COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Warisan



"Setelah bercerai denganku apa kamu akan menikah dengan reyhan"


"Kenapa kamu bertanya seperti itu"


"Karena aku lihat akhir-akhir ini kalian cukup dekat. Apakah kalian sudah menjalin hubungan"


"Omong kosong apa yang coba kamu bicarakan. Kamu dengar sendiri kan tadi mama bilang mau jodohin Delia sama Reyhan"


"Bukannya tadi kamu tidak setuju"


"Aku bukannya nggak setuju. Aku hanya ingin untuk saat ini Delia fokus kuliah dulu tanpa banyak pikiran"


"Apakah benar seperti itu"


"Untuk apa juga aku berbohong"


"Apa kamu menyesali pernikahan ini"


"Aku hanya tidak nyaman berada di posisi sekarang. Bukan bearti aku menyesalinya. Karena pada dasarnya pernikahan kita bukanlah suatu kesalahan yang harus disesali"


"Kamu benar" ucap devano mengelus-elus rambut resyah.


Tiba-tiba hpnya resyah berdering di atas meja


"Ada yang telpon" ucqo devano resyah lalu mengambil hpnya


"Siapa"


"Pengacara kakek"


"Angkat siapa tahu ada hal penting" rsyah lalu menjawab panggilan itu


"Hallo apakah benar ini dengan nona resyah nalista"


"Iya pak, ada apa ya"


"Malam ini saya akan membacakan surat warisan yang di tinggalkan kakekmu. Harap semua orang berkumpul nanti malam dirumah nona"


"Semua orang maksud bapak keluarga pak defra dan tuan Reyhan"


"Oh begitu. Baiklah pak terimakasih informasinya"


"Saya tutup duku telponnya" ucap pengacara tersebut lalu memutuskan sambungan telpon


"Ada apa" tanya devano


"Pengacara bilang dia akan membacakan surat warisan malam ini dan meminta agar kelurgamu dan Reyhan untuk datang"


"Oh baiklah kalau begitu aku akan kabari papa dan Reyhan nanti. Mungkin pengacara itu ingin kami menyaksikan betapa banyaknya harta kakekmu yang dia tinggalkan untukmu"


"Devano, seriuslah sedikit. Aku sedang tidak bercanda sekarang"


"Aku juga serius. Memangnya mukaku lagi bercanda" resyah hanya cemberut tidak menanggapi ucapan Reyhan


"Udahlah apa sih yang kamu pikirkan. Semua harta kakekmu itu udah pasti jadi milikmu"


"Kamu pikir aku senang mempunyai banyak harta"


"Memangnya kenapa, apa kamu tidak senang"


"Aku takut tidak bisa menjaga semua yang kakek berikan kepadaku nantinya"


"Kamu pasti bisa. Perusahaan sebesar itu aja bisa kamu pimpin beban apalagi yang lebih sulit dari pada itu"


"Aku hanya merasa tidak yakin"


"Kamu harus yakin. Aku saja percaya padamu masa kamu tidak percaya dengan kemampuan sendiri"


"Aku juga nggak tahu"


"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan,oke. Ada aku disini, kamu nggak sendirian.aku bakalan support kamu apapun yang kamu lakukan di masa depan" lalu kembali mengelus-elus rambut resyah.


HARIPUN BERANJAK MALAM...


semua orang sudah berkumpul dirumahnya resyah. Kecuali Gilang dan Lea yang menunggu di luar.


"Kau ngapain kesini" ucap Lea


"Menunggu kak Rey. Kau sendiri ada urusan apa kemari"


"Yang jelas untuk bertemu devano"


"Dia itu suami orang"


"Setidaknya untuk satu setengah tahun jangan ganggu devano, karena sekarang statusnya bdia itu suami orang. Jangan sampai kamu jadi orang ketiga di rumah tangganya mereka"


"Yang devano cintai itu aku hanya aku. Devano dipaksa orangtuanya untuk menikahi resyah,aku yang dengar sendiri devano awalnya menolak. Itu sudah pasti karena dia mencintaiku . Dan yang orang ketiga dihubungkan kami itu resyah"


"Tetap saja resyah adalah istri sahnya devano dan derajat dia lebih tinggi dari pada kamu di mata hukum dan negara"


"Gilang,stop. Urus saja urusanmu sendiri. Kamu itu hanya mantan dan itupun sudah lama berlalu. Dan jangan lagi kamu coba-coba untuk ikut campur urusanku"


"Aku tidak ikut campur. Aku hanya mengatakan. Yang sebenarnya. Dan kau tenang saja, aku tidak tertarik dengan urusanmu itu"


"Apa kau yakin tidak tertarik. Hemm, bukannya dulu kau tergila-gila padaku. ku rasa sampai sekarang pun kau masih menyukaiku. Buktinya setelah sekian lama kau muncul lagi di kehidupanku"


