COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Masalah Besar



Bab 25


"Sudahlah ini sudah waktunya jam istirahat. Ayo makan bersama di restorannya Delia"


"Bocil itu memiliki restoran" gumam Gilang.


Sementara itu dikantornya devano. Lea memasuki ruangan devano dan memeluknya manja dari belakang


"Sayang, aku kangen banget sama kamu. Kamu sakit kok nggak ngabarin aku. 2 hari nggak ketemu kamu rasanya benar-benar hampa"


"Hp aku hilang Lea. Kamu jangan peluk aku kayak gini aku jadi susah gerak" melepaskan pelukan lea


"Kamu kok gitu sih sama aku, sekarang.dan Mana mungkin bisa hp kamu bisa hilang. Kamu pasti bohongkan"


"Aku nggak bohong Lea. Hpku benar-benar hilang dan aku belum sempat beli hp baru"


"Itu pasti resyah yang nyembunyiin hp kamu. Biar aku nggak bisa hubungin kamu"


"Jangan asal bicara kamu. Mana mungkin resyah seperti itu"


"Itu mungkin saja terjadi"


"Sudahlah aku tidak mau berdebat. Pekerjaanku banyak. Aku tidak mau bahas urusan pribadi sekarang"


"Kamu benar-benar berubah Van"


"Lea please. Jangan ganggu aku dulu"


"Oke, fine. Aku kesini cuma mau bilang tadi papa kamu nyuruh kamu keruangannya" lalu pergi keluar dari ruangan devano.


Tak lama kemudian defra masuk keruangan devano.


"Papa, aku baru aja mau keruangan papa"


"Ini gawat, devano"


"Gawat, gawat kenapa pa. Apa ada masalah"


"Perusahaan kita mengalami kerugian besar, karena kalah tender"


"Apa? Kok bisa"


"Ini sebenarnya salah papa, papa ninggalin meeting untuk jengukin kamu kemarin. Dan papa serahkan semuanya kepada Lea padahal klien kita ini mempunyai pengaruh besar di perusahaan. Dia meminta kita mengembalikan uang intesvitasinya. dan sesuai kontrak jika kita gagal maka kita akan mengembalikan uangnya 2x lipat. Tidak hanya itu dipabrik juga ada masalah kekurangan bahan bangunan dan dana. Belum lagi para pegawai disana demo meminta gaji"


" aku sudah memberi Lea uang, membayar gaji mereka Minggu lalu. bagaimana mungkin itu bisa belum digaji"


"Papa tidak tahu masalah itu. Kau tanyakan saja pada lea kemana uang itu"


"Berapa besar kerugian yang harus kita bayar"


" 5 triliun untuk mengembalikan uang investor dan 250 miliar untuk bangunan dan membayar gaji para pegawai"


"Apa? Dari mana kita bisa mendapatkan uang itu. Kita jualpun semua yang kita punya nggak akan cukup untuk membayar itu semua"


Tiba-tiba hp defra berdering dan yang menelpon adalah investor itu.


"Hallo, temui saya sekarang di restoran seafood. Untuk membahas pengembalian uang yang say investor kan ke perusahaan anda" ucap investor itu


"B-baik, baik kami akan segera kesana" ucap defra, sambungan telpon pun terputus


"Siapa pa"


"Investor itu. Dia meminta kita ke restoran seafood menemuinya"


"Bukankah itu restoran Delia yang diberikan kakek. Ya sudah, ayo kita kesana" merekapun pergi menuju restoran


-------


Sedangkan resyah, Gilang dan Reyhan baru sampai di restoran Delia. Delia yang melihat merekapun menghampirinya.


"Kak Rey, kak resyah,kak gilang kalian disini" ucap Delia


"Aku datang untuk melihat-lihat dan menandatangani pengalihan kepemilikan restoran ini"


" Baguslah kalau begitu"


"Tapi kak, aku nggak bisa jadi mananger restoran ini. Aku tidak punya kemampuan. Lagi pula e hari lagi aku akan balik ke London"


"Kamu suruh orang saja untuk mengurusnya. Sementara itu kau fokuslah pada kuliahmu setelah lulus kau bisa mengembangkan restoran ini di berbagai tempat"


"Dasar bocil, belum di coba udah bilang nggak bisa aja" ucap Gilang


"Ini tuh tanggung jawab yang besar. Kalau aku asal-asalan memimpin restoran ini bukannya berkembang yang ada malah tutup"


"Maka dari itu kamu belajar yang benar. Supaya nanti bisa membesarkan nama restoran ini" ucap Reyhan.


