
Bab 119
"Boleh"
"Tapi, laptopnya bukan buat aku. Laptop itu aku pinjam buat kak Leon. Soalnya ada pekerjaan yang harus di tanganin segara, tapi dia lupa bawa laptop"
"Oh, yaudah nggak apa-apa. Ini, Pakai aja dulu" ucap Reyhan memberikan laptopnya kepada Delia.
"Makasih kak. Tapi nggak ada file-file Perusahaan atau pekerjaan kakak kan di laptop ini" ucap Delia menerima laptop itu
"Kok, kamu ngomongnya gitu sih Del. Takut aku nyabotase Perusahaan ini gitu. Pantas aja, kamu kayak nggak nyaman gitu aku nemanin kamu kerja" ucap Leon kecewa mendengar ucapan Delia
"Maksud aku bukan kayak gitu lho kak" ucap Delia mencoba menjelaskan
"Udah nggak apa-apa. Aku ngerti kok"
"Ini nggak seperti yang kakak pikirin lho"
"Emangnya aku mikirin apa"
"Ihh,udah ah. Ayo balik ke ruangan aku. Aku masih banyak pekerjaan"
"Aku di sini aja. Bukannya kamu nyuruh aku buat lebih dekat sama Reyhan tadi"
"Kakak nggak lagi marah kan"
"Emangnya aku keliatan marah?" Ucap Leon dengan wajah datarnya dan menaikkan satu alis
"Tau ah" ucap Delia meletakkan laptop ke perut Leon, kemudian beranjak keluar dari ruangan Reyhan.
Reyhan menggelengkan kepala melihat Delia yang keluar dengan wajah kesal lalu berucap "cewek ya, dia yang salah dia juga yang marah"
"Benar banget tuh. Harus extra sabar pokoknya" ucap Leon
"Kayaknya kamu memang harus extra, extra, extra sabar deh ngadapin Delia. Kelakuannya memang nggak bisa di tebak. Kadang nyusahin kadang ngegemesin" ucap Reyhan
"Nggak hanya itu, gadis kecilku itu juga pemberani, baik, manja dan ngangenin" ucap Leon tersenyum mengingat Delia.
"Yang bentar lagi mau nikah emang beda bucinnya" ucap Reyhan. Mereka berduapun tertawa bersama. Lain halnya dengan Gilang yang sedari tadi diam. Dia seolah-olah sibuk dengan pekerjaannya, padahal telinganya panas mendengar percakapan mereka.
"Kita belum kenalan langsung kan? Delia tadi nyuruh aku buat lebih dekat sama kamu dan Omongan calon istri harus di dengerin, Kalo nggak tahu lah ya resikonya apa" ucap Leon menarik nafas panjang.
"Ah iya, iya. Oke kenalin gue Reyhan" ucap Reyhan menjulurkan tangannya
"Leon" ucap Leon menjabat tangan reyhan.
"Sebenarnya agak sungkan ya berhadapan sama kamu. Mengingat kamu soerang CEO dan aku hanya seorang manajer"
"Lupakan tentang pangkat dan derajat. Sekarang kita teman"
"Oke, baiklah"
"Lang, kapan-kapan kita double date yuk" ucap leon
"Nggak ada waktu kak. Di malam hari aku juga bekerja, apa kakak lupa" ucap Gilang terus fokus ke layar monitornya
"Kita double date nya di hotel kamu aja"
"Kalo ada waktu, aku kabari kakak nanti"
"Oke. Rey, kamu punya pacar nggak. Kalo punya sekalian gabung sama kita"
"Kalo gue ikutan gabung. Namanya buka. Double date lagi, tapi triple date" ucap reyhan terkekeh
"Nggak apa-apa dong. Lebih banyak orang kan lebih bagus. Resyah sama devano juga nggak mungkin ikut, kan resyah lagi kurang vit"
"Udah kalian aja"
"Kenapa? Jangan bilang lho LDR-AN ya"
"Kak Rey itu nggak pernah pacaran" sela Gilang
"What. Benaran Rey lho nggak pernah pacaran? Dengan posisi dan ketampanan yang lho punya gue nggak yakin kalo lho nggak pernah pacaran"
"Gue nggak ada waktu buat itu"
"What! Jadi, lho benar-benar nggak pernah pacaran"
"Hemm"
"Yaelah kak Leon, kayak kakak sering pacaran aja. Kakak aja pacaran cuma sekali sama frislya"
"Lho juga pacaran cuma sekali sama adek gue"
Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️
Dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "BAD GIRL" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta ☺️🙏🏻