
Bab 102
Delia langsung mengangkat telpon setelah menjauh dari Reyhan dan Gilang.
"Hallo kak"
"Maaf baru bisa Mengabarimu sekarang. Di perusahaan ada sedikit masalah, dan aku akan pergi ke Jepang sekitar satu bulan"
"Kakak akan ke Jepang selama satu bulan. Terus bagaimana dengan rencana kita"
"Tenang saja, aku akan menelponmu di waktu senggang ku. Jika aku tidak menelponmu, maka kirimkan aku pesan apa saja yang telah terjadi. Ingat, jangan bertindak di luar arahanku. Atau semuanya akan kacau nanti"
" Apa kakak sudah membuka internet"
"Hemm, ini adalah awalan yang bagus. Kau jalankan saja rencana Seperti yang kita rencanakan. Jika ada kendala lain, jangan bertidak dulu tapi beritahu aku."
"Baiklah aku mengerti, tapi sekarang aku juga di kejar-kejar wartawan. Dan sekarang saja masih ada di kantor"
"Apa Gilang juga berada di sana"
"Ya, kak Rey dan kak Gilang ada bersamaku"
"Baguslah, mereka akan menjagamu. Sampai di sini saja dulu, aku harus berangkat ke Jepang sekarang"
"Baiklah, hati-hati" ucap Delia memutuskan sambungan telpon.
Gilang dan Reyhan keluar dari ruangan.
"Siapa yang menelponmu?" Ucap Reyhan
"Kak Leon"
"Dari wajahmu, sepertinya kalain membicarakan hal yang serius" ucap Reyhan
"Tidak ada pilihan lain. Kita ahrus menerobos mereka, jika menunggu mereka bubar kita akan bermalam di sini" ucap Gilang
"Kakak benar"
"Kalian berdua nanti, berjalanlah dengan cepat ke mobil. Untuk saat ini, kita tidak perlu menjawab pertanyaan mereka karena itu tugasnya devano dan resyah" ucap Reyhan.
Mereka bertiga keluar dari perusahaan, dengan langkah cepat dan tanpa menjawab pertanyaan apapun dari para wartawan. Sementara wartawan mengejar-ngejar mereka, bahkan mengerumuni mobil sehingga mereka tidak bisa lewat.
"Aku akan mengalihkan perhatian mereka. Gilang, kau bawa Delia pulang dengan motormu agar lebih cepat pergi dari sini" ucap Reyhan beranjak keluar dari mobil, menjawab pertanyaan dari wartawan.
Sementara itu, Delia dan Gilang berjalan mengendap-endap agar tidak terlihat oleh wartawan yang sedang sibuk menanyai Reyhan.
Setelah sampai di parkiran motor, dengan cepat Gilang dan Delia beranjak pergi dari sana.
"Reyhan, sebagai manager di perusahaan ini. Dan sebagai orang kepercayaan alm. Leon apa kau tahu tentang kedekatan devano dan resyah yang di rumorkan menikah diam-diam itu" ucap wartawan 1
"Itu adalah urusan pribadinya mereka, dan bukan urusan perusahaan. Saya tidak mempunyai hak untuk mencampuri urusan mereka. Jika kalian ingin mengetahui kenyataannya, kalian bisa bertanya langsung pada mereka" ucap Reyhan
"Tapi, kami sudah menunggu resyah nalista selaku CEO di sini. Tapi, dia tidak terlihat sama sekali. Kenapa dia tidak menampakkan diri, apa ini ada hubungannya dengan rumor yang beredar. Dan dia sengaja bersembunyi" ucap wartawan 2
"Ah, tidak seperti itu. Kebetulan CEO kami resyah nalista tadi pagi menelponku dan bilang bahwa dia sedang tidak enak badan. Jadi, tidak bisa datang ke kantor hari ini"
"Apa benar begitu. Tapi, rekan kami yang mendatangi perusahaan G-group. Tapi, CEO devano juga tidak datang ke perusahaan hari ini, tanpa penjelasan yang pasti. Apakah ini hanya suatu kebetulan atau ceo devano sedang menjaga CEO resyah"ucap wartawan 3
"Atau mungkin mereka sedang bersembunyi untuk menghindari rumor yang beredar" ucap wartawan 4
"Apa mungkin mereka berdua sekarang sedang liburan bersama" ucap wartawan 5
BACA TERUS KELANJUTAN CERITANYA YA ☺️ DAN JANGAN LUPA BACA JUGA KARYA BARU AUTHOR YANG BERJUDUL "BAD GIRL" DAN "SILENT DEADLY" YA READER'S TERCINTA ☺️🙏🏻