"Oh iya rey, kamu juga harus menandatangani surat pengalihan kepemilikan nanti"


"Tidak usah terburu-buru" ucap Reyhan


"Kalian mau makan apa, biar aku yang layani kalian" ucap Delia


"Kalo gitu kamu siapkan menu terbaru restoran ini untuk kita. Bagaimana kalian setuju kan" ucap Gilang. Resyah dan Reyhan hanya mengangguk.


"Oke, kalian tunggu sebentar" lalu beranjak pergi. Di saat mau menuju dapur restoran Delia melihat papanya dan devano lagi berdebat dengan seseorang.


"Papa dan kak devano, lagi ngomongin apa. kok mukanya tegang gitu" ucap Delia lalu mendekat dan menguping pembicaraan mereka


"Saya tidak mau tahu, dalam satu Minggu kalian harus mengembalikan uang yang saya investasikan kembali. Jika tidak kalian akan saya tuntut" ucap investor


"5 triliun bukanlah uang yang sedikit. Mana mungkin kami bisa mengumpulkan uang itu dalam waktu seminggu" ucap devano


"Itu salah kalian sendiri yang menggap tender itu tidak penting. Malah mengirim gadis kecil yang tidak berpengalaman untuk menanganinya. Bertahun-tahun kita menjalin hubungan kerja sama tapi lihat kalian merendahkan kami seperti ini. Ini balasan terimakasih untuk kerja sama kita selama ini"


"Bukan begitu. Kami memang salah. Saat itu devano sakit dan saya harus meninggalkan meeting untuk menjenguknya."


"Apa itu alasannya kalian mengirim gadis itu. Dia tidak hanya mempermalukan perusahaan kalian tapi juga nama baik perusahaanku karena telah bekerjasama dengan kalian. Jika bukan karena aku menghargai kerjasama kita selama ini, maka aku akan langsung menuntut perusahaan kalian.tapi aku sedang berbaik hati kepada kalian memberi waktu satu Minggu untuk mengembalikan uangku sesuai kontrak. Dan aku memutuskan kerjasama di antara perusahaan kita karena tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari perusahaan kalian"


Delia yang mendengar semua itupun kaget. Dia lalu pergi mengambil tasnya yang dia tinggalkan di meja resyah dengan mata yang berkaca-kaca.


"Delia, mana makanan kita" ucap Gilang. Delia hanya diam menahan agar air matanya tidak jatuh.


"Delia, kamu kenapa" ucap resyah yang menyadari perubahan raut wajah Delia. Bukannya menjawab pertanyaan resyah Delia malah pergi meninggalkan mereka tanpa sepatah kata pun.


"Ada apa dengan anak itu, apa ada yang mengganggunya" ucap Reyhan


"Entahlah, aku akan menanyainya nanti" ucap resyah


"Palingan juga terkena cipratan minyak" ucap Gilang.


"Aku rasa tidak mungkin. Jika memang begitu dia akan membuat keributan disini. Tapi sepertinya ada sesuatu yang membuatnya tertekan"


Sementara itu Delia pulang kerumahnya.


Sarah yang melihat putrinya itu murung pun berucap "sayang, kok mukanya sedih gitu. Apa ada masalah di restoran tadi"


"Nggak apa-apa kok ma.aku hanya kecapek'an. Kalau gitu aku ke kamar dulu untuk istirahat" lalu beranjak ke kamarnya.


"Maafkan aku ma. Aku nggak mau mama kepikiran. Biar papa aja yang ngasih tahu mama nanti" ucap Delia lalu memejamkan matanya sedangkan air matanya terus mengalir.


Di malam harinya Delia mendengar suara devano dia pun berlari menuruni tangga menghampiri sang kakak dan memeluknya erat.


"Hey ada apa denganmu. Kenapa tiba-tiba memelukku hemm" ucap devano mengangkat dagu adiknya itu. Delia kemudian menangis sambil memeluk devano dan menggeleng-gelengkan kepalannya di dada devano.


"Kenapa kau menangis. Ngak biasanya kamu seperti ini. Apa ada yang menyakitimu". Delia hanya menggeleng


"Mah, Delia kenapa" ucap defra


"Mama juga nggak tahu, semenjak pulang kerumah, tadi siang dia sudah terlihat murung dan mengunci diri dikamar. Mama tanya dia bilang ngak ada apa-apa"