
"Kalau gitu aku pulang dulu" pamit reyhan.resyah hanya mengangguk
"Tolong awasi Lea" ucap devano.Reyhan hanya mengangguk lalu pergi.
"Eh kak Rey tunggu,tolong antarin aku pulang" ucap Delia mengejar Reyhan sampai masuk ke mobilnya.
"Emang kamu tadi ngak bawa mobil sendiri" ucap Reyhan melajukan mobilnya mengikuti mobil Lea dari belakang.
"Nggak"
"Kenapa"
"Aku belum bisa nyetir"
"Masa sih. Umur 20 belum bisa nyetir."
"Dulu aku pernah belajar nyetir tapi terjadi kecelakaan waktu itu yang membuat kak devano di rawat di rumah sakit tiga hari. Dari kejadian itu aku udah nggak berani lagi nyetir. Mama sama papa juga ngelarang"
"Oh,gitu. Kalau kamu berubah pikiran dan mau belajar nyetir lagi aku bisa ajarin kamu"
"Tapi aku masih takut. Lagi pula kak Reyhan juga pasti sibuk di kantor"
"Masalah itu gampanglah, kalau memang ngak ada waktu aku akan ambil cuti.lagi pula aku belum ngambil cuti sehari pun semenjak kerja disana"
"Kalau gitu seharusnya kakak gunain waktu cuti kakak untuk jalan-jalan"
"Aku ngak terlalu suka jalan-jalan. Makanya aku lebih suka bekerja"
"Memang pekerja keras"
"Ini Lea mau kemana sih kok ngak ngarah pulang kerumahnya".
"Memangnya ini bukan jalan kerumahnya kak Lea"
"Bukan"
"Kak reyhan tahu rumahnya kak Lea"
"Iya.waktu itu kita berempat pernah ngumpul di rumahnya"
"Dia itu dari keluarga orang kaya juga kak"
"Iya,ayahnya memiliki perusahaan di luar negeri"
"Terus kenapa dia Ngak nerusin perusahaan papanya. Dan malah jadi asistennya kak devano"
"Karena dia itu suka sama devano. Terus dia juga ngelakuin apa aja untuk dekat sama devano.dan masalah perusahaannya ada kakaknya yang nerusin"
"Oh jadi gitu.oh iya kak,kakak kan suka sama kak resyah tapi sekarang kan kak resyah udah nikah tuh sama kak devano.aku harap Kakak ngak nerusin perasaan kakak sama kak resyah,aku tau kakak orang yg berpendidikan tinggi dan kakak juga orang baik. Aku yakin kakak bisa berpikir realistis" devano hanya tersenyum masam menanggapi ucapan Delia.
Mereka pun berhenti di salah satu klub,karena Delia memasuki klub tersebut.
"Ngapain lagi Lea masuk kesini, buat masalah aja" ucap Reyhan lalu turun mengikuti Lea.
"Eh tunggu" ucap Delia lalu mengikuti langkah kaki devano.
Disana banyak sekali orang-orang yang berjoget-joget riang dan Aroma alkohol dimana-mana"Sementara Lea duduk di salah satu kursi dan meminum banyak minuman memabukkan tersebut.reyhan dan Delia hanya memperhatikan mereka dari kejauhan.
"Kak,apa ngak sebaiknya kita samperin kak lea.dia udah minum terlalu banyak"
"Sebaiknya kita tunggu disini saja,kalau kita kesana bisa-bisa dia memberontak dan melakukan hal-hal aneh lainnya nanti.terlebih lagi dia sudah terpengaruh alkohol sekarang"
Delia hanya mengangguk.
---------
Ada lelaki mesum yang mendekati Delia dan menggodanya.
"Cantik sendirian aja,Abang temenin ya"
Delia yang tengah mabuk melihat orang itu sebagai devano.
"Devano. Kamu tahu apa yang kamu lakuin ke aku itu jahat!" Ucap resyah berdiri dengan tubuh yang sudah tidak seimbang dan hampir mau jatuh untungnya ada Reyhan yang menolongnya.
"Kalau gitu dia saja. Memegang tangan Delia" Delia pun sontak kaget "ihh lepasin"
"Jangan sentuh dia,dia juga wanitaku" menarik tangan resyah kedekatannya sedangkan tangan yang satu lagi menahan tubuh Lea.
"Hey bung banyak sekali wanitamu.mentang-mentang ganteng"
"Itu bukan urusanmu.ayo kita pergi" Delia hanya mengganguk
"Kamu jalan disamping aku aja,disini banyak orang-orang yang ngak benar"
"Aku bantu kakak bawah kak Lea keluar".
"Lepasin aku,aku masih mau minum" ucap Lea meronta-ronta.
"Iya iya iya besok kita kesini lagi. Tapi sekarang kita pulang dulu" ucap Reyhan
"Aku masih mau minum" ucap Lea menggancak-acak rambutnya
"Kita minum di rumah ya.sekarang kamu masuk mobil dulu". Delia dengan cepat membuka pintu mobil belakang dan Reyhan mendudukan Lea disana".
"Kamu duduk disamping Lea"ucap Reyhan lalu buru-buru memasuki mobil begitu juga dengan Delia.