"Kepercayaan dirimu memang diatas rata-rata. kau tahu,Aku sudah melupakanmu dihari kau meninggalkanku",


"Apa kau yakin"


"Tentu saja"


"Lalu, apa kau pernah pacaran setelah putus denganku",


"Itu urusanku kau tak perlu tahu"


"Terlihat jelas bahwa kau tidak pernah lagi pacaran setelah putus denganku. Bukankah itu bearti kau tidak bisa melupakanku. Ayolah, itu sudah 5 tahun yang lalu"


"Apa maksudmu kau pikir aku tidak bisa melupakanmu selama ini. Aku terlalu sibuk untuk pacaran. Lagi pula, tujuan utamaku hanya bekerja"


"Kalau begitu ku beri kau waktu 3 bulan. Untuk mendapatkan pacar. Dan buktikan bahwa kau benar-benar melupakanku"


"Kau sudah gila. Mana mungkin bisa mendapatkan pacar dalam waktu 3 bulan. Waktu tiga bulan saja tidak cukup untuk saling memahami bagaimana mungkin membuat hubungan"


"Kenapa? Kurasa tidak sulit untukmu mencari pacar. Bukankah dulu banyak cewek-cewek yang mengejarmu disekolah"


"Oke fine. Aku terima tantanganmu dan akan ku pastikan kurang dari 3 bulan kau akan segera melihat pacarku"


"Bagus. Aku akan menunggu hari itu"


Sementara itu di dalam rumahnya resyah pengacara sudah siap membacakan isi surat warisan.


"Nona resyah apa semua orang sudah ada disini" ucap pengacara. Resyah hanya mengangguk.


"Baiklah, saya akan membacanya sekarang.


Untuk pihak pertama resyah nalista: aku wariskan engkau perusahaan utama, mansion diwilayahnya A, 5 cabang hotel bintang lima, 3 mobil sport, dan uang sebesar 27 triliun. Dengan syarat menikah dengan tuan devano. Aku dengar Nona dan tuan devano sudah menikah jadi semua ini sudah Sah menjadi milik nona"


"Tunggu, kenapa rumah ini tidak di berikan kepadaku" ucap resyah


"Tunggu sampai aku selesai membaca dulu nona"


"Lanjutkan"


"Untuk pihak kedua defra Nalendra dan istri : aku wariskan kalian rumah yang kalian tempati, sebuah apartemen di wilayah B, dan uang sebesar 10 milyar"


"Kami juga mendapatkan warisan. Kami pikir kami hanya mendengarkan saja" ucap defra


"Ini yang almarhum tuan Nino tuliskan. Selanjutnya pihak ketiga tuan devano Nalendra : aku wariskan engkau sebuah apartemen, uang 5 Miliar,sebuah mobil support dan perusahaan yang kau jalani 100% menjadi milikmu jika nona resyah dan tuan devano sudah memiliki keturunan. Jika dalam jangka satu tahun kalian belum memiliki keturunan maka perusahaan itu akan di tutup tidak peduli seberapa majunperkembangannya"


"Kenapa kakek memiliki syarat seperti itu" ucap resyah


"Itu syarat yang begitu mudah. Kalian pasti memiliki keturunan jika kalian berusaha. Kalian masih muda tidak akan susah memiliki anak" ucap defra.


"Wow kakek benar-benar hebat. Bagaimana mungkin dia memiliki pemikiran seperti itu. Ini benar-benar luar biasa" batin Delia


"Selanjutnya nona Delia Nalendra : aku wariskan engkau sebuah apartemen, restoran seafood dan uang 5 Miliar"


"Aku juga mendapatkan warisan" ucap Delia


"Iya nona" ucap pengacara


"Jadi restoran yang sering kita kunjungi itu punya kakekmu Syah" ucap devano


"Aku juga baru tahu kalau itu punya kakek" ucap resyah.


"Yang terakhir tuan Reyhan : aku berikan engkau apartemen yang engkau diami sekarang, sebuah mobil support, 2 cabang saham hotel, dan uang 5 Miliar. Sekian warisan itu dibagikan tertanda Dino adinata"


"Kenapa aku juga mendapatkan warisan. Aku bukan bagian keluarga tuan Nino. Aku rasa tidak berhak memilikinya" ucap Reyhan yang kaget mendengar bahwa dia juga mendapatkan warisan.


"Mengenai tuan Reyhan tuan Nino menuliskan surat untukmu. Aku akan membacakannya untuk kalian semua agar tidak ada kesalahan pahaman"


"Silahkan bacakan" ucap defra


"Untuk semuanya kalian pasti kaget Reyhan juga mendapatkan warisan, terutama kamu, Reyhan. Aku harap kamu mau menerima semua yang aku berikan padamu. Itu adalah ucapan terimakasih ku padamu karena engkau yang selalu menjaga dan membimbing resyah hingga menjadi seperti sekarang. Aku harap kau tidak menolaknya tertanda Nino adinata"