COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Ancaman gilang



Bab 45


MALAM HARI


resyah dan devano sudah berada di kamar karena resyah ingin cepat-cepat pulang. Dia trauma akan rumah sakit karena mengingat kakeknya 5 tahun berada di sana dan berakhir dengan kematian.


"Aku akan mengambil barang-barang ku dan memindahkannya kesini. Karena mama dan papa meminta Delia untuk tinggal bersama kita. Kita juga nggak bisa menolaknya. Mengingat di sini nggak ada satupun pembantu yang bisa membantumu" Delia hanya mengangguk kepala.


Devano lalu memindahkan semua barang-barangnya dari kamar lamanya ke kamar resyah.


Beberapa saat kemudian Delia datang dengan senyuman manisnya.


"Kakak-kakakku I'm coming"


"Udah nggak ribut"


"Maaf-maaf, kan aku senang bentar lagi punya ponakan yang bisa di ajak main. Lebih bagus kalo anak kalian nanti kembar cewek cowok pasti gemoy banget. Ahh nggak sabar nungguin dia lahir"


"Kandungan resyah baru 3 Minggu Del, masih lama banget" ucap devano


"Kakak kok ngomong gitu sih. Apa kakak nggak senang punya anak"


"Bukan begitu, kau pergilah ke kamarmu di kamar sebelah"


"Iya deh iya. Ini mama Masakin sup ayam untuk kak resyah, katanya jangan telat makan. Dan Kak devano harus siap siaga jika kak resyah ingin makan di tengah malam nanti" lalu meletakkan rantang makanan itu di meja sebelah devano.


"Aku keluar dulu, kalau ada apa-apa panggil aja" ucap Delia beranjak pergi.


"Tunggu" ucap devano


"Kenapa"


"Bawa kopermu keluar" ucap devano karena Delia melupakan kopernya.


DI APARTEMENNYA REYHAN


Gilang baru sampai di apartemen. Dia melihat Lea dan Reyhan yang seakan-akan menunggunya.


"Kamu ngapain disini" ucap Gilang duduk disofa


"Kak Rey yang membawaku kesini" ucap Lea


"Kenapa"


"Apa ada masalah dengan hotel"


"Sedikit" ucap Reyhan yang tak memalingkan pandangannya dari layar laptop


"Oh, iya. Resyah gimana kabarnya. Kita tadi mau kesana tapi aku harus menyelesaikan masalah ini dulu" ucap Reyhan menutup laptopnya.


"Dia Ngak kenapa-kenapa kak, biasalah suami istri bentar lagi punya baby"


"Apa?" Teriak Delia.


"Maksud kamu resyah hamil anaknya devano"


"Kalau bukan anaknya devano, anak siapa lagi suaminya kan devano. Otomatis anak itu ya anak devano" ucap Gilang


"Nggak, nggak mungkin. Kamu pasti bohongkan, resyah nggak mungkin hamil anaknya devano. Mereka udah janji sama aku untuk nggak saling sentuh"


"Kenapa nggak boleh. Itu hak mereka mau ngapain aja" ucap gilang


"Tapi devano itu pacar aku. Mereka juga udah janji akan"


"Mereka akan bercerai setelah satu setengah tahun itukan yang mau kamu bilang" ucap Gilang langsung memotong ucap lea


Tanpa mempedulikan ucapan gilang Lea berlalu pergi ingin menemui devano tapi gilang dengan cepat mencegahnya.


"Kau mau kemana"


"Lepas, aku mau ketemu sama devano dan resyah. Mereka harus jelasin semuanya"


"Apa yang harus mereka jelaskan sama kamu. Tentang malam pertama mereka, begitu"


"Lepasin Gilang, ini bukan urusan kamu"


"Ini juga bukan urusanmu. Kamu hanya pacar sedangkan resyah adalah istri sahnya devano. Kamu nggak ada hak apa-apa atas devano. Dan satu lagi jika saja kakakmu tidak memintaku untuk menjagamu aku tidak akan peduli kau mau melakukan apa sekarang"


"Bagus aku juga tidak ingin di jaga olehmu"


"Fine. Sekarang pergilah lakukan apa yang kau mau, dan tunggu sampai kakakmu menjemputmu besok" ucap Gilang melepaskan tangan Delia


"Kau mengancam ku"


"Aku tidak mengancammu, jika kau merasa terancam lebih baik pikirkan baik-baik apa yang ingin kau lakukan"