COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Rasa sakit yang beda



Bab 113


"Stop kak! Kakak itu seharusnya dukung aku, bukan malah jadi musuh aku kayak gini"


"Kamu pikirkan baik-baik ucapan kakak. Dan jika kamu membuat hal yang lebih gila lagi, kakak akan memberikan hukuman yang sangat-sangat setimpal untukmu. Jangan kamu pikir karena selama ini kakak menuruti semua kemauan kamu terus kakak nggak bisa bersikap tegas. Kamu tahu kan, kakak bagaimana? Jadi, pikirkan dulu resikonya jika ingin berbuat sesuatu"


"Aku benci sama kakak. Tega kakak Sama aku, kakak lebih milih mereka karena Delia kan. Dia itu nggak pantas kak jadi istri kakak. Seharusnya kakak itu memihak sama aku, karena aku adik kandung kakak"


"Kakak hanya membela yang benar. Dan semua ini kakak lakukan karena kakak sayang sama kamu ya"


Keesokan harinya, resyah tengah berdiri di balkon kamarnya melihat-lihat pemandangan sebelum dia berangkat bekerja. Sementara devano tengah sibuk di dapur menyiapkan makanan. Tiba-tiba perut resyah kembali terasa sakit, ini karena vitaminnya yang di tukar dengan obat penggugur kandungan oleh Lea.


Devano yang baru memasuki kamar membawa nampan makanan itu pun kaget melihat resyah yang sedang memegangi perutnya dan terlihat betul di raut wajahnya menahan rasa sakit.


Setelah meletakkan nampan itu di atas meja, devano bergegas menghampiri resyah.


"Kenapa? Perutmu sakit lagi" ucap devano. Khawatir.


Resyah Danya diam tidak menjawab pertanyaan devano.


"Kau sudah rutin meminum vitamin itu. Tapi, kenapa begini lagi"


Kali ini gejala yang di rasakan resyah berbeda. Jika sebelum-sebelumnya dia merasakan selalu kedinginan dan mengigil. Sekarang yang dia rasakan hanyalah sakit yang teramat sangat di perutnya, sehingga dia pun berkeringat dingin menahan rasa sakit itu.


Devano lalu mengendong resyah ala bridge style dan membaringkannya di ranjang.


"Minum susu ini dulu. Aku sudah mencampurinya dengan vitamin, siapa tahu rasa sakitnya berkurang"


"Tidak. Rasa sakitnya berbeda dari rasa sakit awal kehamilan"


"Minumlah dulu"


"Nggak Van. Setiap harinya jika sudah minum susu itu, perutku bertambah sakit"


"Maksudmu, perutmu sudah lama terasa sakit. Sejak kapan"


"Astaga Syah, Kenapa baru ngomong Sekarang. Ayo, kita kerumah sakit"


"Nggak Van, kita harus ke kantor sekarang, Perusahaan dalam masalah"


"Kesehatan kamu lebih penting syah"


"Perut aku udah nggak sakit lagi. Kita bisa berangkat ke kantor sekarang" ucap resyah menyembunyikan rasa sakit


"Kau yakin sudah tidak sakit lagi? Kamu nggak lagi bohong kan Syah"


"Gue yakin Van. Aku akan minum susunya, mungkin benar kata kamu setelah minum ini rasa sakitnya akan hilang" ucap resyah mengambil gelas susu itu untu meminumnya.


Gelas itu baru berada di dekat bibir resyah, tapi devano malah menghentikan resyah supaya dia tidak meminum susu itu.


"Bukankah kamu bilang, setelah minum susu yang di campuri vitamin itu perut kamu akan bertambah sakit"


"Mungkin itu hanya perasaanku saja" ucap resyah lalu menghabiskan segelas susu itu.


"Sekarang, sudah lebih baik. Ayo, kita berangkat ke kantor"


"Baiklah. Aku akan meminta dokter viola mengecek vitamin itu, aku takut vitamin yang aku beli waktu itu sudah kadaluarsa"


Resyah hanya mengangguk, mereka berdua lalu beranjak keluar dari kamar menuju bagasi.


Sementara itu, di ruang makan Delia tengah menikmati sepotong rotinya.


"Del, cepat habiskan makananmu. Kita akan berangkat sekarang" uacp devano


"Baiklah kak. Tunggu aku di luar, sebentar lagi aku Selesai"


Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️


Dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "BAD GIRL" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta 🙏🏻☺️