membayar uang itu tepat waktu"


"Kenapa harus tiga hari lagi, jika kau mampu membayarnya kau pasti sudah membayarnya hari ini. Atau jangan-jangan kalian ingin kabur"


"Sayangnya saya tidak percaya. Saya tidak ingin membuang-buang waktu lagi karena kalian tidak memiliki uangnya. sekarang kalian hanya punya dua pilihan memberikan perusahaan ini kepada saya atau masuk penjara. saya sudah meminta dua orang polisi menunggu di depan pintu jadi tentukanlah pilihan kalian"


"Saya tidak akan menyerahkan perusahaan ini kepada anda atau siapapun itu"


"Baik, bearti anda sudah siap masuk penjara"


"Saya siap, asalkan hanya saya yang dibawa ke penjara"


"Maksdu kamu"


"Saya terima hukuman dipenjara dua kali lipat asal jangan masukkan papah saya kepenjara"


"Devano" ucap defra


"Baik, tidak masalah. Kalian panggil kedua polisi itu untuk menangkapnya" ucap Leon kepada pengawalnya.


"Berhenti" ucap Lea menghalangi kedua pengawal itu untuk lewat.


"Jangan hiraukan dia, laksanakan perintah saya" ucap Leon


"Sudahi kekonyolanmu itu Lea. Jangan membuat masalah lagi. Ini semua tidak akan terjadi jika bukan kerana ulahmu" ucap defra


"Pah sudahlah, tidak ada gunanya saling menyalahkan sekarang. Lea duduklah" ucap devano.


Leapun kembali duduk dengan menatap tajam ke arah Leon. Sementara Leon hanya tersenyum sinis.


Beberapa saat kemudian dua pengawal itu datang dengan dua orang polisi.


"Pak, tangkap dia" ucap Leon


"Pak, jangan tangkap anak saya" ucap defra memohon kepada polisi


"Pak jangan tangkap boss saya. Dia tidak bersalah" ucap lea


Tanpa menghiraukan ucapkan Lea dan defra Polisi lalu menangkap devano. sementara devano hanya pasrah di saat polisi ingin membergol kedua tangannya.


"Tunggu dulu" ucap resyah yang baru sampai diruangan Devano diikuti oleh Delia. Delia kemudian berlari memeluk sang kakak