Diperjalanan menuju rumah Lea,Lea berbicara tanpa henti.
"Kalian tahu,aku sangat mencintai devano.dia itu jahat, dia pacaran sama aku tapi nikah sama orang lain"
"Iya iya kita tahu" ucap Delia membenarkan posisi duduk Lea yang sedari tadi bergerak tanpa henti.
"Dan kamu,asal kamu tahu aja pernikahan mereka itu cuma sementara, dan nanti setelah satu setengah tahun mereka akan bercerai dan aku yang akan jadi istrinya devano. Kau tahu mereka akan berpura-pura jadi pasangan suami istri di depan kalian.dan ya mereka tidak akan mempublish hubungan mereka dan hanya akan memakai cincin itu di depan kalian supaya kalian senang.dan aku tidak akan melepaskan devano begitu saja.aku sudah sangat berjuang untuk bersamanya jadi ngak ada yang boleh milikin dia selain aku,ya cuma aku seorang " Delia hanya terdiam mendengar ucapan lea. Sedangkan Reyhan mencoba mencerna ucapan lea tadi.tak lama kemudian mereka pun sampai dirumahnya Lea. Reyhan mengendong Lea gaya bridge style memasuki rumahnya membaringkannya di sofa.
"Kayaknya ngak ada orang disini. Mungkin kak Lea tinggal sendiri"
"Dia memang tinggal sendiri,karena semua anggota keluarganya berada di luar negeri"
"Terus gimana dong, ngak mungkin kan kita tinggalin dia sendirian dengan kondisi seperti ini. Takutnya nanti terjadi apa-apa sama dia"
"Kamu sebaiknya pulang,ini udah larut malam aku antarin kamu pulang"
"Iya udah deh,tapi kakak ngak usah antarin aku.aku pesan taksi aja"
"Kalo ada apa-apa telpon kakak oke.maaf ngak bisa anterin kamu pulang"
"Kalau gitu aku pergi dulu". Ucap resyah melangkah pergi meninggalkan rumah Lea.
"Air" ucap Lea dengan mata terpejam dan Reyhan pun langsung mendekatinya
"Tunggu sebentar"lalu pergi mengambil air di dapur yang kebetulan ruang dapur rumahnya Lea berdampingan dengan ruang tamunya. Lalu kembali membawa air tersebut
"Ini airnya,biar aku bantu duduk" Lea pun meminum air itu. Tiba-tiba dia mual ingin muntah dia pun menutupi mulutnya pakai tangan. Lalu pergi ke wastafel dapurnya muntah disana.
"Muntahin aja semuanya,biar lebih enakkan" ucap Reyhan sambil memijat tengkuk lea.lea hanya mengangguk. tak lama kemudian mereka pun beranjak kembali keruang tamu.
"Udah ya kamu tidur aja lagi" ucap reyhan. Lea yang setengah sadar itu menggeleng-gelengkan kepala. "Aku masih mau minum,beri aku minuman" lalu tanpa aba-aba dia muntah di baju Reyhan. Dengan memeluk reyhan dan kemudian kembali tertidur karena masih terpengaruh alkohol.
"Astaga Lea,ini bukan cuma baju aku doang lho ya kena baju kamu juga" ucap Reyhan mengangkat kedua tangannya tanpa membalas pelukan Lea.
"Tidak nyaman" ucap Lea mengedusel-dusel mukanya ke dada Reyhan.
"Sudah,sudah ayo tidur ngak apa-apa kok.ngak apa-apa" mengelus-elus rambut Lea. Lea akhirnya tenang.
"Seperti dia sudah tertidur" ucap Reyhan lalu membaringkan tubuh Lea di sofa.
Dengan mata terpejam Lea melepaskan blazer yang di kenakannya "gerah"
"Eh eh jangan di lepas" ucap Reyhan mencoba mencegah Lea melepas blazernya.tapi terlambat karena Lea sudah melepaskannya dan membuangnya ke lantai. Lea hanya mengunakan baju lengan pendek,karena takut Lea kedinginan Reyhan mengambil jasnya yang dia lepas tadi untuk menyelimuti Lea.
"Untung aja tadi aku lepas jasnya kalau ngak pasti terkana muntah juga.lebih baik aku cuci bersihin dulu deh baju aku" Reyhan pun membersihkan bagian bajunya dan blazernya Lea yang terkena muntahan Lea tadi. Setelah selesai Reyhan pun menutup bagian kaki Lea dengan blazernya lea yang sudah dia cuci.karena Lea mengenakan rok pendek.
"Sepertinya dia sudah tertidur pulas, sebaiknya aku pulang sekarang,ini sudah larut malam" baru selangkah melangkah Lea memegang tangan Reyhan "jangan pergi,devano.jangan pergi,aku mencintaimu.jangan tinggalkan aku" reyhan berbalik badan kemudian kembali mengelus rambut Lea agar dia merasakan kenyamanan
"sudah,tidurlah.aku ngak bakalan pergi" Lea pun kembali tidur dengan pulas dengan tangannya yang menggenggam erat tangan reyhan.akhirnya Reyhan pun tinggal bersama Lea.