COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Mantan Kekasih



Bab 69


"Ada yang ketinggalan" ucap devano menghampiri resyah lalu mencium dahi resyah beberapa saat.


"Aku pergi dulu" ucap devano mengambil tangan resyah menuntunnya untuk mencium tangannya. Lalu beranjak pergi.


Reyhan yang melihat kejadian itu tersenyum bahagia. Tapi tidak untuk resyah, dia diam seribu bahasa karena terkejut dan bingung.


"Kalau begitu, aku pergi ke ruanganku dulu" ucap reyhan yang menyadarkan resyah dari lamunannya.


-----------


Sementara itu, Leon, Gilang dan Delia baru sampai dinegara asal mereka.


"Bawa aku ke hotel tempat kau bekerja" ucap Leon


"Kakak nggak pulang kerumah kalian tinggal bersama Lea"


"Lebih baik, Lea tidak tahu. aku berada disini"


"Baiklah. Delia kau pulanglah ke mansion"


"Aku akan ke caffe saja. Aku takut jika pulang, semua orang pasti akan memarahiku" ucap Delia


"Itulah konsekuensinya jika berbohong. Berani berbuat maka harus berani bertanggung jawab" Delia hanya menunduk


"Begini saja, beritahu aku alamat hotel itu. kau temani saja dia, Sepertinya dia benar-benar ketakutan"


"Jalan Kusuma, sebelah selatan hotel RedGreat"


Setelah tahu alamat hotel itu Leon langsung masuk kedalam taksi menuju hotel itu.


30 menit perjalanan, Leon pun sampai di hotel.


"Saya ingin memesan kamar utama di hotel ini" ucap Leon pada reseprionis


"Maaf tuan, tapi tak sembarangan orang bisa memesan kamar itu"


"Saya teman dari pemilik restoran ini. Ini kartu nama saya. Apa di kamar utama sudah ada orang" ucap Leon memberikan kartu namanya.


"Bagus, kalau begitu"


"Ini kuncinya tuan. Mau saya antarkan ke kamar"


"Tidak perlu. Saya minta manager hotel ini yang melayani saya"


"Baiklah. Akan saya telpon dulu manager kami" Leon mengangguk dia lalu beranjak pergi menuju kamarnya.


Leon duduk di sofa seolah-olah dia sedang membaca koran padahal dia sedang menunggu kedatangan frislya.


Frislya masuk ke kamar Leon lalu berucap "tuan anda membagikannya saya. Apa anda perlu bantuan" ucap frislya tersenyum manis.


Leon meletakkan koran di atas meja, menunduk sebentar lalu melepaskan kaca mata hitamnya menatap dalam frislya lalu berucap "Akhirnya, aku menemukanmu. Frislya"


Seketika frislya memudarkan senyumnya. Sesaat kemudian dia tersenyum kembali lalu berucap "kebetulan sekali kita bertemu dihotel ini"


"Bukan suatu kebetulan. Aku memang sudah lama mencarimu" ucap Leon berjalan mendekati frislya.


"Anda memanggil saya kesini. Apa ada yang bisa saya bantu"ucap frislya mengalihkan pembicaraan.


"Ya. Bantu aku mengobati kerinduan yang terpendam ini, selama bertahun-tahun" ucap Leon memeluk Leon


"Maaf anda mungkin salah orang" ucap frislya melepaskan pelukan Leon


"Salah orang. Aku tidak mungkin salah mengenalimu. Kau kekasihku sewaktu SMP dulu"


"Berhentilah Leon, aku bukan kekasihmu lagi. Kita sudah selesai sepuluh tahun yang lalu"


"Waktu itu aku tidak menyetujui kata putusmu. Dan aku selalu menganggapmu kekasihku selama ini"


"Leon, stop. Waktu itu kita masih kecil belum mengerti apapun. Hubungan kita waktu itu hanyalah cinta monyet. Kita telah berpisah semenjak kau pindah ke London. Aku sudah lama melupakanmu"


"Semudah itu kau melupakanku. Waktu itu kita sudah bersama selama tiga tahun dan dengan mudahnya kau melupakanku. Sementara aku tidak pernah melupakanmu barang sedetik pun"


Tidak ingin berlama-lama bersama Leon, frislya memilih beranjak pergi meninggalkan leon